LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera mengambil langkah cepat dalam menangani Jalan Sabagi-Muncang yang longsor di Desa Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga. Kondisi tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat serta berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Lebak Asep Nuh menegaskan, akses jalan tersebut merupakan jalur vital bagi warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sehari-hari. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan dampaknya akan semakin meluas.
“Kami meminta PUPR segera turun tangan dan melakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tidak terputus total. Ini menyangkut keselamatan warga,” ujar Asep Nuh, Senin 6 April 2026.
Dikatakan Asep Nuh, Jalan Sabagi-Muncang merupakan akses transportasi masyarakat beberapa kecamatan di Lebak. Jalan ini longsor pada Ramadan lalu dengan lebar lebih dari lima meter dan kedalaman tiga meter.
Saat ini, jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Muncang, Cimarga, dan Rangkasbitung, tersebut tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Karena sebagian badan jalan longsor dan hanya menyisakan bahu jalan untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki.
“Ini tentu harus cepat ditangani, karena kasihan masyarakat harus berputar belasan kilometer ketika akan ke Rangkasbitung,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Sangiangjaya, Kecamatan Cimarga, Usep Pahlaludin mendesak Dinas PUPR untuk segera melakukan penanganan jalan longsor di wilayahnya. Saat ini, aktivitas masyarakat dari desanya terganggu akibat jalan putus.
“Masyarakat kami yang akan ke rumah sakit atau menjual hasil pertanian terpaksa harus muter ke Sajira. Jarak tempunya lebih jauh,” ungkapnya.
Editor: Mastur Huda











