slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Kisah Hayati, Anak dengan Gizi Buruk di Citangkil

Redaksi by Redaksi
03-07-2018 11:58:31
in Berita Utama, Umum
Kisah Hayati, Anak dengan Gizi Buruk di Citangkil

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi (tengah) menjenguk Hayati yang didiagnosis menderita gizi buruk di RSUD Cilegon, kemarin.

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Usia Hayati sepuluh tahun. Namun, saat ini kondisi warga Lingkungan Jerenong, Kelurahan Lebakdenok, Kecamatan Citangkil, tersebut memprihatinkan.

BAYU MULYANA – CILEGON

Baca Juga :

Wakil Bupati Tangerang Dukung Program Link and Match Swiss German University

Pasangan Maesyal-Intan Prioritaskan Program Ini

Tingkatkan Pelayanan Publik, Maesyal-Intan Luncurkan Program Prima

Masih 4 Persen Anak di Banten Stunting

Hayati terkapar lunglai di atas kasur perawatan ruang ICU RSUD Kota Cilegon. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Hayati meski Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi saat itu mengajak komunikasi dengan anak perempuan yang masih mengenyam bangku sekolah dasar itu.

Mata Hayati terbuka lebar, bola matanya tampak melotot, efek dari cekungan di area mata. Gigi Hayati pun tampak keluar, berbanding terbalik dengan pipinya yang menjorok ke dalam. Tangan dan kaki hayati sangat kurus hingga lekukan tulang yang diselimuti kulit tampak terlihat dengan kasatmata.

Hayati sadarkan diri, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Hal itu karena kondisi kesehatan tubuhnya yang sangat memprihatinkan. Menurut pihak RSUD Kota Cilegon, Hayati mengalami gizi buruk. Namun, pihak rumah sakit tidak bisa menjelaskan apa penyebabnya hingga Hayati mengalami kondisi itu.

Dua bulan sebelumnya kondisi Hayati tampak normal seperti anak pada umumnya. Hayati beraktivitas, ke sekolah, bermain, dan membantu sang nenek, Maesarah. Hingga suatu waktu, Hayati pulang sekolah lebih cepat dari biasanya. “Nong apenane sekolahne durung wayah, balik. Bu muntah-muntah sekolahne mubeng,” tutur Maesarah menceritakan kondisi Hayati saat mulai terserang penyakit.

Ucapan Maesarah dalam bahasa Jawa itu kurang lebih menjelaskan tentang kondisi di mana saat itu Hayati pulang sekolah lebih cepat karena muntah-muntah dan merasa sakit di bagian kepala. Mulai saat itulah, kondisi kesehatan Hayati terus menurun dan parah hingga saat ini.

Maesarah bercerita, Hayati sudah dibawa berobat ke salah satu klinik terdekat dari tempat tinggalnya. Saat itu Hayati didagnosis sakit mag. Hayati pun diberikan sejumlah obat sesuai dengan diagnosis penyakit yang dideritanya.

Bukan membaik, kondisi Hayati semakin hari semakin buruk. Dari meriang, hingga tidak nafsu makan. Setiap makanan yang dikonsumsi Hayati kerap dimuntahkan kembali. Kondisi itu terjadi hingga lebih dari satu bulan.

Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan membuat Hayati tidak dibawa ke rumah sakit. Diperparah Hayati juga tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan sehingga membuat keluarga dan ayah Hayati yang bekerja serabutan takut membawa Hayati ke rumah sakit.

Harapan Hayati bisa sembuh dengan perawatan seadanya di rumah rupanya tidak menjadi kenyataan. Kondisi kesehatan Hayati semakin memburuk. Menurut Maesarah, sebelum sakit, tubuh Hayati cukup berisi, tidak kurus. Namun, sejak sakit semakin hari tubuhnya semakin kurus hingga seperti saat ini. Sangat parah seperti hanya menyisakan tulang dan kulit, tanpa daging sedikit pun.

Hayati yang sudah ditinggal ibunya sejak kecil hanya bisa berbaring. Bersama nenek dan ayahnya, doa agar ada orang atau pihak yang mau membantu datang dan mau membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan senantiasa dipanjatkan.

Harapan itu terwujud pada akhir Juni lalu. Sekelompok relawan membawanya ke rumah sakit. Oleh sekelompok relawan itu juga, kondisi Hayati tersebar ke publik hingga akhirnya sampai ke Pemerintah Kota Cilegon.

Mengetahui salah seorang warganya mengalami penyakit itu, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi kemarin datang ke RSUD Kota Cilegon untuk melihat secara langsung kondisi Hayati. “Saya ingin tahu bagaimana keadaannya, seperti apa,” tutur Edi kepada wartawan di ruang ICU RSUD Kota Cilegon.

Menurut Edi, Hayati akan menjalani proses pengobatan hingga benar-benar dinyatakan sembuh oleh dokter. Menurutnya, sebelum benar-benar sembuh, Hayati akan tetap mendapatkan perawatan yang maksimal dari RSUD Kota Cilegon.

Hal yang menimpa Hayati diakui Edi menjadi pelajaran bagi Pemkot Cilegon. Oleh karena itu, Edi mengaku telah memerintahkan aparatur pemerintah hingga tingkat kecamatan untuk menyisir warga untuk memastikan tidak ada lagi yang bernasib sama dengan Hayati. “Kalau ada data dan bawa ke rumah sakit, sudah saya intruksikan itu,” ujar Edi.

Edi mengaku sudah meminta kepada pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan maksimal kepada Hayati. Hayati tidak diperkenankan keluar dari ruang ICU hingga kondisinya lebih membaik. “Sekarang juga sudah agak baikan dari sebelumnya, tapi jangan dulu dipindahin ke ruang perawatan kalau sebelum baik,” kata Edi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon Abadiah menjelaskan, Dinsos memerlukan peran serta seluruh pihak untuk mengatasi persoalan-persoalan sosial seperti yang dialami oleh Hayati. Menurutnya, Dinsos membutuhkan bantuan itu, paling tidak dalam hal informasi. “Karena bagaimana pun kami memiliki keterbatasan,” ujar Abadiah.

Jika Dinsos sudah menerima laporan, menurut Abadiah, Dinsos akan langsung menyikapi persoalan itu hingga selesai. “Bantuan yang kita berikan saat ini dengan menyerahkan kepesertaan di BPJS Kesehatan dan uang tunai untuk keperluan Hayati dan keluarga,” ujar Abadiah.

Menurut Abadiah, Dinsos pun akan mengawal proses pengobatan Hayati di RSUD Cilegon hingga tuntas sehingga Hayati bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti biasa. “Kami tidak lupa berterima kasih kepada relawan dan pihak lain yang sudah mau membantu Hayati dan keluarga,” ujarnya.

Direktur RSUD Kota Cilegon Zaenoel Arifin menuturkan, penyakit gizi buruk merupakan diagnosis sementara dari pihak rumah sakit. Menurutnya, rumah sakit terus berupaya memastikan penyebab memburuknya kondisi kesehatan Hayati.

Untuk mengembalikan kondisi kesehatan Hayati, pihak rumah sakit sudah melakukan sejumlah hal tindakan medis, salah satunya dengan melakukan infus agar tubuh Hayati menerima asupan gizi. “Semua tindakan medis yang diperlukan kita lakukan. Hayati akan mendapatkan pelayanan baik hingga sembuh nanti,” ujarnya. (*)

Tags: Gizi Buruk
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Vera-Nurhasan dan Syafrudin-Subadri, Beda 20 Ribu Suara

Next Post

Nihi Sumba Dunia

Related Posts

Wakil Bupati Tangerang Dukung Program Link and Match Swiss German University
Berita Utama

Wakil Bupati Tangerang Dukung Program Link and Match Swiss German University

by Mulyadi
Selasa, 17 Juni 2025 11:30

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mendukung kegiatan Link and Match di Swiss German University (SGU),...

Read moreDetails

Pasangan Maesyal-Intan Prioritaskan Program Ini

Tingkatkan Pelayanan Publik, Maesyal-Intan Luncurkan Program Prima

Masih 4 Persen Anak di Banten Stunting

Alfamidi Beri Bantuan Gizi Penanganan Stunting

Miris, 13 Balita Asal Lebak Alami Gizi Buruk

Penghasilan Rp20 Ribu, Warga Lebak ini Kesulitan untuk Makan Sehari-hari

35 Ribu Anak di Banten Mengalami Stunting 

1.000 Anak Masih Stunting, Pemkot Serang Bagikan Makanan Tambahan Gizi

Pemprov Banten Alokasikan Anggaran Rp692,66 Miliar untuk Tangani Stunting

Next Post
Melorot Karena Sewot

Nihi Sumba Dunia

Anggaran Minim, Tunjangan THR ASN Tak Dibayar

Anggaran Minim, Tunjangan THR ASN Tak Dibayar

Ratusan Warga Terkena ISPA di Bojonegara

Ratusan Warga Terkena ISPA di Bojonegara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kepulangan 392 Jemaah Haji Kloter 12 JKB Disambut Sekda Kabupaten Tangerang

Rabu, 17 Juni 2026 17:48

KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Sudah Disimulasikan di Banten

Rabu, 17 Juni 2026 17:47

Kontingen Sepak Takraw Kabupaten Tangerang Borong Dua Medali Perunggu di POPDA Banten 2026

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Jalan Kenari Kota Serang Dibeton Sepanjang 517 Meter Pakai Dana CSR

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Kempo Cilegon Sabet 12 Medali di POPDA XII Banten 2026, Seluruh Atlet Pulang Bawa Medali

Rabu, 17 Juni 2026 17:29

Program Pendidikan Gratis di Kabupaten Tangerang Diapresiasi Warga

Rabu, 17 Juni 2026 16:40

Kepulangan 392 Jemaah Haji Kloter 12 JKB Disambut Sekda Kabupaten Tangerang

Rabu, 17 Juni 2026 17:48

KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Sudah Disimulasikan di Banten

Rabu, 17 Juni 2026 17:47

Kontingen Sepak Takraw Kabupaten Tangerang Borong Dua Medali Perunggu di POPDA Banten 2026

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Jalan Kenari Kota Serang Dibeton Sepanjang 517 Meter Pakai Dana CSR

Rabu, 17 Juni 2026 17:30

Kempo Cilegon Sabet 12 Medali di POPDA XII Banten 2026, Seluruh Atlet Pulang Bawa Medali

Rabu, 17 Juni 2026 17:29

Program Pendidikan Gratis di Kabupaten Tangerang Diapresiasi Warga

Rabu, 17 Juni 2026 16:40

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kepulangan 392 Jemaah Haji Kloter 12 JKB Disambut Sekda Kabupaten Tangerang

by Mulyadi
Rabu, 17 Juni 2026 17:48

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID — Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, menyambut kedatangan jamaah haji Kabupaten Tangerang yang tergabung dalam Kloter...

KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas, Sudah Disimulasikan di Banten

by Yusuf Permana
Rabu, 17 Juni 2026 17:47

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi meluncurkan program E-Learning ASN Berintegritas secara nasional sebagai upaya memperkuat budaya antikorupsi...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak