TANGERANG- Sinar Mas Land, salah satu pengembang properti di Indonesia dan Kawan Lama Group sebagai perusahaan ritel, industrial property & services nasional menandatangani kerja sama (Joint Venture) di bidang properti.
Penandatanganan dilakukan oleh Group CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja serta Chairman Kawan Lama Group Kuncoro Wibowo belum lama ini. Kerja sama itu bertujuan untuk mempercepat kemajuan sektor properti Indonesia dengan membangun sebuah kawasan mixed use untuk memaksimalkan penataan konsep permukiman, bisnis dan perdagangan, jasa, serta rekreasi.
Kawan Lama Group merupakan bidang usaha yang bergerak dalam sektor retail untuk perlengkapan rumah tangga, furnitur, gaya hidup, serta food and beverage, Industrial, property & services, dan bisnis online yang telah berpengalaman lebih dari 63 tahun. Sedangkan Sinar Mas Land merupakan pengembang properti di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 40 tahun yang telah sukses melakukan pengembangan properti mencakup perumahan, apartemen, pusat berbelanjaan, dan kawasan industri.
Chairman Kawan Lama Group Kuncoro Wibowo menjelaskan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya untuk mengembangkan bisnis kedua belah pihak, tetapi juga dapat memberi kontribusi yang baik untuk masyarakat dan pemerintah kota setempat dalam hal pembangunan dan pendapatan daerah serta penyerapan tenaga kerja.
Realisasi kerja sama untuk proyek pertama adalah dengan pembangunan mixed-use project di kawasan Kota Wisata-Cibubur. Tahap awal yang dilakukan adalah melalui pembangunan mal di area seluas 8,5 hektare dengan luas bangunan +/- 90.000 meter persegi. Target ground breaking mal ini adalah pada kwartal pertama 2019 dan ditargetkan akan beroperasi pada kwartal pertama 2021. Selain untuk melengkapi township development serta mengakomodasi kebutuhan berbagai penghuni, mal tersebut juga dibangun sebagai pusat belanja serta rekreasi dan hiburan. Nilai investasi untuk proyek pertama ini senilai Rp1,2 trilun, dengan share masing-masing 60 persen (Kawan Lama Group) dan 40 persen (Sinar Mas Land).
“Realisasi pembangunan superblock ataupun mixed-use di Kota Wisata ditargetkan akan dimulai dua atau tiga tahun setelah mal beroperasi, terdiri dari hotel, dan apartemen,” kata Kuncoro, Sabtu (2/6).
Sementara itu, CEO Retail and Hospitality Sinar Mas Land Alphonzus Widjaja menuturkan, sedangkan untuk superblock lainnya akan dikembangkan di daerah Grand Wisata Bekasi, kemudian berlanjut pengembangan di Surabaya, Makassar, serta daerah potensial lainnya di seluruh Indonesia. Pemilihan lokasi di Kota Wisata, Cibubur, pada awal kerja sama ini karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan, dimana daerah tersebut telah mengalami migrasi urban dari kawasan-kawasan padat lainnya. (adm/RBG)









