PAGELARAN – Puluhan rumah warga di Kampung Sukamandi, Desa Bama, Kecamatan Pagelaran, berada dalam kondisi tidak layak huni. Penyebabnya, diduga lantaran mayoritas warga setempat tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan yang tetap alias hidup di bawah garis kemiskinan.
Sanan, warga setempat mengaku, tidak bisa membangun rumahnya karena tidak memiliki uang. Kondisi itu, lanjutnya, terjadi akibat sulitnya mencari pekerjaan. “Rumah saya kondisi lantainya masih tanah, dinding geribik, dan atapnya dari daun rumbia. Bukan rumah saya saja, Pak. Yang kondisinya seperti ini, di kampung ini saja mencapai puluhan. Soalnya, jangankan buat bikin rumah, buat makan saja kewalahan,” kata Sanan, ayah berputra dua itu kepada Radar Banten, kemarin.
Sanan mengaku, upah yang dia terima sebagai buruh tani sangat kecil dan tidak mencukupi untuk membangun rumah. Akibat hal itu, dia dan keluarga kerap kesulitan saat hujan turun karena rumah yang mereka tinggali selalu kebocoran.
“Saya dan kebanyakan warga hanya bisa bekerja sebagai petani kecil dan buruh tani. Ya, mau bagaimana lagi, meskipun sering kebocoran, kami masih bisa beristirahat,” katanya.
Sanan mengharapkan bantuan dari Pemkab untuk perbaikan rumah agar dirinya bersama warga lainnya bisa tinggal di rumah yang layak huni. “Iya, kalau ada bantuan saya sangat bersyukur,” katanya.
Ditemui di kantornya, Kades Bama Rusmawan mengaku, sudah mengusulkan untuk perbaikan rumah ke Dinas Sosial. “Kalau usulan sudah kita sampaikan, tapi belum juga ada realisasi,” katanya.
Rusmawan berjanji akan terus mengusulkan bantuan untuk perbaikan rumah warga yang tidak layak huni ke Pemkab agar mereka bisa tinggal di rumah baru. “Kita enggak akan bosan dan kita usulkan lagi,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Camat Pagelaran Marda berjanji akan membantu mengusulkan bantuan perbaikan rumah ke Pemkab agar ada realisasi. “Kita bantu, usulkan lagi saja,” katanya. (Herman/RBG)









