• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Olahraga Sepak Bola

Tersingkir Juara Terhibur Piala Dunia

Aas Arbi by Aas Arbi
Sabtu, 30 Juni 2018 16:51
in Sepak Bola
Tersingkir Juara Terhibur Piala Dunia

Mesut Ozil dan Matt Hummels hanya bisa meratapi kegagalan Jerman di Piala Dunia 2018. Foto: AFP

Oleh: Ken Supriyono, Jurnalis Radar Banten

 

Kalau ada teman: tiba-tiba jadi pendiam, ditegur malah tersinggung, diajak makan malah nolak, dipelototi malah nyolot. Bisa dipastikan: jika bukan karena calonnya kalah Pilkada, maka dia adalah supporter Jerman.

RelatedPosts

Persib Bandung Segel Tiket 16 Besar ACL Two Usai Taklukkan Melbourne Victory 2-1

Persib Bandung Segel Tiket 16 Besar ACL Two Usai Taklukkan Melbourne Victory 2-1

Kamis, 5 November 2026 11:48
Matheus Cunha Jadi Pahlawan, Manchester United Comeback Dramatis Kalahkan AS Roma 3-2

Matheus Cunha Jadi Pahlawan, Manchester United Comeback Dramatis Kalahkan AS Roma 3-2

Rabu, 4 November 2026 09:05
Persib vs Isenmulang Kalteng FC

Persib Bandung Pesta Empat Gol ke Gawang Isenmulang Kalteng FC di Super League

Senin, 2 November 2026 07:03
AC Milan vs Inter Milan

AC Milan Perkasa dalam Derby della Madonnina, Menang 6 Kali dalam 10 Pertemuan Terakhir

Minggu, 1 November 2026 11:54

Biarkan dia menyendiri dulu. Dan, minum kopi.

Itu bukan kata saya. Itu candaan viral: via pesan berantai grup WhatsApp. Setelah Jerman tersingkir di Piala Dunia: kalah dari Korea Selatan (Korsel) dan kalah dari Meksiko.

Maklum, orang butuh terhibur. Terlebih, yang terlampau “baperan”. Tim hore, jadi supporter. Piala Dunia (kok) disamakan politik “Pilkada”. Itu namanya ngelantur.

Lebih ngelantur dari Neuer, kiper Der Panzer. Blunder. Bikin Jerman makin tersungkur. Keok dua gol, dari Korsel yang bermain sebagai penghibur.

Hiburan itu, kukuhkan rekor sejarah. Singkirkan juara bertahan. Banyak orang bilang, itu “kutukan”. Juara bertahan asal benua Eropa: selalu gugur di fase grup penyisihan.

Mari buka sejarah Piala Dunia. Faktanya: Korsel bukan tim kacangan. Bukan cuma Jerman, raksasa yang disingkirkan. Portugal, Italia dan Spanyol, juga pernah jadi korbannya.

Waktu itu, Piala Dunia 2002: Korsel dan Jepang jadi tuan rumahnya. Taegeuk Warriors ditangani Guus Hiddink: pelatih berkebangsaan Belanda. Korsel pun duduki peringkat empat. Pencapaian tertinggi, yang diraih tim Piala Dunia wakil Asia.

Pencapain Korsel, memang dipenuhi kontroversial. Sejak fase penyisihan. Portugal yang punya golden generation (Luis Figo, Rui Costa), dikalahkan (0-1). Tersingkir: dua pemain (Joao Pinto dan Beto) diganjar kartu merah.

Lanjut babak 16 besar terulang kejadian. Lebih kontroversial. Italia disingkirkan lewat “wasit”. Gol Cristian Vieri dianulir, Damiano Tommasi–yang sudah berhadap-hadapan dengan penjaga gawang diliprit–dianggap offside. Puncaknya, captain Francesco Totti, diganjar kartu kuning kedua (kartu merah): dianggap lakukan diving di kotak pinalti.

Apesnya, saat injuritime datang. Ahn Jung-hwan bikin gol. Italia tersungkur dari perebutan titah juara.

Protes tifosi Gli Azzuri pun datang. Sebanyak 400 ribu komplain dilayangkan. Ahn Jung-hwan dicekal. Dipecat dari club serie A, Perugia. Sampai sekarang: pemain Korsel dilarang merumput di club Italia.

Korsel tak kapok. Delapan besar: Tim Matador disingkirkan dengan “kontroversi” sama. Dua gol, La Furia Roja: dicetak Ivan Helguera dan Fernando Morientes, dianulir wasit. Spanyol protes, tapi tidak digubris. Keputusan wasit mutlak. Tidak terbantahkan.

Teknologi screen VAR belum berlaku. Tidak seperti era sekarang. Tiupan wasit bisa terbantahkan. Itulah, yang bikin komplain gol berbau offside “dibatalkan wasit”. Rekaman VAR kalahkan keputusan wasit: gol Korsel onside. Korsel pun terhibur, tapi tersingkir.

Pertandingan yang anti klimaks. Karena masa itu, Michael Ballack “Jerman”, yang kalahkan (0-1) di kandangnya. Tersingkirlah: Korsel sebagai yang terhibur di semifinal.

Juga, pertandingan perebutan juara ketiga. Turki sungkurkan Korsel lewat dua gol pemain fenomenalnya. Namanya: Hakan Sukur dan Ilhan Manhis. Ingat, nama kedua, pakai “h”, bukan Ilhan Manis.

Kenapa? Karena yang manis itu “cokelat” milik supporter tim Argentina. Cokelat yang disulap jadi patung serupa Messi. Hadiah untuk Messi pada 24 Juni 2018. Tepat, Messi ulang tahun ke-31. Cokelat manisnya, dipajang di Stadion Krestovsky: sehari sebelum pertandingan Argentina vs Nigeria.

Namanya cokelat, pasti rasanya manis. Anak saya “Kenzie”, juga bilang begitu. Terlebih, Argentina lolos dramatis: melaju ke babak 16 besar. 

Hari kelahiran Messi, sungguh manis. Ia pecahkan telur. Gol pembuka keunggulan Argentina. Tiga menit jelang bubaran, Marcos Rojo genapkan gol kedua. Argentina menang tipis (2-1) atas Nigeria.

Pendukung Argentina histeris. Sekaligus haru. Juga terhibur. Yang lebih penting, Pelatih Argentina–Jorge Sampoeli– bernafas lega. Ancaman legenda hidup La Albiceleste, Diego Maradona tidak jadi diberlakukan. Sampoeli bebas ancaman: “batal” dilarang pulang jika Argentina tak menang.

Itulah indahnya sepakbola. Banyak drama. Banyak kejutan. Kadangkala menguras emosi. Tapi, harus tetap menjujung tinggi suportivitas (fairplay). Nyatanya, Jepang lolos lantaran fairplay.

Tim Samurai Blue, berhak mendampingi Kolombia. Nilainya sama dengan Senegal (empat poin). Bedanya, anak asuh Akira Nishino hanya terima lima kartu kuning. Sedangkan Senegal, terima enam kartu kuning. Dan Jepang, tim satu-satunya wakil Asia yang lanjut: ke putaran kedua (babak 16 besar).

Selebihnya: 10 tim Eropa (Perancis, Spanyol, Kroasia, Belgia, Swedia, Portugal, Rusia, Denmark, Swiss, dan Inggris). Lalu, lima tim Amerika Latin (Uruguay, Brazil, Kolombia, Argentina, dan Meksiko).

Intinya: tidak perlu baperan. Apalagi, bilang tidak pernah nonton Piala Dunia. Toh, itu hiburan. Yang orang Indonesia, hanya bisa jadi penonton.

Terakhir, seperti pesan Pak Jokowi. Mau nonton bola. Sudah siap. Ini nonton bola pasti: inginnya timnya menang terus. Tapi, harus siap juga, kalau timnya kalah.

Selamat nonton. Yang rukun: kalau jagonya kalah, tidak usah ribut. Jaga persatuan kita! Jaga persaudaraan kita!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Piala Dunia 2018
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bang Jikun Ketahuan Selingkuh Gara-gara Motor Baru

Next Post

Perancis vs Argentina, Lawan yang Familier  

Next Post
Perancis vs Argentina, Lawan yang Familier   

Perancis vs Argentina, Lawan yang Familier  

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
dprd lebak

Dilaporkan ke Polda Banten Soal Penipuan, Ini Kata Ade Adriana Ketua Komisi II DPRD Lebak

Kamis, 5 November 2026 16:27
Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Kamis, 5 November 2026 11:22
Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional

Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional, Raih Juara 3 Kompetisi Video Pembelajaran Minerba 2026

Kamis, 5 November 2026 16:17
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Andra Soni Ingatkan Badan Publik Harus Terbuka, Bukan Hanya Saat Penilaian

Andra Soni Ingatkan Badan Publik Harus Terbuka, Bukan Hanya Saat Penilaian

by Yusuf Permana
Jumat, 6 November 2026 14:01
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Keterbukaan informasi publik tidak boleh berhenti pada kegiatan penilaian maupun pemeringkatan badan publik. Transparansi harus menjadi bagian...

Perpustakaan Sekolah Diminta Jangan Hanya Jadi Tempat Pajangan Buku

Perpustakaan Sekolah Diminta Jangan Hanya Jadi Tempat Pajangan Buku

by Ahmad Rizal Ramdhani
Jumat, 6 November 2026 13:36
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendorong optimalisasi peran perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kecerdasan kognitif siswa. Perpustakaan tidak boleh hanya memajang...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.