LEBAK – Sekretaris Dinas Pendidikan (Dindikbud) Lebak Imam Suangsa bersama Hendri (35), warga Desa Cisungsang dan Uus warga Desa Cisitu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, nyaris menjadi korban gempa di Palu, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9).
Saat gempa terjadi mereka sedang mengikuti acara kebudayaan yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI di Swiss Belhotel. Sebelum sebagian bangunan hotel ambruk akibat goncangan, ketiganya berhasil menyelamatkan diri.
Berdasarkan informasi Kepala Dindikbud Lebak Wawan Ruswandi, Imam Suangsa, Hendri, dan Uus menyelamatkan diri ke perbukitan di Palu sampai keadaan kondusif. Esoknya, Sabtu (29/9), mereka kemudian dievakuasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta petugas gabungan ke Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu.
Imam Suangsa, Hendri, serta Uus hingga kini masih berada di bandara tersebut menunggu dipulangkan ke Banten.“Selama satu malam, Pak Imam dan dua warga Lebak, berada diperbukitan. Setelah aman, pagi harinya, mereka diungsikan ke bandara di Palu,” kata Wawan dikutip dari Banen Raya.
Kepala Bidang Pendidikan Pendidikan Luar Sekolah pada Dindikbud Lebak Abdul Malik menambahkan, dari hasil komunikasi terakhirnya dengan Imam Suangsa, mereka masih menunggu kepastian pemulangan. “Saat ini kondisinya sehat. Tinggal menunggu bandara di Palu normal kembali,” kata Abdul Malik. (Hudaya/RBG)











