CILEGON – Warga Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon mengeluhkan debu yang berterbangan hingga memasuki lingkungan rumahnya. Warga menuding debu tersebut berasal dari polusi industri yang sebagian besar disumbangkan dari hasil produksi PT Krakatau Posco.
Sumantri warga Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan mengaku kerap melihat kumpulan debu terbang dari dalam wilayah PT Krakatau Posco hingga menyebar ke permukiman masyarakat. Ia khawatir jika hal tersebut berlangsung berlarut-larut akan berdampak pada memburuknya kesehatan warga.
“Perusahaan harus ramah terhadap lingkungan. Jangan seperti ini, dibiarkan saja hingga menyusahkan masyarat luas. Pemerintah juga haru membuka mata dan menindaklanjuti apa yang dikeluhkan warganya,” ujarnya, Kamis (8/2).
Terpisah, Kepala Departemen Lingkungan PT Krakatau Posco Joko Winarno menyangkal jika debu yang mencemari lingkungan warga berasal dari hasil proses produksi PT KP.
“Kalau awal-awal dulu perusahaan dibuka memang debu yang timbul itu dari proses produksi. Karena memang temen-temen di pabrik ini masih belajar. Tapi sejak 2016-2017 pabrik itu stabil beroperasi, sudah tidak berpotensi menimbulkan debu. Fasilitas industri kita sudah paling baik dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Namun ia memungkin jika debu itu berasal dari tanah lingkungan PT KP yang tertiup angin. “Kami tidak akan menyalahkan angin. Karena kenyataanya memang sedang terjadi cuaca ektrem, mungkin kebetulan anginnya mengarah ke perkampungan. Kalau itu diluar kendali kita,” tuturnya.
Camat Ciwandan, Kota Cilegon Ah Junaidi meminta warga dan pihak perusahaan sama-sama maklum. Ia membenarkan jika saat ini sedang terjadi cuaca ektrim sehingga kerap terjadi angin kencang dan menerbang debu. Namun ia juga mengaku turut merasakan apa yang dikeluhkan oleh warga.
“Masyarakat itukan aset penting bagi perusahaan dan aspirasinya memang harus didengar. Tapi cuaca memang sedang ekstrem. Ketika warga teriak, saya datang ke Posco ternyata produksinya normal tidak ada kendala. Debu yang ada diatas atap tertiup angin hingga ke permukiman,” katanya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










