• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Catatan Dahlan Iskan

Menunggu Putusan Sabrina

Aas Arbi by Aas Arbi
Selasa, 11 Desember 2018 13:32
in Catatan Dahlan Iskan
Menunggu Putusan Sabrina

Ilustrasi : yahoo news/disway.id

Oleh: Dahlan Iskan

Senin kemarin sidang lagi: apakah Sabrina Meng bisa dibebaskan. Dengan jaminan. Rp 10 miliar. Atau harus tetap ditahan. Bahkan diekstradisi ke Amerika Serikat.

Kemarin itu pengacara Sabrina menambahkan jaminan: biaya penjagaan ditanggung Huawei. Agar Sabrina tidak lari. Penjagaan itu diusulkan seperti ini: dilakukan oleh perusahaan keamanan swasta. Yang mahal. Dan terpercaya. Dengan biaya dari Huawei. Dengan demikian tidak ada lagi alasan pokok: melarikan diri. Tapi Canada merasa itu wewenang penegak hukum. Yang pemerintah Canada tidak bisa mencampurinya.

RelatedPosts

Sayap Ekonom

Sayap Ekonom

Rabu, 30 Juli 2025 08:11
Copot Kursi

Copot Kursi

Selasa, 29 Juli 2025 10:34
Gajah Lebar

Gajah Lebar

Jumat, 25 Juli 2025 06:30
Penasihat Komisaris

Penasihat Komisaris

Rabu, 23 Juli 2025 09:50

Saat saya menulis naskah ini sidang pengadilan itu belum dimulai. Di sini memang sudah Senin. Di sana masih Minggu malam. Di Vancouver itu, Canada.

Desakan untuk membebaskan Sabrina datang dari mana-mana. Sabrina, anak pendiri Huawei, Ren Zhengfei. Dari istri pertama: Meng Jun. Sabrina juga direktur keuangan grup Huawei. Juga wakil bos besar.

Pemerintah Tiongkok sampai mengancam: kalau Canada tidak membebaskannya ada konsekwensinya.

Bahkan polisi juga memeriksa dua rumah Sabrina. Yang di Vancouver. Apakah terjadi pelanggaran: perizinan, penggunaan tanah, cara pembeliannya dulu dan pajak-pajaknya.

Media sosial juga ramai: Sabrina memiliki 6 paspor. Dengan nada yang sangat memojokkan. Tapi pemerintah Hongkong menegaskan: itu tidak mungkin.

Memang Sabrina memiliki paspor yang tidak umum. Kodenya KJ. Masyarakat umum hanya tahu: kode paspor itu K. Atau J. Kok paspor Sabrina berkode KJ.

Namun itu ada alasan legalnya. Sabrina perlu paspor yang tebal: berisi 48 halaman. Sedang paspor biasa, seperti paspor saya, hanya berisi 32 halaman.

Sabrina memang seperti kipas angin: muter terus. Dari satu negara ke benua lain. Kalau paspornya hanya 32 halaman payah: tiap dua bulan harus minta paspor baru.

Pernah, Sabrina ke Amerika begitu sering: 33 kali dalam tiga tahun. Antara 2014-2017. Lalu tidak ke Amerika lagi selama tahun 2018. Sudah merasa akan ditangkap. Sejak ada kabar Amerika sedang mencurigai Huawei: berdagang dengan negara Islam Iran. Yang lagi diberi sanksi oleh Amerika.

Bisa juga itu karena menyebab lain: paspor-paspor lama Sabrina tetap harus dibawa. Biar pun sudah penuh stempel. Mengapa?

Karena di paspor lama itulah: terdapat visa untuk masuk ke negara lain. Paspornya memang sudah tewas tapi visanya masih hidup.

Saya juga tidak bisa pergi hanya membawa 1 paspor. Karena masih ada visa negara lain di paspor lama. Apalagi Sabrina: yang sudah seperti warga dunia.

Saya juga pernah punya teman Italia. Hampir setiap hari pindah negara. Baru tiba kembali ke negaranya setelah setahun. Begitu lagi tahun berikutnya. Ia pemilik perusahaan global Italia.

Saya tentu tidak tahu mana yang benar. Sabrina hahaha tidak pernah lapor saya. Mungkin takut kalau saya melirik adik tirinya: Annabel. Yang saya tidak kuat melihat kecantikannya.

Yang jelas penahanan Sabrina ini hebohnya bukan main. Bisa menyulut rasa nasionalisme di Tiongkok yang lebih luas.

Vendor-vendor Huawei sudah bergerak. Ada vendor yang terang-terangan: melarang karyawannya membeli iPhone. Handphone produksi Amerika itu. Yang dikalahkan Huawei tahun lalu.

Karyawan yang membeli iPhone dijatuhi sanksi keras. Dipotong gaji. Sebesar harga handphone-nya. Nama vendor itu: MenPed. Pabrik pembuat layar LCD. Yang dipakai di HP Huawei.

Apalagi karyawan Huawei. Memberi dukungan penuh pada Sabrina.

Rasanya hanya Huawei di dunia ini: perusahaan yang hampir semua sahamnya dimiliki karyawan. Boss besarnya hanya memiliki sekitar 2 persen: Ren Zhengfei. Padahal Ren juga pemilik idenya, pendirinya dan panglima tertingginya.

Pola ini tidak mungkin terjadi di negara kapitalis.

Dengan sekitar 2 persen itu saja Ren Zhengfei sudah punya kekayaan Rp 300 triliun. Saking besarnya Huawei. (Dahlan Iskan)

 

Tags: Catatan Dahlan IskanDiswayHuawei
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bupati Irna Ajak Investor ke Pandeglang

Next Post

Ekonomi Banten Diprediksi Tumbuh 5,89 Persen

Next Post
Ekonomi Banten Diprediksi Tumbuh 5,89 Persen

Ekonomi Banten Diprediksi Tumbuh 5,89 Persen

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
dprd lebak

Dilaporkan ke Polda Banten Soal Penipuan, Ini Kata Ade Adriana Ketua Komisi II DPRD Lebak

Kamis, 5 November 2026 16:27
Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Kamis, 5 November 2026 11:22
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08
Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional

Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional, Raih Juara 3 Kompetisi Video Pembelajaran Minerba 2026

Kamis, 5 November 2026 16:17

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Andra Soni Ingatkan Badan Publik Harus Terbuka, Bukan Hanya Saat Penilaian

Andra Soni Ingatkan Badan Publik Harus Terbuka, Bukan Hanya Saat Penilaian

by Yusuf Permana
Jumat, 6 November 2026 14:01
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Keterbukaan informasi publik tidak boleh berhenti pada kegiatan penilaian maupun pemeringkatan badan publik. Transparansi harus menjadi bagian...

Perpustakaan Sekolah Diminta Jangan Hanya Jadi Tempat Pajangan Buku

Perpustakaan Sekolah Diminta Jangan Hanya Jadi Tempat Pajangan Buku

by Ahmad Rizal Ramdhani
Jumat, 6 November 2026 13:36
0

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang mendorong optimalisasi peran perpustakaan sekolah dalam meningkatkan kecerdasan kognitif siswa. Perpustakaan tidak boleh hanya memajang...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.