slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Bak Detektif, Mumun Intai Suami sampai Masuk ke Kosan Perempuan

Aas Arbi by Aas Arbi
19-12-2018 17:05:40
in Sosial Budaya
Bak Detektif, Mumun Intai Suami sampai Masuk ke Kosan Perempuan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Mumun (41), nama samaran, memang berasal dari kampung yang masih memegang erat budaya masyarakat tradisional. Meski begitu, ia tidak pernah memaksakan kehendak siapa pun dalam hal mengimbangi kemajuan teknologi. Tak terkecuali sang suami, sebut saja Parjo (48).

Namun apalah daya, yang namanya rumah tangga pasti tak pernah lepas dari masalah. Hingga suatu hari, peristiwa menegangkan itu terjadi, tepatnya saat Mumun usia 28 tahun dan Parjo berusia 35 tahun. Rumah tangga yang dibangun beberapa tahun lamanya kandas tak berdaya.

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Seperti diungkapkan Mumun, meski memiliki kepribadian yang jauh berbeda, ia dan sang suami tetap bisa saling menghargai satu sama lain. Mumun yang memilih hidup sederhana dengan tetap tidak melupakan petuah orangtua, bersanding dengan Parjo yang memiliki keaktifan super dengan ponsel genggamnya. Ah, sekarang mah biasa sih Teh orang suka main ponsel mah.

“Ya, dulu kan beda sama sekarang. Wuh, dia mah Kang, bangun tidur saja langsung pegang HP, bahkan lagi makan pun dia mah pegang HP, pusing lihatnya,” curhat Mumun kepada Radar Banten.

Mumun bercerita, Parjo sebenarnya lelaki baik. Ia anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak dan adiknya perempuan, ia laki-laki satu-satunya di keluarga. Menghayati betul apa yang dikatakan sang ayah sebelum pergi merantau, Parjo yang saat itu masih berusia muda, pergi dengan keteguhan hati. Bekerja keras dan menghindari ketergantungan pada orang lain, sempat bekerja di berbagai demi menopang hidupnya.

Mulai dari menjadi office boy, sampai menjadi karyawan di toko waralaba, semua dilakukan penuh kesungguhan. Jatuh bangun hidup di daerah orang, akhirnya, seiring banyaknya teman, ia memiliki jaringan dan bekerja menjadi buruh di salah satu perusahaan ternama di Kota Tangerang.

Hari demi hari dilalui, Parjo selalu menyisihkan uang untuk ditabung. Tapi di sisi lain, ia juga menikmati masa muda dengan membeli pakaian modis, ponsel merek terbaru, bahkan pergi kencan dengan pujaan hati. Parjo menjalani hari layaknya orang kota.

Sampai tiga tahun bekerja, posisinya perlahan naik, upah pun bertambah. Dengan keyakinan tingkat tinggi, Parjo memulai karirnya sebagai karyawan biasa, hingga menjadi karyawan tetap. Tiga tahun berlalu, ia membangun rumah sederhana.

Sampai suatu ketika, barulah ia berani mengundang keluarga ke rumah. Seperti diceritakan Mumun, saat itu Parjo kaget, lantaran sibuk bekerja, ia tak menyangka sang ayah menanyakan kapan menikah. Aih kan sudah punya pacar, kok kaget?

“Dia dulu sih bilang kalau pas ditanya itu, dia baru putus sama pacarnya,” ungkap Mumun.
Lantaran melihat sang anak yang gugup ketika ditanya soal pasangan, akhirnya, sang ayah meminta Parjo pulang ke kampung untuk menemui calon pilihan ayahnya. Di situlah awal ia bertemu dengan Mumun.

“Ya, waktu itu kedua orangtua kita di kampung sudah ada rencana untuk menjodohkan. Akhirnya Kang Parjo dateng ke rumah saya,” kata Mumun berseri.

Meski berasal dari kampung, Mumun bukanlah perempuan biasa. Memiliki paras cantik dengan lesung pipi dan gigi gingsul yang manis, membuat Mumun berbeda jika dijejerkan dengan teman-teman wanitanya. Ya, Mumun terlihat sempurna mewakili keasrian kampungnya, di salah satu wilayah di Kabupaten Serang.

Awalnya tampak tak bersemangat, namun setelah tahu Parjo sudah mapan, Mumun mulai membuka diri. Parjo sendiri jelas tak menolak tawaran ayahnya. Mendapat tanggapan positif, ia rutin berkunjung setiap ada waktu libur. Bagai pemuda yang tengah dimabuk cinta, Parjo dan Mumun menikmati asmara yang bergelora.

Singkat cerita, pernikahan mereka berlangsung meriah. Mengikat janji sehidup semati, Parjo dan Mumun resmi menjadi sepasang suami istri. Hingga berjalan setahun kemudian, mereka dikaruniai anak pertama.

Rumah tangga mereka berjalan sempurna, hidup nyaman dengan rumah dan kerjaan yang maju, membuat Mumun dan Parjo dihormati masyarakat sekitar. Tak ayal, ibarat ekosistem lingkungan, mereka memiliki teman dari beragai kalangan mulai dari kalangan bawah sampai kalangan atas yang hidup bergelimang harta.

Kebetulan waktu itu media sosial baru muncul dan sedang marak di masyarakat. Hal itu pun yang membuat Parjo menjadi lebih sibuk menatap ponsel ketimbang bercengkerama dengan anak istri. Ibarat langit dan bumi, Mumun berbeda dengan sang suami.

Mumun yang penurut tampaknya tak bisa memiliki Parjo sepenuhnya. Meski tinggal serumah, mereka jarang mengobrol berdua. Hingga suatu hari diam-diam Mumun penasaran dengan ponsel sang suami. Ia iseng-iseng membuka semua isi pesan dan menemukan hal mencurigakan. Aih apaan, Teh?

“Ya, walaupun selama ini saya enggak pernah memeriksa ponsel dia, bukan berarti saya enggak peduli. Setelah saya cek, ternyata benar kekhawatiran saya, dia punya selingkuhan dan janjian bakal ketemuan,” ungkap Mumun.

Keesokan harinya, diam-diam Mumun mengikuti sang suami ke tempat kerja. Rela seharian menunggu sampai sore, ia kembali bergegas saat melihat Parjo lewat tak jauh dari tempatnya bersembunyi. Benar saja, sepulang kerja, Parjo tak langsung pulang ke rumah.

Mumun yang mengintai dari belakang dengan menyewa ojek, terus memantau gerak-gerik sang suami. Tepat di persimpangan jalan, Parjo masuk ke sebuah gang yang banyak berjejer kos-kosan wanita. Masuklah Parjo ke salah satu kosan yang berada di pojokan.
Tiga puluh menit kemudian Mumun tak sanggup menahan kesabaran. Dengan napas yang tak beraturan, mata yang mula berkaca-kaca, dibukalah pintu kosan dan mendapati suaminya tengah berduaan dengan wanita. Ia pun mengamuk bak keseurupan. Keributan tak dapat dihindari.

Apa mau dikata, siang itu juga Mumun mengemasi barang dan memilih pulang ke kampung halaman. Akhirnya rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Astaga, sabar ya Teh Mumun. Semoga segera mendapat lelaki yang jauh lebih baik lagi. Amin. (daru-zetizen/zee/dwi)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Warga Kampung Bunut Tinggal di Gubuk Reyot

Next Post

Himpaudi Banten Sepakat UU Guru dan Dosen Diuji Materi di MK

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Himpaudi Banten Sepakat UU Guru dan Dosen Diuji Materi di MK

Himpaudi Banten Sepakat UU Guru dan Dosen Diuji Materi di MK

Natal dan Tahun Baru, Telkomsel Siapkan Bandwidth 4,2 Tbps

Natal dan Tahun Baru, Telkomsel Siapkan Bandwidth 4,2 Tbps

Ini Manfaat Makanan yang Pahit Bagi Kesehatan Anda

Ini Manfaat Makanan yang Pahit Bagi Kesehatan Anda

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Program MBG Kota Serang

8.727 Siswa di Kota Serang Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Terbanyak dari Jenjang SD

Kamis, 4 Juni 2026 11:14
Korupsi Pdam Lebak

Direktur PT BLP Divonis Bebas Dalam Kasus Korupsi PDAM Lebak, Kuasa Hukum: APH Seharusnya Hati-hati

Kamis, 4 Juni 2026 10:38
Pencopotan Kepala BGN

Perbaikan Program MBG, Fraksi Gerindra Apresiasi Prabowo Ganti Kepala BGN

Kamis, 4 Juni 2026 09:40
Debt Collector Keroyok Brimob

Polda Banten Buru Debt Collector yang Keroyok Dua Anggota Brimob

Kamis, 4 Juni 2026 08:24
Sindikat Pencurian Kabel

Bahayakan Perjalanan, Polda Banten Ringkus Sindikat Pencurian Kabel Persinyalan Kereta Api

Kamis, 4 Juni 2026 08:03
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Kamis, 4 Juni 2026 07:53
Program MBG Kota Serang

8.727 Siswa di Kota Serang Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Terbanyak dari Jenjang SD

Kamis, 4 Juni 2026 11:14
Korupsi Pdam Lebak

Direktur PT BLP Divonis Bebas Dalam Kasus Korupsi PDAM Lebak, Kuasa Hukum: APH Seharusnya Hati-hati

Kamis, 4 Juni 2026 10:38
Pencopotan Kepala BGN

Perbaikan Program MBG, Fraksi Gerindra Apresiasi Prabowo Ganti Kepala BGN

Kamis, 4 Juni 2026 09:40
Debt Collector Keroyok Brimob

Polda Banten Buru Debt Collector yang Keroyok Dua Anggota Brimob

Kamis, 4 Juni 2026 08:24
Sindikat Pencurian Kabel

Bahayakan Perjalanan, Polda Banten Ringkus Sindikat Pencurian Kabel Persinyalan Kereta Api

Kamis, 4 Juni 2026 08:03
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Kamis, 4 Juni 2026 07:53

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Program MBG Kota Serang

8.727 Siswa di Kota Serang Tolak Program Makan Bergizi Gratis, Terbanyak dari Jenjang SD

by Nahrul Muhilmi
Kamis, 4 Juni 2026 11:14

SERANG,RADARBANTEN.CO.ID– Sebanyak 8.727 sasaran di Kota Serang tercatat menolak menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah pusat....

Korupsi Pdam Lebak

Direktur PT BLP Divonis Bebas Dalam Kasus Korupsi PDAM Lebak, Kuasa Hukum: APH Seharusnya Hati-hati

by Fahmi
Kamis, 4 Juni 2026 10:38

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kuasa Hukum Direktur PT Bintang Lima Perkasa (BLP) Anton Sugiyo Wardoyo, Deolipa Yumara buka suara terkait vonis...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak