SERANG – Memasuki musim hujan Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengimbau masyarakat untuk hati-hati dalam beraktivitas. Dinkes Provinsi Banten memprediksi kasus demam berdarah (DBD) dan diare pada musim hujan akan menfalami peningkatan.
Kepala Dinkes Provinsi Banten Sigit Wardojo mengatakan, pada musim hujan, masyarakat rentan terkena DBD dan diare. Karena itu pihaknya meminta maayarakat untuk hati-hati dalam setiap aktivitas.
“Di musim hujan ini kita harus siapkan diri karena tren DBD dipreduksi akan naik. Kita juga akan siapkan dalam bentuk promosi arau sosialisasi ke masyarakat,” ujar Sigit, Jumat (17/11).
Sejauh ini, Sigit mengaku, peristiwa DBD belum ditemukan. “Masih landai, tapi kalau trennya kita perkirakan seperti itu,” ujarnya.
Menurutnya, belum adanya temuan DBD dikarenakan peran pemerintah derah di delapan kabupaten/kota cukup baik.
“Contohnya di Kota Tangsel, mereka punya gerakan masif yang dinamai Jimantik untuk memberantas DBD, bahkan program itu dapet penghargaan nasional. Begitu juga di kabupaten/kota yang lain,” katanya.
Lebih lanjut, Dikatakan Sigit, inti dari pencegahan penyebaran DBD adalah memberantas sarang nyamuk. Seluruh masyarakat harus ikut serta dalam pemberantasan itu.
“Siklus kehidupan nyamuk harus terputus. Karena tanpa itu susah,” katanya.
Ditambahkan Sigit, daerah rawan penyebaran DBD biasanya berada di derah kumuh perkotaan. “Karena di daerah itu airnya yang bening dan jernih sehingga sangat cocok untuk jentik nyamuk aides aegepty bisa berkembang biak,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmaik.com)









