PATIA – Warga di bantaran Sungai Cilemer, tepatnya di Kampung Citundun, Desa Ciawi, Kecamatan Patia, beberapa hari terakhir ini mengalami krisis air bersih.
Kondisi itu terjadi karena kondisi sumur timba yang biasa mereka gunakan untuk minum selalu keruh (berlumpur).
Kemarin (21/1) siang, puluhan warga setempat pun berebut air bersih yang dipasok Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Berkah Pandeglang. Mereka berlomba untuk mendapatkan antrean lebih dulu seolah sudah lama tidak pernah mendapatkan air. “Warga di sini kesulitan air bersih sejak Jumat (19/1) lalu lantaran air sumur kami keruh. Setelah hujan deras dan sempat banjir akibat Sungai Cilemer yang meluap,” kata Mus Mualim, tokoh masyarakat Kecamatan Patia, saat mengantre untuk mendapatkan air bersih, kemarin.
Ketua MUI Kecamatan Patia ini berharap, terus adanya bantuan air bersih dari pemerintah. Kata dia, kiriman air bersih PDAM Tirta Berkah setidaknya telah mengurangi kesulitan warga dalam memenuhi kebutuhan air minum. “Mudah-mudahan setelah adanya bantuan air bersih ini, kebutuhan air minum warga dapat terpenuhi,” katanya.
Pembagian air bersih saat itu langsung disaksikan Camat Patia Subro Mulisi. Menurutnya, di Kecamatan Patia saat ini ada tiga desa yang mengalami krisis air bersih, yaitu Desa Surianeun, Ciawi, dan Idaman. “Namun, hari ini (kemarin-red) kami baru mengirimkan satu armada dengan kapasitas 4.000 liter air bersih di Desa Ciawi. Rencananya besok (hari ini-red) ke Desa Idaman dan dilanjutkan ke Desa Surianeun,” katanya.
Subro memastikan, pengiriman bantuan air bersih akan terus dilakukan selama ada permintaan dari masyarakat. “Informasi dari PDAM pengiriman air bersih untuk minum terus dilakukan selama warga masih membutuhkan. Akan tetapi, dasarnya harus ada permintaan dari kades masing-masing secara tertulis,” terangnya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Berkah Pandeglang Euis Yuningsih mengatakan, pengiriman bantuan air bersih untuk warga di bantaran Sungai Cilemer merupakan bentuk kepedulian PDAM kepada masyarakat yang mengalami kekurangan air. “Pengiriman itu agar warga bisa mendapatkan air minum dengan mudah. Soalnya, pascabanjir sumur warga tidak bisa dikonsumsi karena kotor,” katanya. (Herman/RBG)










