SERANG – Rahmat Hernowo secara resmi hari ini menggantikan Budiharto Setiawan sebagai Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Banten. Proses serah terima jabatan dilakukan di kantor KPw BI Provinsi Banten, Palima, Kota Serang, Senin (29/1).
Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menjelaskan, pria yang sebelumnya bertugas di kantor perwakilan BI di Tokyo, Jepang, ini mampu menekan angka inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi Banten.
“Capaian inflasi yang rendah dan stabil itu mencerminkan daya saing kita,” kata Sugeng saat memberikan keterangan pers.
Sugeng melanjutkan, terkait pertumbuhan ekonomi, hal ini menjadi perhatian karena berkaitan terhadap beberapa aspek, salah satunya tingkat pengangguran di Banten.
“Pertumbuhan ekonomi sebanyak lima persen tidak cukup, ke depan harus lebih agar bisa menyerap tenaga kerja,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Asda II Provinsi Banten Ino S Rawita Banten menuturkan, kondisi Banten dan Jepang sangatlah berbeda. Karena itu, Rahmat Hernowo diharapkan bisa secara cepat melakukan penyesuaian.
“Bangun ekonomi Banten sehingga masyarakat menjadi lebih sejahtera,” ujarnya.
Terkait dua hal tersebut, Kepala Kantor Perwakilan BI Banten Rahmat Hernowo menjelaskan, baginya Banten merupakan daerah yang menarik. Karena banyak korporasi besar berada di wilayah yang dekat dengan DKI Jakarta ini.
“Industri logam dasar, kimia dasar ada di Banten. Banten merupakan daerah yang istimewa,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Nowo itu melanjukan, selain itu, disparitas antar-wilayah di Banten masih sangat tinggi. Disparitas Banten yang dekat dengan DKI Jakarta dengan daerah lainnya sangat tinggi. Hal itu perlu menjadi perhatian bersama.
“Ini menarik untuk ke depan,” tuturnya.
Soal angka pengangguran, secara nasional menunjukakn angka yang tinggi. Namun menurut Nowo, jika dibedah, ada fakta menarik terkait data tersebut.
“Kita bedah lagi, angka pengngguran di kabupaten kota tingginya berbeda. Kalau tidak salah tertinggi di Lebak. Tapi perlu juga ada perhatian, di Banten itu banyak industri sehingga banyak orang dari luar Banten datang ke Banten untuk mencari kerja, dan orang-orang itu ikut terdata sehingga menghasilkan angka yang tinggi pada pengangguran,” katanya.
Karena itu, nanti, lanjut Nowo, BI akan terus melakukan kajian analisa dan memberikan hasil analisa itu kepada pemerintah daerah sehingga baik angka inflasi maupun pengangguran bisa ditekan. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









