slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Kunti Mudah Pikat Lelaki dengan Ubah Penampilan Lebih Seksi

Aas Arbi by Aas Arbi
15-05-2018 13:34:48
in Sosial Budaya
Kunti Mudah Pikat Lelaki dengan Ubah Penampilan Lebih Seksi
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Pagi itu Kunti (33), nama samaran, menutupi wajahnya dengan handuk. Hanya terlihat mata dan keningnya yang tampak malas karena belum mandi. Beberapa tetangga yang sibuk memilih sayur untuk bahan masakan, menatap sinis penasaran. Ketika ditanya, Kunti mengaku, sedang sariawan.

Anehnya, Kunti yang biasanya banyak bicara dan ikut mendengar obrolan pagi bersama ibu-ibu, hari itu tampak berbeda. Hanya memesan tahu tempe tanpa bumbu masakan, ia terlihat buru-buru sambil mengangguk pamit. Namun, ketika seorang ibu menyentuh lengan kirinya, Kunti menjerit kesakitan. Lekas ia mempercepat langkah menuju rumah.

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Apa yang dialami Kunti membuat ibu-ibu semakin penasaran. Ya, yang namanya tinggal di kampung, ada hal aneh sedikit, pasti langsung menyebar ke mana-mana. Muncullah berbagai isu tak sedap, mulai dari menuduh Kunti terkena penyakit kulit, sampai terkena serangan santet. Oalah. Memang kenapa sih, Teh?

“Kalau saja sekarang masih sama dia, mungkin saya enggak bakal berani ceritain ini ke Kakang. Saya sering disiksa, Kang,” curhat Kunti kepada Radar Banten.

Kunti terlahir dari keluarga sederhana, tidak miskin tidak juga kaya. Sang ayah yang bekerja sebagai pegawai pabrik dan ibu tak bekerja, membuat hidup Kunti bersama tiga adiknya berlangsung apa adanya. Tidak banyak menuntut pada orangtua, selepas menamatkan sekolah SMA, ia mencari nafkah guna membantu ekonomi keluarga.

Kunti mengaku, sebenarnya ia tak ingin mengakhiri masa lajang di usia muda. Masih banyak hal yang belum dicapai, bahkan Kunti berniat melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Namun, apalah daya lantaran banyak teman seusia yang menikah setelah lulus sekolah, pola pikir kedua orangtua pun ikut terbawa lingkungan. Waduh, maksudnya dipaksa cepat-cepat nikah gitu, Teh?

“Ya, enggak dipaksa sih, Kang. Cuma mereka pada nyindir dan banding-bandingin gitu sama yang sudah nikah. Kan kesal juga,” ungkap Kunti.

Kalau dilihat dari wajah, Kunti memang tidak terlalu cantik. Namun, kulit putih dan bodi seksinya, dijamin bakal bikin lelaki tak bisa tidur nyenyak. Bayang sosok Kunti akan selalu menghantui. Widih, ini mentang-mentang namanya Kunti, kok kesannya kayak hantu saja ya. Hehe.

Apesnya, di saat rongrongan orangtua menerpa meminta segera menikah, Kunti dilanda gelisah galau merana lantaran belum ada lelaki pujaan hati yang mengisi relung jiwa. Sejak putus dengan sang mantan sewaktu kelas X SMA, ia belum mendapat penggantinya.

Namun, bukan Kunti namanya kalau menyerah begitu saja. Mengubah penampilan menjadi lebih terlihat menggoda, Kunti sukses menarik perhatian pria di kampungnya. Bahkan, beberapa tetangga yang sudah mempunyai anak istri pun, kalau Kunti lewat depan rumah, diam-diam pasti melirikkan mata. Wah-wah, ini kok kesannya jadi kayak wanita penggoda?

“Enak saja, enggaklah, Kang. Mereka saja yang kegenitan. Orang saya cuma ganti penampilan doang kok, yang tadinya sering pakai rok, ganti jeans, kaus ya pokoknya yang minim-minimlah,” aku Kunti. Ya, terserah Teh Kunti sajalah.

Namun, bagai memancing di air keruh, para lelaki yang dirasa mulai tertarik, nyatanya hanya bisa bersiul di pinggir jalan tanpa berani datang ke rumah. Jadilah Kunti galau tingkat dewa. Tapi, seolah Tuhan menjawab doanya, berkat kenalan seorang teman, Kunti dipertemukan dengan Juling (40) bukan nama sebenarnya.

Baru dipertemukan sekali di sebuah taman di Kota Serang, Kunti berani mengundang Juling datang ke rumah menemui sang ayah. Hebatnya, seolah ingin menunjukkan keseriusan, lelaki berbadan kekar dengan rambut ala-ala anak muda zaman now itu menyanggupi permintaan Kunti.

Tepat di hari yang sudah dijanjikan, Juling datang membawa serta kakak dan dua temannya. Lantaran sang ayah yang sudah tiada, ia berkata apa adanya dan berniat ingin langsung menuju jenjang pernikahan. Beruntungnya, keluarga Kunti yang tak begitu selektif soal materi langsung menerima.

Singkat cerita, keduanya pun sepakat menuju jenjang pernikahan. Merayakan pesta sederhana, hanya mengundang kerabat dan teman kedua mempelai, pernikahan Kunti dan Juling berlangsung lancar. Mengikat janji sehidup semati, mereka resmi menjadi sepasang suami istri.

Di awal pernikahan, Juling bersikap sebagai seorang pemimpin rumah tangga yang menyayangi istri. Tinggal bersama keluarga Kunti, ia selalu menunjukkan perilaku baik. Bekerja sebagai pelayan di sebuah perusahaan ternama di Kabupaten Serang, Juling turut membantu ekonomi keluarga.

Menginjak tahun kedua usia pernikahan, rumah tangga mereka semakin berwarna dengan hadirnya anak pertama. Hubungan kedua keluarga pun semakin harmonis, tak dinyana, Juling pun semakin menyayangi Kunti sang istri tercinta. Cie… romantis begini, mana peristiwa penyiksaannya, Teh?

“Hem… atuh ini kan waktu masih tinggal di rumah keluarga saya,” tukas Kunti. Lah memangnya? Ya coba diteruskan ceritanya, Teh!

Di tengah kebahagiaan menyambut kehadiran sang buah hati tercinta, musibah itu datang tak terduga. Tengah malam ketika ia baru selesai membersihkan badan sepulang bekerja, Juling dikagetkan kabar ibunya meninggal dunia. Tanpa banyak kata, ia bergegas pulang dan mendapati bendera kuning di pagar rumahnya.

Juling amat terpukul akan kematian sang ibu soalnya ia tak memiliki siapa-siapa lagi. Kakak-kakaknya sudah menikah, dan parahnya, semenjak kematian sang ayah dahulu, ia sering ribut dengan sang kakak karena masalah warisan. Oalah, kasihan amat ya Kang Juling.

Semua harta orangtua direbut kakaknya, Juling hanya diberi warisan rumah yang segala isinya pun dibawa serta. Ia memutuskan membawa Kunti tinggal di rumah bekas almarhumah ibu. Hari demi hari dilalui, Juling tak romantis lagi. Mungkin karena stres dan masih belum bisa menerima kenyataan, ia lebih banyak diam.

Kunti tak menyangka, semua masa indah di awal pernikahan berubah menjadi penderitaan. Tepatnya sebulan setelah kepindahan, Juling dipecat dari tempatnya bekerja karena terlibat keributan. Alih-alih menenangkan, Kunti malah jadi bahan pelampiasan.

“Duh, Kang, setahun lebih saya bersabar mempertahankan rumah tangga. Dia enggak bisa berubah,” kata Kunti.

Memar di bagian bibir, mata sembab karena menangis sehari semalam, menjadi bukti kisah pilu Kunti bersama sang suami. Hingga suatu hari, lantaran tak kuat menanggung sakitnya rumah tangga dengan Juling, Kunti memilih jalan perpisahan. Ia sudah pesimistis, jika dilanjutkan rumah tangganya tak akan menemukan titik kebahagiaan seperti di awal pernikahan.

Ya ampun, sabar ya Teh Kunti. Semoga Kang Juling dapat hidayah. Amin. (daru-zetizen/zee/dwi/RBG)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Satu Tahun Kepemimpinan WH-Andika: Reformasi Birokrasi Setengah Hati

Next Post

Jelang Ramadan, Harga Daging dan Telur Naik

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Jelang Ramadan, Harga Daging dan Telur Naik

Jelang Ramadan, Harga Daging dan Telur Naik

Hadapi PSIR Rembang Sore Ini, Cilegon United Pertajam Serangan

Hadapi PSIR Rembang Sore Ini, Cilegon United Pertajam Serangan

Warga Babakan Ramai-ramai Keramas di Sungai Cisadane

Warga Babakan Ramai-ramai Keramas di Sungai Cisadane

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat, KLH Imbau Warga Gunakan Masker

Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat, KLH Imbau Warga Gunakan Masker

Jumat, 3 Juli 2026 06:24
Prakiraan Cuaca di Banten Hari Ini, 23 Juli 2025: Wilayah Barat dan Tengah Banten Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Banten 3 Juli 2026, Mayoritas Wilayah Cerah

Jumat, 3 Juli 2026 06:17
Pilar Soroti Persoalan ASN dan Dana Transfer dalam Rakernas APEKSI 2026

Pilar Soroti Persoalan ASN dan Dana Transfer dalam Rakernas APEKSI 2026

Jumat, 3 Juli 2026 06:13
Warga sedang dilakukan pendataan oleh petugas sensus

Apa Itu Sensus Ekonomi 2026? Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 21:12
Salah seorang peserta BLK sedang melakukan pengelasan

BLK Kota Tangerang Buka Pelatihan Las Gratis, Peserta dapat Sertifikasi BNSP

Kamis, 2 Juli 2026 21:07
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang, Wawan Ikhwanudin

1.300 Hektare Lahan di Kawasan Industri Modern Cikande Masuk Lahan Baku Sawah

Kamis, 2 Juli 2026 21:00
Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat, KLH Imbau Warga Gunakan Masker

Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat, KLH Imbau Warga Gunakan Masker

Jumat, 3 Juli 2026 06:24
Prakiraan Cuaca di Banten Hari Ini, 23 Juli 2025: Wilayah Barat dan Tengah Banten Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Banten 3 Juli 2026, Mayoritas Wilayah Cerah

Jumat, 3 Juli 2026 06:17
Pilar Soroti Persoalan ASN dan Dana Transfer dalam Rakernas APEKSI 2026

Pilar Soroti Persoalan ASN dan Dana Transfer dalam Rakernas APEKSI 2026

Jumat, 3 Juli 2026 06:13
Warga sedang dilakukan pendataan oleh petugas sensus

Apa Itu Sensus Ekonomi 2026? Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Kamis, 2 Juli 2026 21:12
Salah seorang peserta BLK sedang melakukan pengelasan

BLK Kota Tangerang Buka Pelatihan Las Gratis, Peserta dapat Sertifikasi BNSP

Kamis, 2 Juli 2026 21:07
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Serang, Wawan Ikhwanudin

1.300 Hektare Lahan di Kawasan Industri Modern Cikande Masuk Lahan Baku Sawah

Kamis, 2 Juli 2026 21:00

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat, KLH Imbau Warga Gunakan Masker

Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Sangat Tidak Sehat, KLH Imbau Warga Gunakan Masker

by Mulyadi
Jumat, 3 Juli 2026 06:24

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Rasio Ridho Sani, menyatakan...

Prakiraan Cuaca di Banten Hari Ini, 23 Juli 2025: Wilayah Barat dan Tengah Banten Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Banten 3 Juli 2026, Mayoritas Wilayah Cerah

by Nahrul Muhilmi
Jumat, 3 Juli 2026 06:17

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca di Provinsi Banten pada Jumat, 3 Juli 2026, didominasi...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak