slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pengukur Suhu, Alat Wajib Baru

Redaksi by Redaksi
27-02-2018 13:09:49
in Berita Utama, Catatan Dahlan Iskan
Rasanya Kita Yang Besarkan HTI

Dahlan Iskan

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

HASIL lab yang mengindikasikan muncul tidaknya kanker di tubuh saya selesai tepat di malam Tahun Baru Imlek: Negatif! Alhamdulillah. Allahu Akbar. Saya seperti dapat angpao setebal bantal!

Salah satu penanda tumor saya, AFP, hasilnya 2,7. Itu jauh di bawah pertanda munculnya tumor (15). Penanda kanker lainnya, CEA, menunjukkan angka 2,1. Itu bagus. Jauh dari batas lima.

Baca Juga :

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Penanda munculnya tumor lainnya, CA19-9, juga bagus. Hanya 12. Jauh dari 37. PSA saya juga ok: 8,31. Bukan di bawah empat.

Penanda lainnya, FT3, FT4 dan TSHs semua baik. Tidak menunjukkan tanda-tanda munculnya bahaya. Sedang ANA-profile juga tidak ada angka yang mencurigakan. Saya pun tenang. Tidak sia-sia doa dari berbagai kelompok pengajian. Juga dari teman-teman gereja. Dari teman-teman Budha, yang doanya selama tiga jam penuh mulai saya masuk ruang operasi sampai masuk ICU.

Tapi, mengapa berat badan saya turun terus? Ini akan saya analisa lebih lanjut. Secara terpisah. Apakah ada hubungannya dengan pola hidup baru saya? Sudah lebih lima tahun saya menempuh hidup sehat.

Di samping berolahraga rutin, makanan pun saya jaga. Saya sudah terbiasa tidak minum yang ada gulanya. Hanya air putih. Tidak makan kue yang manis. Mengurangi makan nasi. Tidak minum dari minuman botol atau kaleng. Menghindari bumbu masak. Menjauhi pengawet makanan.

Intinya: perang total melawan gula. Saya tidak mengidap sakit gula, tapi saya harus jaga diri. Juga harus solider dengan istri yang terkena sakit gula. Saya ingin jadi contoh untuk istri saya: ini lho yang tidak sakit gula saja diet keras.

Kebiasaan itu terbawa sehari-hari. Sampai sekarang. Di saat mestinya saya harus menaikkan berat badan, saya tidak bisa berubah. Mulut sudah terlanjur tidak bisa menerima makanan atau minuman yang manis. Lidah terlanjur menolak makanan yang berminyak. Selera makan terlanjur berubah.

Kalau sudah tidak pernah minum manis, air putih pun terasa manis. Kalau terbiasa minum manis, mula-mula gula satu sendok sudah manis. Lama-lama dua sendok baru terasa manis. Setelah itu tiga sendok baru dibilang manis.

Saya belum tahu harus bagaimana sekarang. Mungkin harus mulai memaksakan diri untuk mulai olahraga rutin. Meski semua indikasi penanda tumor negatif, saya belum lapor dokter Benjamin. Takut ditegur, kok belum waktunya sudah melakukan tes sendiri. Tapi, saya pasti akan melaporkannya. Saya melihat ada beberapa indikasi lain yang belum baik. Di dalam hasil lab itu terbaca CRP saya masih 49. Ini pertanda masih ada sedikit infeksi di dalam tubuh saya. Itulah sebabnya air liur saya masih pahit. Selera makan masih belum bisa pulih. Temperatur badan saya juga masih sekitar 37,3 sampai 37,6 Celsius. Tiga kali sehari saya mengukur suhu badan. Belum pernah di level 36 derajat celsius.

CRP yang 49 itu masih sama dengan keadaan saya bulan lalu. Saya heran. Kok, tidak turun-turun ya? Targetnya harus bisa mencapai 15. Masih jauh. Agar tidak adalagi indikasi terjadi infeksi di dalam tubuh. Apakah pecahnya aorta saya di Madinah akhir Desember lalu itu begitu parahnya? Begitu panjangnya? Sampai sudah hampir dua bulan masih 49?

Dengan CRP di angka itu saya memang tidak lagi diberi obat antibiotik. Dokter memilih menyerahkannya ke mekanisme penyembuhan oleh tubuh sendiri. Beda dengan ketika CRP saya masih 170. Yakni, setelah terjadinya peristiwa aorta dissection di Madinah itu. Atau sesaat setelah dilakukan operasi aorta.

Maka, begitu tiba di Singapura saya digelontor antibiotik. Setelah operasi pun terus dihantam antibiotik. Terutama melalui mekanisme infus. Bahwa tanpa minum antibiotik suhu badan saya masih di kisaran 37,5 derajat dan CRP saya juga belum mau turun dari 49, yang penting tidak naik lagi.

Mungkin memang diperlukan waktu yang lebih panjang untuk menormalkan kerusakan saluran darah utama saya yang begitu panjang. Kini, ke mana-mana saya bawa pengukur suhu badan. Toh, sudah ada yang modern. Seukuran alat cukur jenggot. Tinggal tembakkan sinar ke arah kening. Bisa saya lakukan sendiri. Hanya baterainya cepat habis.

Cucu-cucu saya sering menjadikannya mainan tembak-tembakan sinar. Banyak yang bertanya apakah stent yang dipasang di pembuluh darah saya itu perlu perawatan? Bisa dicopot? Untuk dibersihkan, misalnya? Jawabnya: tidak. Rangkaian stent itu permanen menyatu dengan dinding saluran darah. Karena itu, bahannya dipilih yang cocok untuk itu.

Tentu stent yang dirangkai menjadi seperti selang sepanjang setengah meter tersebut tetap dianggap benda asing. Yang tidak boleh dimasukkan tubuh. Yang harus ditolak oleh sistem tubuh.

Tapi, saya kan sudah punya benda asing lainnya di tubuh saya. Sejak sepuluh atau 11 tahun lalu. Yakni, hati baru saya yang aslinya hati milik pemuda Tianjin yang meninggal mendadak.

Setiap hari saya minum obat untuk ‘memaksa’ tubuh saya mau menerima benda asing itu. Jadi, obat tersebut sekalian untuk benda asing baru yang berupa selang rangkaian stent ini.

Memang tidak perlu ada pemeliharaan untuk rangkaian stent itu. Tapi, juga tidak boleh sembrono. Misalnya: saya harus disiplin minum obat pengencer darah. Mula-mula saya menolak minum obat ini. Darah saya menjadi sangat encer. Setiap waktu selesai pengambilan darah perlu menunggu lama. Darah masih keluar terus dari bekas jarum. Perawat tidak bisa segera menempelkan kapas dan membalutnya dengan plester.

Tapi, dokter Benjamin Chua memberi penjelasan bagus. Begini: kalau darah saya terlalu kental, apalagi kalau banyak kolesterolnya, dikhawatirkan ada lemak yang menempel ke salah satu stent itu. Lemak itu, atau apa pun yang bisa menempel, lantas mengeras. Suatu saat benda kecil yang sudah mengeras itu bisa lepas dari stent. Ikut darah. Beredar ke seluruh tubuh. Lewat jantung. Atau otak. Lalu menyumbat di situ. Kalau menyumbatnya di jantung bisa mati. Kalau nyangkutnya di otak bisa stroke. Wah….ini serius. Bukan sekadar pengencer darah untuk meringankan beban jantung. Sejak ada penjelasan seperti itu saya tawakal: ada satu obat lagi yang harus secara disiplin saya minum setiap hari.

Hanya saja, saya berpesan pada istri: jangan pernah benturkan kepala saya ke tembok. Penjelasan ini berlaku juga untuk orang yang di jantungnya sudah dipasangi stent. Atau orang awam menyebutnya dipasangi ring. Istri mereka juga tidak boleh membenturkan kepala suami ke tembok.

Mereka juga harus minum obat pengencer darah. Takut ada lemak yang menempel di ring itu. Mengeras. Dan lepas. Itulah sebabnya orang yang sudah dipasangi ring harus jaga makanan. Jangan yang berlemak. Saya lebih berat dari itu. Orang pasang ring di jantungnya biasanya hanya satu atau dua. Atau paling banyak lima. Atau berapalah.

Sedang ring yang dipasang di saluran darah utama saya ini jumlahnya 570! Dirangkai menjadi seperti selang dengan diameter hampir empat sentimeter. Dengan demikian, kemungkinan ada benda yang menempel di salah satunya tentu 570 kali lebih banyak dari yang hanya pasang satu ring. (*)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Marak Isu Penyerangan Pemuka Agama, 17 Orang Gila Dirazia

Next Post

Sudah 50 Orang Gila di Banten yang Dirazia Polisi

Related Posts

Sayap Ekonom
Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

by Agung S Pambudi
Rabu, 30 Juli 2025 08:11

Oleh:Dahlan Iskan DALAM hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh...

Read moreDetails

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Untung Ada Komentar

Dosa Ultah

Ultah

Penyelamatan

Guo Nian

Andrian

Next Post
Sudah 50 Orang Gila di Banten yang Dirazia Polisi

Sudah 50 Orang Gila di Banten yang Dirazia Polisi

KPU Lebak Gelar Kampanye Damai di Alun-alun Rangkasbitung

KPU Lebak Gelar Kampanye Damai di Alun-alun Rangkasbitung

Direktorat Polair Polda Banten Bekuk Penjual BBM Tanpa Dokumen

Direktorat Polair Polda Banten Bekuk Penjual BBM Tanpa Dokumen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Sabtu, 30 Mei 2026 17:42
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Sabtu, 30 Mei 2026 17:28
Tunggu Pembayaran, Penjual Gas Elpiji Nyaris Tewas Dianiaya Pembeli, Dipukul dengan Tabung Gas Melon

Tunggu Pembayaran, Penjual Gas Elpiji Nyaris Tewas Dianiaya Pembeli, Dipukul dengan Tabung Gas Melon

Sabtu, 30 Mei 2026 17:16
20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP Negeri Kota Serang Bakal Dapat Bantuan Seragam Gratis

20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP Negeri Kota Serang Bakal Dapat Bantuan Seragam Gratis

Sabtu, 30 Mei 2026 16:23
Dindikbud Kota Serang: Seragam Sekolah Gratis Akan Dibagikan Setelah SPMB 2026 Rampung

Dindikbud Kota Serang: Seragam Sekolah Gratis Akan Dibagikan Setelah SPMB 2026 Rampung

Sabtu, 30 Mei 2026 15:32
Bangun Mini Sport di Enam Kecamatan, Pemkot Serang Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar

Bangun Mini Sport di Enam Kecamatan, Pemkot Serang Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 15:19
Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Sabtu, 30 Mei 2026 17:42
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Sabtu, 30 Mei 2026 17:28
Tunggu Pembayaran, Penjual Gas Elpiji Nyaris Tewas Dianiaya Pembeli, Dipukul dengan Tabung Gas Melon

Tunggu Pembayaran, Penjual Gas Elpiji Nyaris Tewas Dianiaya Pembeli, Dipukul dengan Tabung Gas Melon

Sabtu, 30 Mei 2026 17:16
20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP Negeri Kota Serang Bakal Dapat Bantuan Seragam Gratis

20 Ribu Lebih Siswa SD dan SMP Negeri Kota Serang Bakal Dapat Bantuan Seragam Gratis

Sabtu, 30 Mei 2026 16:23
Dindikbud Kota Serang: Seragam Sekolah Gratis Akan Dibagikan Setelah SPMB 2026 Rampung

Dindikbud Kota Serang: Seragam Sekolah Gratis Akan Dibagikan Setelah SPMB 2026 Rampung

Sabtu, 30 Mei 2026 15:32
Bangun Mini Sport di Enam Kecamatan, Pemkot Serang Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar

Bangun Mini Sport di Enam Kecamatan, Pemkot Serang Alokasikan Anggaran Rp 6 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 15:19

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

Kemenkum RI: Rampak Bedug Itu Kekayaan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang 

by Purnama Irawan
Sabtu, 30 Mei 2026 17:42

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, menerima sertifikat mengukuhkan Rampak Bedug sebagai Kekayan Intelektual Komunal Kabupaten Pandeglang dari Kemenkum RI.

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Dorong Pencopotan Ahmad Mursidi sebagai Staf Ahli Bupati 

by Purnama Irawan
Sabtu, 30 Mei 2026 17:28

Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pandeglang, MM Fuhaira Amin.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak