SERANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten Asep Rahmatullah menduga terdapat masalah pada kontstruksi Underpass di Jalan Selatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, yang roboh kemarin, Senin (5/2).
Menurut Asep, kemungkinan ada kesalahan dalam perencanaan pembangunan beton underpass tersebut sehingga tidak kuat menahan tanah saat hujan terjadi dengan intesitas besar.
“Saya kira itu ada salah konstruksi, dalam kontek perencanaan dia tidak menghitung debit air, walaupun saya lihat itu kontruksi beton dengan panjang sekitar 20 meter harusnya kan ketika ada saluran air yang mumpuni saya rasa tidak akan jebol,” kata Asep, Selasa (6/2).
Menurut Asep, jika perencanaan konstruksi matang, misalnya adanya saluran air yang cukup saat adanya debit air yang besar, serta perencanaan aspek lainnya, kemungkinan tidak terjadinya bencana tersebut sangat mungkin terjadi.
“Kalau berkaitan korban, itu ada kuasa Allah, tapi sebab itu terjadi karena persoalan human error dimana dari sisi perencanaan tidak matang,” ujarnya.
Asep berharap pemerintah menjadikan musibah tersebut sebagai pelajaran agar sebelum melaksanakan pembangunan, proses perencanaan harus dilakukan secara matang. Segala aspek konstruksi bangunan harus diamati dan dihitung dengan baik.
Musibah tersebut sendiri menewaskan Dianti Diyah Ayu Cahyani Putri (24), Perumahan Kota Serang Baru (KSB), Kelurahan Banjar Agung, Cipocokjaya, Kota Serang. Jenazah korban yang tertimbun reruntuhan longsor Banten tersebut telah dimakamkan di Pemakaman Kampung Cengkok, Samping Pusat Pemerintahan Kota Serang, Banjaragung, Cipocok, Kota Serang, sekira 13:30 WIB, Selasa (6/2).
Isak tangis terus mewarnai prosesi pemakaman, apalagi keluarga almarhumah dan ibunda almarhumah yang terus menangis, sambil memeluk poto kenangan putri bungsunya. Putri begitu nama sapaannya, merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara, adalah Ghandi, kakak pertama dan Ghanda, kakak kedua.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat, ditambah gemericik hujan yang mengiringi proses peristirahatan yang terakhir. Sejumlah kerabat pun ikut menghantarkan jenazah ke liang lahat. Seperti rekan-rekan kerja dari Garuda Maintanance Facility (GMF) dan rekan kerja dari PT Indah Kiat. Dimana, sebelum almarhumah menjadi pegawai GMF, ia bekerja di PT Indah Kiat.
Para pejabat juga terlihat bertakziyah hingga mengikuti prosesi pemakaman sampai selesai. Diantaranya, Gubernur Banten Wahidin Halim, Walikota Serang Tubagus Chairul Jaman, bakal calon Walikota Serang Vera Nurlaela Jaman dan Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin.
Gatot Cahyono Susanto, ayah dari almarhumah Dianti Diyah Ayu Cahyani Putri mengaku sudah mengiklhaskan kepulangan putri bungsunya ke liang lahat. “Keluarga sudah ikhlas. Kami tidak menuntut kontraktor. Yang jelas supaya membangun lebih hati-hati. Tidak ada rencana untk menuntut,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)










