CILEGON – Rombongan anggota DPRD Cilegon yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup DPRD Cilegon mengalami kecelakaan. Kendaraan yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan beruntun di Tol Tangerang-Merak kilometer 44, Balaraja, Sabtu (20/10).
Dari informasi yang dihimpun, rombongan Pansus Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup DPRD Cilegon baru saja kembali dari kunjungan kerja (kunker) di Solo. Mereka adalah Nurrotul Uyun (PKS), Noni Purba (PDI Perjuangan), Qoidatul Sitta (PKS), Meri Octa Mega Anjarsari (PKB), Hasbudin (PAN), dan Isro Mi’raj (Golkar). Mereka dijemput menggunakan kendaraan dinas DPRD Kota Cilegon jenis Toyota HIACE warna silver nopol A 7022 U di Bandara Soekarno-Hatta.
Dalam perjalanan pulang ke Cilegon, kendaraan rombongan anggota pansus DPRD Cilegon yang dikemudikan Wahid mengalami kecelakaan di Tol Tangerang-Merak Kilometer 44, Balaraja sekira pukul 14.30 WIB. Kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan tersebut membuat lima anggota DPRD Cilegon mengalami luka ringan di bagian kepala dan kaki. Hanya Nurrotul Uyun (PKS) yang tidak terluka.
Empat mobil yang mengalami kecelakaan beruntun yakni mobil dinas milik DPRD Kota Cilegon, Toyota Rush warna putih nopol A 1663 ZW, Honda HR-V warna putih nopol B 2166 PFA, dan Mazda 2 warna merah nopol B 13 44 CFR. “Urutan pertama itu Toyota Rush, lalu Honda HR-V. Ketiga Mazda merah, kalau kami paling belakang,” kata Uyun kepada Radar Banten, Minggu (21/10) sore.
Saat kejadian berlangsung, hanya ia dan Wahid (sopir kendaraan dinas) yang tidak tidur. Kecelakaan terjadi lantaran sopir Toyota Rush berhenti mendadak dalam kecepatan tinggi. “Sepertinya waktu itu kecepatan mobil lebih dari 100 km/jam. Kecelakaan beruntun terjadi karena mobil paling depan ngerem mendadak,” ujarnya.
Uyun bercerita, kecelakaan terjadi ketika empat mobil berada di jalur kanan pada kecepatan tinggi. Saat melintas di kilometer 44, seekor kambing berlari menyeberang tol. “Saat diinterogasi petugas, sopir Toyota Rush yang berada di urutan pertama mengaku terkejut dan secara refleks ia injak rem untuk menghindari kambing. Mobil di belakangnya, yaitu Honda HR-V menabrak bagian belakang Toyota Rush. Setelah Honda HR-V menabrak Toyota Rush, mobil ketiga yaitu Mazda 2 sempat banting setir ke kiri, tapi tetap menabrak bagian belakang Honda HR-V. Lalu mobil kami menabrak mobil Mazda 2 dan Honda HR-V,” tuturnya.
Pada kejadian itu, mobil Mazda 2 terpental ke kiri jalan dan terperosok ke jurang pinggir tol. Sementara tiga kendaraan lain berhenti di lajur kanan tol. “Paling parah mobil Mazda 2, selain rusak bagian depan dan belakang mobil itu juga terpental hingga masuk jurang tepi jalan tol. Kalau rombongan kami, Bu Noni (Noni Purba) yang lukanya paling parah. Pelipis kiri berdarah, juga lebam di jidat karena terbentur kursi,” ceritanya.
Tidak lama kemudian, empat mobil beserta penumpang dibawa ke Tol Ciujung. Setelah itu para anggota DPRD Cilegon diantar pulang menggunakan kendaraan dinas Sekretaris DPRD Kota Cilegon Didi Sukriadi. “Pak Didi termasuk rombongan kami, tapi setelah turun dari pesawat Pak Didi pakai kendaraan dinas sendiri. Saat kejadian, Pak Didi berada di belakang kami, tidak ikut mengalami kecelakaan,” tandas Uyun.
Sementara itu, anggota pansus lainnya Isro Mi’raj (Golkar) mengaku menderita luka lebam di bagian kaki sebelah kanan. Saat kejadian, ia tertidur karena lelah. “Hanya luka sedikit saja. Kendaraan ringsek di bagian depan,” ucapnya.
Begitu pula dikatakan Hasbudin. Kata dia, saat itu rombongan DPRD Cilegon baru pulang dari Kota Solo dalam rangka kunker Pansus Raperda Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. “Kami baru saja turun dari pesawat, lalu dijemput kendaraan dinas. Saya duduk paling depan, sebelah sopir. Tapi pada saat kejadian saya tidak tahu, karena kelelahan dan saya tertidur. Kalau saya hanya lebam di jidat kena benturan,” katanya.
Dihubungi, Petugas Sentra Informasi Jalan Tol PT Astra Infra Toll Road, Edo Putra menyatakan, tidak ada korban jiwa pada kecelakaan tersebut. Beberapa menit setelah kejadian, petugas Patroli PT Astra Infra Toll Road bersama Polisi Jalan Raya (PJR) Polda Banten tiba di lokasi dan mengurai arus yang sempat merayap. “Petugas lalu mengevakuasi kendaraan ke Tol Ciujung,” katanya. (Andre AP/RBG)








