TANGERANG – Polres Metro Tangerang Kota belum menetapkan tersangka kasus pikap yang terguling di Jalan Boulevard Green Lake tepatnya di flyover Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Sopir pikap maut, Rizki Fahmi Azim (18), belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, kondisi Rizki belum memungkinkan untuk diperiksa. “Iya, belum tersangka karena dari Rizki ini belum dapat dimintai keterangan. Nanti kalau sudah bisa, kita mintai keterangan bagaimana kronologi dan sebagainya,” jelas Harry Kurniawan saat ditemui di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug, Kota Tangerang, Senin (26/11).
Pikap yang dikemudikan Rizki terguling hingga menyebabkan tiga santri ponpes Miftahul Huda, Semanan, Jakbar, meninggal, Minggu (25/11). Sementara 20 santri lainnya mengalami luka serius. Saat itu, mereka baru saja menghadiri acara Maulid Nabi Saw di Ciledug.
Hingga kemarin, Rizki masih dalam perawatan intensif di RS Sari Asih Ciledug. “Rizki merupakan satu dari enam korban luka berat yang sampai saat ini belum boleh pulang untuk perawatan intensif di RS Sari Asih Ciledug,” ungkapnya.
Harry mengaku masih memfokuskan penanganan korban jiwa dan korban luka terlebih dulu. “Kami fokus kemanusiannya dulu untuk menyelamatkan korban yang luka. Dari polisi ini yang pertama mengedepankan humanis,” tuturnya.
Meski demikian, ia menegaskan tim penyidik telah menjalankan prosedur penyelidikan dari beberapa saksi di lapangan. Jajarannya masih berkoordinasi dengan RS Sari Asih Ciledug untuk dapat meminta keterangan dari saksi kunci, yakni Rizki.
“Pemeriksaan saksi-saksi semua sudah kita laksanakan. Tinggal satu, memeriksa saksi kunci yaitu sopir, Rizki Fahmi. Kondisi masih belum stabil, dia masih dalam penanganan dokter,” ujarnya.
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Salafiah Karang Tengah Ustaz Abul Rosid Dahan mengatakan, berdasarkan pengakuan dari salah satu santri senior Pesantren Miftahul Huda, kecelakaan terjadi lantaran Rizki menghindari motor yang berada di depan pikap.
“Karena tidak mau membuat orang yang mengendarai motor celaka, sopir yang juga santri membelokkan kemudinya. Tapi, mungkin terlalu kencang hingga terbalik,” ungkapnya.
Didominasi Benturan Kepala
Sementara itu, mayoritas korban kecelakaan didominasi luka benturan di bagian kepala, dada, dan perut. Dokter jaga IGD Rumah Sakit Sari Asih Ciledug Anggarian Harahap mengatakan, hingga kemarin masih ada enam dari 23 santri yang mengalami kecelakaan maut menjalani rawat inap di Rumah Sakit Sari Asih Ciledug lantaran terdapat luka berat di tubuh. “Sebagian besar korban mengalami benturan kepala disertai dengan trauma, benturan di bagian lain seperti perut dan dada patah tulang,” katanya.
Angga menjelaskan, keenam santri yang masih dirawat itu sudah sadarkan diri. “Sampai pukul 09.00 WIB tadi pasien sudah sadar. Sudah membaik, tapi tetap dalam pemantauan tim dokter observasi,” jelas Angga.
Ia menuturkan, keenam santri tersebut dapat dipulangkan ke rumah masing-masing setelah menjalani perawatan intensif selama tiga hingga lima hari ke depan. “Keenam pasien belum ada rencana untuk pulang. Untuk pasien dengan luka berat seperti Raka Alharist (14), belum ditentukan waktu pulangnya,” tuturnya.
Angga menyebutkan, berbagai dokter spesialis seperti ortopedi hingga dokter umum diturunkan untuk memeriksa indikasi luka lain dan lanjutan. “Beberapa dokter dari pagi mencari kemungkinan lain atau dampak lain dari traumanya,” pungkasnya.
Sementara ayah salah satu korban, Arief Ramdhani (37) menuturkan, anaknya Raka Al Harist (14) mengalami luka retak di bagian lengan kanan dan kiri serta sobek di bagian pipi. “Kondisi anak saya tangan dua-duanya retak, untungnya tidak ada pendarahan di otak. Tapi, tulang pipi muka hancur dan dioperasi,” tuturnya.
Direktur Utama Rumah Sakit Sari Asih Ciledug Nimatullah Mansur mengatakan, keenam korban tersebut akan menerima perawatan intensif dari petugas medis rumah sakit yang ia pimpin. “Sampai saat ini kami tidak ada rencana memindahkan keenamnya dan memberikan rujukan. Masih dapat kami tangani,” ungkapnya. (Alwan/RBG)











