slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Sekam

Petani Futuristik

Mashudi by Mashudi
14-05-2026 07:35:40
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Ini bisa dibilang jarang. Bisa juga langka. Tapi pasti bukan satu-satunya. Selama ini rasanya kita lebih sering menemukan petani yang ingin menjadi pegawai bank, bukan ahli keuangan yang justru memilih menjadi petani.

Ia adalah Anis F. Salam. Pensiunan bank. Pendidikan S1, S2, hingga S3-nya linier di bidang keuangan. Dunia angka. Dunia laporan. Dunia manajemen finansial. Tapi kini, pagi-paginya justru dihabiskan di antara sayuran hijau, instalasi pipa hidroponik, dan suara air yang terus mengalir.

Baca Juga :

Yang Tidak Ada di Foto

Dapur yang Paling Membutuhkan

Niat Besar yang Harus Dijaga

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Rabu pagi kemarin, sekitar pukul 07.30 WIB, saya sengaja menemuinya di Graha Hydroponik, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Saya datang pagi-pagi karena tahu, Anis termasuk pensiunan yang sibuk. Produktif.

“Tapi S3 saya gak selesai. Karena tidak bisa tinggal selama tiga bulan terus-menerus di Malaysia. Sekarang saya S3 lagi, tapi bidang pertanian,” kata Anis.

Selain mengelola hidroponik, ia juga sering mengisi workshop dan kini menjadi Wakil Rektor III Universitas Primagraha.

Ini kunjungan kedua saya setelah enam tahun berlalu. Tahun 2019 saya memang pernah datang untuk melihat kebun melon dan sayuran hidroponiknya. Tapi kali ini saya ingin tahu lebih dalam: mengapa seorang ahli keuangan bisa berubah menjadi petani.

Saat datang, kami tidak banyak basa-basi. Sama-sama dikejar agenda. Saya langsung diajak melihat aktivitas rutin pagi di Graha Hydroponik. Beberapa pekerja tampak memilah hasil panen yang sedang dikemas untuk dikirim ke supermarket dan minimarket.

Penulis berbincang dengan Anis F. Salam (kiri) di Graha Hydroponik, Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Rabu (13/5) lalu.

Anis lalu mengangkat satu pakcoy yang disisihkan. “Kalau seperti ini tidak bisa dijual,” katanya sambil menunjukkan daun yang berlubang dimakan ulat. “Kami jual yang betul-betul bagus, bersih, dan sudah dicuci.”

Standarnya tinggi. Tidak sekadar menanam lalu menjual.

Anis bercerita, awalnya ia hanya ingin punya aktivitas setelah pensiun. Ingin sehat. Itu saja.

Dokter yang memeriksanya mengingatkan bahwa ia punya riwayat keluarga diabetes melitus yang kuat. Ayahnya, ibunya, kakaknya, hingga adiknya meninggal akibat penyakit gula.

Ia diminta mencari aktivitas fisik yang menyenangkan.

Dokternya kemudian menyarankan belajar hidroponik. Bahkan diarahkan untuk melihat langsung praktik hidroponik di Bandung sebelum memutuskan terjun lebih jauh.

Anis tertarik. Lalu belajar.

Awalnya sederhana. Hanya untuk kesehatan. Tidak ada niat bisnis. Ia mulai membuat kebun hidroponik kecil di halaman rumah. Sambil praktik, sambil terus belajar.

“Saya kuliah lagi di Politeknik YouTube Indonesia,” katanya sambil tertawa.

Kalimat itu terdengar ringan, tapi justru di situ menariknya. Seorang doktor keuangan tidak gengsi belajar dari YouTube. Tidak merasa ilmunya selesai hanya karena gelar akademiknya panjang.

Kini hidroponik Anis berkembang pesat. Yang awalnya sekadar aktivitas menjaga kesehatan setelah pensiun, berubah menjadi sumber ekonomi yang serius.

Hasil kebunnya sudah masuk pasar modern di Kota Serang dan Kota Cilegon. Bahkan ia mulai membutuhkan lebih banyak petani hidroponik untuk memenuhi permintaan pasar.

“Kalau sendiri tidak cukup,” ujarnya.

Pasar sayur hidroponik memang punya segmen tersendiri. Konsumen kelas menengah ke atas yang ingin sayuran segar, sehat, dan higienis.

Untuk menjaga kualitas, air pencuci sayur yang digunakan pun sudah melalui uji laboratorium. Sambil menjelaskan, Anis menunjuk beberapa kran air di area kebunnya.

Sejak 2018, ia juga mulai membuka pelatihan hidroponik bagi masyarakat umum. Banyak peserta berasal dari kalangan pekerja yang memasuki masa persiapan pensiun.

Di Graha Hydroponik bahkan sudah tersedia ruang pelatihan khusus dengan kapasitas sekitar 25 orang. Tidak jauh dari rumah tempat tinggalnya.

Anis ingin semakin banyak orang menjadi petani hidroponik.

Menurutnya, pertanian modern tidak harus identik dengan lumpur, panas, dan kerja fisik berat. Ia menyebut hidroponik sebagai pertanian futuristik.

“Tidak perlu lahan luas. Yang penting kemauan,” katanya.

Kalimat itu terasa seperti kritik halus terhadap cara berpikir kita selama ini. Kita terlalu sibuk bicara luas lahan sebelum mulai bertani. Padahal banyak lahan tidur di sekitar kita yang sebenarnya bisa dimanfaatkan.

Anis membayangkan setiap kompleks perumahan memiliki area hidroponik sendiri di lahan fasilitas sosialnya. Warga bisa menghasilkan sayuran segar dari lingkungannya sendiri.

Bukan sekadar urban farming untuk gaya-gayaan. Tapi menjadi aktivitas produktif yang bisa mengurangi pengangguran.

Ia lalu memberi contoh sederhana.

Tahun 2017, harga pakcoy di pasar tradisional sekitar Rp5 ribu per kilogram. Sementara hasil hidroponik bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Sekarang pun selisihnya masih jauh. Sayur biasa di pasar tradisional sekitar Rp15 ribu per kilogram. Sedangkan hidroponik miliknya dijual Rp15 ribu per 150 gram.

Pasarnya ada. Nilai ekonominya juga nyata.

Karena itu Anis ingin menciptakan petani-petani futuristik. Tidak dibatasi usia. Tidak harus muda. Tidak harus punya sawah luas.

Yang penting mau belajar.

Petani yang punya masa depan. Bukan petani yang sekadar punya kegiatan. (Mashudi)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Persiapan Hadapi MTQ XXIII, Qori Asal Lebak Jalani Pemggembelengan Tahap Akhir

Next Post

Lindungi Mahasiswa yang KKM, Untirta Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Related Posts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik
Catatan Sekam

Yang Tidak Ada di Foto

by Mashudi
Kamis, 25 Juni 2026 07:34

Bulan Juni ini, saya terlibat langsung da­lam tiga acara yang cukup besar. Tanggal 7 Juni, fun walk dalam rangka ulang...

Read moreDetails

Dapur yang Paling Membutuhkan

Niat Besar yang Harus Dijaga

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Mas Amin dan Rasa Kopi

Saya Kalah oleh Panitia

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Setelah Upacara Selesai

Belajar dari Panitia Kurban

Dari Pasar Senen ke Pasar Modal

Next Post
Lindungi Mahasiswa yang KKM, Untirta Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Lindungi Mahasiswa yang KKM, Untirta Jalin Kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Hasil Premier League: Bungkam Crystal Palcae, Manc City Pepet Arsenal

Hasil Premier League: Bungkam Crystal Palcae, Manc City Pepet Arsenal

Pelajar MAN 1 Lebak Ukir Sejarah, Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Banten

Pelajar MAN 1 Lebak Ukir Sejarah, Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Banten

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Menkes Budi Gunadi Sadikin

Jangan Tertipu Label Sehat, Menkes Budi Minta Masyarakat Cermat Pilih Yoghurt

Minggu, 28 Juni 2026 18:01
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama nelayan mengarungi laut Selat Sunda dalam acara Ruwat Laut Carita, Minggu, 28 Juni 2026.

Ruwat Laut Carita, Bupati Pandeglang Berlayar Bersama Nelayan Mengarungi Laut Selat Sunda

Minggu, 28 Juni 2026 17:40
DPC PDI Perjuangan Kota Serang mengukuhkan 493 pengurus ranting dalam rangka memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kelurahan.

PDI Perjuangan Kota Serang Perkuat Struktur Partai Hingga Tingkat Kelurahan

Minggu, 28 Juni 2026 17:23
Kepala Dinas Pendidikan Lebak Doddy Irawan

Dindik Imbau Orang Tua dan Guru Awasi Siswa Selama Libur Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 16:45
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Owner Mutiara Carita Cottage, Boedi Mranata melepasliarkan tukik atau anakan penyu hijau di tepi Pantai Mutiara Carita Cottages, Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu, 28 Juni 2026.

Ratusan Tukik Dilepasliarkan di Pantai Mutiara Carita

Minggu, 28 Juni 2026 16:27
Maesyal saat menghadiri Tabligh Akbar menyambut Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Baitul Falah, Perum Griya Artha Rajeg, Kecamatan Rajeg, Sabtu 27 Juni 2026.

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Maesyal Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

Minggu, 28 Juni 2026 16:01
Menkes Budi Gunadi Sadikin

Jangan Tertipu Label Sehat, Menkes Budi Minta Masyarakat Cermat Pilih Yoghurt

Minggu, 28 Juni 2026 18:01
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama nelayan mengarungi laut Selat Sunda dalam acara Ruwat Laut Carita, Minggu, 28 Juni 2026.

Ruwat Laut Carita, Bupati Pandeglang Berlayar Bersama Nelayan Mengarungi Laut Selat Sunda

Minggu, 28 Juni 2026 17:40
DPC PDI Perjuangan Kota Serang mengukuhkan 493 pengurus ranting dalam rangka memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kelurahan.

PDI Perjuangan Kota Serang Perkuat Struktur Partai Hingga Tingkat Kelurahan

Minggu, 28 Juni 2026 17:23
Kepala Dinas Pendidikan Lebak Doddy Irawan

Dindik Imbau Orang Tua dan Guru Awasi Siswa Selama Libur Sekolah

Minggu, 28 Juni 2026 16:45
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama Owner Mutiara Carita Cottage, Boedi Mranata melepasliarkan tukik atau anakan penyu hijau di tepi Pantai Mutiara Carita Cottages, Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu, 28 Juni 2026.

Ratusan Tukik Dilepasliarkan di Pantai Mutiara Carita

Minggu, 28 Juni 2026 16:27
Maesyal saat menghadiri Tabligh Akbar menyambut Tahun Baru Islam 1448 H di Masjid Baitul Falah, Perum Griya Artha Rajeg, Kecamatan Rajeg, Sabtu 27 Juni 2026.

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, Bupati Maesyal Ajak Masyarakat Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial

Minggu, 28 Juni 2026 16:01

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Menkes Budi Gunadi Sadikin

Jangan Tertipu Label Sehat, Menkes Budi Minta Masyarakat Cermat Pilih Yoghurt

by Nurandi
Minggu, 28 Juni 2026 18:01

RADARBANTEN.CO.ID– Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menganggap semua produk yoghurt sebagai makanan atau minuman...

Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani bersama nelayan mengarungi laut Selat Sunda dalam acara Ruwat Laut Carita, Minggu, 28 Juni 2026.

Ruwat Laut Carita, Bupati Pandeglang Berlayar Bersama Nelayan Mengarungi Laut Selat Sunda

by Purnama Irawan
Minggu, 28 Juni 2026 17:40

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani berlayar bersama dengan nelayan mengarungi perairan laut Selat Sunda dalam acara Ruwat...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak