SERANG – Partai politik (parpol) sudah mendaftarkan bakal calon legislatif (bacaleg) yang akan bersaing di Pileg 2019. Dari pendaftaran itu, terdapat sejumlah nama birokrat yang akan ikut bersaing menjadi Wakil Rakyat di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota.
Birokrat yang bantir setir ke panggung politik itu, bukan saja telah memasuki masa pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN). Ada beberapa nama yang masih cukup panjang masa kerjanya.
Yang paling santer, nama Ranta Soeharta yang sebelumnya sempat digadang-gadang sebagai calon walikota di Pilkada Kota Serang. Kandas sebagai calon walikota, Sekretaris Daerah (Sekda) Banten banting setir dengan mendaftar sebagai bacaleg DPR RI melalui Partai NasDem.
Kepastian tersebut dibenarkan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Banten Wawan Iriawan saat mendaftarkan bacaleg-nya ke KPU Banten, Senin (16/7). “Pak Ranta sudah gabung dengan Partai NasDem, beliau maju sebagai bakal caleg NasDem untuk DPR RI dapil Banten II (Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon-red),” katanya.
Ranta juga, dikatakan Wawan, sudah tercatat sebagai anggota Partai NasDem. “Pak Ranta sudah memiliki KTA (kartu tanda anggota) Partai NasDem. Untuk jangka panjangnya, Pak Ranta disiapkan NasDem sebagai calon gubernur Banten pada Pilgub Banten 2022,” tuturnya.
Ranta sudah blak-blakan soal keputusannya. Ia mengaku, tidak main-main soal pilihannya untuk terjun ke dunia politik. Semua sudah melalui perhitungan yang matang. “Pangkat saya kan sebagai ASN sudah mentok (eselon I), masa pengabdian kerja juga sudah 30 tahun. Saya sendiri pensiun dua tahun lagi. Kalau menunggu pensiun baru nyaleg, momentumnya sudah hilang. Kan saya mundur juga bukan tanpa prestasi. Dua tahun sudah Pemprov meraih opini WTP dari BPK,” katanya.
“Ini soal momentum saja. Kalau tidak sekarang mundurnya, akan terlambat terjun ke panggung politiknya. Saya sudah ngobrol dengan Pak Gubernur, niat saya nyaleg untuk bantu Pemprov Banten. Kalau duduk di DPR RI, saya kan bisa bantu program gubernur,” sambung Ranta yang juga membantah mundur sebagai sekda lantaran hubungannya dengan Gubernur Wahidin Halim dinilai kurang baik.
Selain Ranta, Sumawijaya juga menjadi birokrat Provinsi Banten yang banting setir ke politik. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten ikut maju sebagai calon legislator Banten menggunakan partai PDIP untuk dapil Kabupaten Lebak.
Nama lainnya yakni Yemmelia. Dia akan maju DPR RI dapil II Banten melalui PKS. Banting setirnya mantan kepala Bidang Kebudayan Provinsi Banten ini ke panggung politik sudah cukup lama. Yemmelia memasuki panggung politik sejak masa Pilgub Banten 2017. Bersama Dimyati Natakusumah, dia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur jalur perorangan. Namun, pasangan ini tidak lolos karena belum memenuhi syarat minimal dukungan.
Hudaya Latuconsina yang baru saja purna masa kerjanya sebagai aparatur sipil negara (ASN) per 1 Juli 2018, juga turut meramaikan persaingan sebagai Wakil Rakyat. Mantan kepala Bappeda ini akan ikut bertarung merebutkan kursi DPRD Banten melalui Partai Golkar untuk dapil Kota Tangerang.
Selain birokrat Pemprov, ada juga nama-nama birokrat dari kabupaten kota. Di antaranya, dua nama birokrat di Kabupaten Serang. Salah satunya, Nursaad yang aktif menjabat Kabag Perlengkapan Setda Pemkab Serang memilih menjadi politikus Partai Berkarya.
Nursaad maju sebagai bacaleg Kabupaten Serang dapil I melalui Partai Berkarya. Bahkan, namanya sebagai bacaleg dibenarkan langsung pimpinan partai yang baru mengikuti pemilu tahun ini. “Benar ada nama Pak Nursaad yang maju di dapil I,” kata Ketua Partai Berkarya Kabupaten Serang Dedi Haryadi. (ken/air/dwi)








