CILEGON – Sebanyak 27 orang calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon telah mengikuti tahap tes berbasis komputer atau computer assisted test (CAT). Ini merupakan tahapan awal yang harus diikuti oleh seluruh calon komisioner KPU.
Ketua Tim Seleksi (timsel) Anggota KPU Provinsi Banten Suwaib Amiruddin mengatakan, setelah mengikuti tes berbasis komputer, sebanyak sembilan orang dinyatakan gugur sehingga tersisa 18 orang.
“Berikutnya tes psikologi yang sudah dilakukan. Rencananya besok (hari ini-red) kita akan mengambil hasilnya ke laboratorium psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” jelas Suwaib, Minggu (1/4).
Menurut Suwaib, para incumbent atau para komisioner KPU Cilegon yang masih aktif juga sudah mengikuti tes psikologi. Begitu juga dengan pejabat Pemkot yang mendaftar sudah mengikuti tes psikologi. “Sekarang sebanyak 18 orang itu sedang menunggu hasil tes psikologi termasuk incumbent dan pegawai ASN Cilegon,” ujar Suwaib.
Dikatakan Suwaib, hasil tes psikologi akan segera disampaikan kepada seluruh peserta sebelum 5 April. Sementara, pada 5 April sampai 12 April para calon akan mengikuti tes kesehatan. “Jadi, masih ada waktu untuk kita umumkan hasil tes psikologi ini,” kata Suwaib lagi.
Adapun untuk tes wawancara, lanjut Suwaib, akan dilaksanakan pada 16-19 April. “Terakhir penetapan hasil seleksi KPU akan dilakukan pada 26 April. Hasil penetapan ini nantinya akan kita langsung sampaikan ke KPU RI,” lanjut Suwaib.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untirta itu berharap, seluruh peserta yang mengikuti tahapan seleksi anggota KPU tetap semangat meskipun setiap tahapan sudah pasti akan ada yang gugur. “Melalui sejumlah tahapan ini diharapkan, nanti anggota KPU yang terpilih adalah mereka yang benar-benar bisa menjalankan lembaga penyelenggara pemilu ini,” harap Suwaib.
Ketua Divisi Sosialisasi KPU Cilegon Irfan Alfi yang juga mengikuti seleksi KPU periode 2018-2021 optimistis, bisa kembali terpilih untuk menjadi anggota KPU Cilegon untuk yang kedua kalinya.
Dia mengaku, setiap tahapan tidak bisa dilaluinya dengan mudah sebab banyak pesaing lainnya yang juga berharap bisa lolos menjadi anggota KPU. “Yang namanya manusia kan cuma bisa berusaha. Tapi, saya akan terus untuk optimis dalam setiap tahapan seleksi yang saya ikuti,” tandasnya. (mam/ibm/dwi/RBG)








