SERANG- Atlet paralayang Banten, Aris Apriansyah, mengusung target tinggi pada Kejuaraan Dunia Paralayang Nomor Ketepatan Mendarat (KTM) atau Paragliding Accuracy World Cup (PGAWC) 2018. Tidak tanggung-tanggung, Aris mengusung target meraih medali emas pada single event yang akan dilangsungkan di Kazakhstan pada Jumat-Sabtu (4-5/5).
Tidak hanya sekadar target, capaian Aris di Kazakhstan nanti sekaligus menjadi tiket berlaga di Asian Games 2018. Aris yang tergabung dalam Tim Pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) Paralayang Indonesia saat ini disiapkan untuk menghadapi Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Paralayang Banten Asep Renggana mengatakan, target yang dicanangkan Aris sangat beralasan. Itu lantaran Aris merupakan peraih medali emas di kejuaraan yang sama tahun 2017 di Canada.
Tapi, kejuaraan tahun 2018 berbeda dengan tahun 2017. Tahun 2018 dibuat seri yang mana dalam setahun ini akan ada enam seri atau enam kejuaraan.
Seri I di Turki (16 Februari), seri II di Kazakhstan (4 Mei), seri III di Indonesia (13 Juli), seri IV di Kanada (5 Oktober), seri V di Nepal (2 November), dan seri VI di Albania (14 Desember).
“Kita berharap Aris mampu menujukkan penampilan terbaiknya agar dipertahankan di Pelatnas Asian Games,” kata pria yang akrab disapa Areng kepada Radar Banten, Rabu (2/5).
Pelatih Paralayang Banten Anwar Permana menyatakan, kejuaraan dunia di Turki juga dijadikan Timnas Paralayang Indonesia sebagai ajang pemanasan atau tryout jelang berlaga di Asian Games 2018.
“Ambil medali emas di Turki nanti agar posisi aman di Asian Games. Setelah itu, baru kita persiapkan untuk PON XX Papua 2020. Insya Allah kami semua satu tekad untuk Banten Cemerlang di PON XX Papua 2020,” tegasnya.
Bila melihat kualitas yang dimiliki Aris saat ini, ia optimistis Aris mampu membanggakan Indonesia. Baik itu di kejuaraan dunia ataupun Asian Games. “Performa Aris saat ini sangat bagus dan menurut saya tengah berada di puncak performa. Hanya saja, kami berharap kualitas Aris terus meningkat hingga puncaknya di PON XX Papua 2020,” tandas Anwar. (dre/ful/ira/RBG)









