CILEGON – Sejumlah saluran drainase di Kota Cilegon banyak dijumpai tertutupi sampah. Seperti drainase di pinggir Pasar Baru Kranggot, Kelurahan Sukmajaya atau di kali lingkungan Sukamaju, Kelurahan Mekarsari.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menyebut persoalan sampah merupakan persoalan yang harus disikapi bersama oleh sejumlah instansi terkait.
Kepala Seksi Pengurangan pada DLH Kota Cilegon, Nana Sumarna mengatakan kewenangan sampah yang berada digenangan air seperti drainase, sungai, atau lautan berada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) melalui bidang pengairan.
Namun setelah sampah itu diangkat dari permukaan air ke atas tanah selanjutnya tugas DLH Cilegon yang mengangkut sampah tersebut untuk dibawa ke tempat pembuangan sampah akhir (TPSA).
“Kita sudah berkoordinasi dengan pihak PU untuk mengatasi sampah-sampah yang ada di pengairan terutama untuk wilayah yang ada di saluran pasar. Karena yang disarankan oleh pak Plt (Edi Ariadi) persoalan sampah itu menjadi tanggungjawab bersama,” ujarnya saat sedang ditemui di markas Kodim 0623/Cilegon, Jumat (19/1).
Ia menjelaskan DLH Cilegon pada akhir tahun 2017 lalu mendapatkan penambahan mobil pengangkut sampah. Sehingga sampah yang menumpuk di tempat pembuangan sampah (TPS) yang tersebar dibeberapa titik lokasi dapat cepat dibawa untuk dibuang ke TPSA.
“Kita ada penambahan lima unit. Pengoperasiannya mungkin sudah bisa dilakukan di awal tahun 2018 ini. Mudah-mudahan bisa memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Donny Pramono mengatakan, untuk menyikapi penumpukan sampah perlu adanya Bank Sampah. Berdasarkan hasil pengamatannya, keberadaan Bank Sampah yang ada di Kota Cilegon belum merata di setiap kelurahan. Ia meminta DLH Kota Cilegon untuk lebih giat membina keberadaan Bank Sampah.
“Bank sampah ini sudah mulai dilupakan oleh masyarakat. Untuk normalnya di setiap kelurahan itu ada satu Bank Sampah. Tapi di Cilegon ini baru ada 18 Bank Sampah (di Kota Cilegon ada 43 Kelurahan),” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










