SERANG – Ada kemungkinan pilkada Kabupaten Lebak diikuti pasangan calon tunggal. Pasangan Iti Octavia Jayabaya – Ade Sumardi memungkinkan untuk bertanding melawan kotak kosong. Munculnya ‘bumbung kosong’ pada saat pemilihan nanti adalah hal yang wajar.
“Tapi rasanya, sangatlah jauh, jika saat ini sudah disuarakan hal itu (kotak kosong-red). Proses penjaringan calon pun masih terjadi di partai politik, perseorangan maupun di KPU sendiri,” kata Divisi Komunikasi Politik (Kompol) DPD Demokrat Rochman Setiawan melalui pesan singkatnya, Selasa (9/1).
Faktanya di Kabupaten Lebak tidak terjadi borong memborong partai. Menurutnya partaipun sangat berhitung untung rugi dalam mendukung bakal calon lain di bidang petahana. “Partai bersikap realistis, yang tidak berani mencalonkan kadernya sendiri.”
Di samping Elektabilitas, Akseptabilitas, dan Popularitas memang Petahana saat ini yaitu Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi sebagian besar masyarakat Lebak sangat mempercayai keberhasilan pembangunan dan tranparansi yang di lakukan selama menjabat. Kata Rochman, harapan besar masyarakat Lebak, Petahana bisa melanjutkan pembangunan dan menjabat kembali di periode ke dua.
Sedangkan untuk memilih bumbung kosong yang di suarakan oleh bakal calon yang gagal mendapatkan dukungan parpol ataupun tidak mencukupi persyaratan sebagai Cabup dan Wacabup, kata Rochman lagi, biar masyarakat Lebak sendiri yang menilai. “Ini terjadi karena kekecewaan yang tidak jadi bakal calon Bupati dan Wakil bupati Lebak.”
“Masyarakat justru Pilkada Lebak ingin mendapatkan pimpinan yang sangat di percaya dapat melanjutkan pembangunan lebih merata, untuk masyarakat Lebak yang lebih bahagia dan sejahtera,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).









