SERANG,RADARBANTEN.CO.ID– Sebanyak 8.727 sasaran di Kota Serang tercatat menolak menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah pusat.
Data tersebut dihimpun dari sekolah-sekolah dan masih menunggu rincian lebih lanjut berdasarkan satuan pendidikan.
Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan angka penolakan tersebut merupakan data sementara yang diperoleh dari laporan sekolah.
“Jumlah yang menolak 8.727, ini cuma datanya adanya di sekolah, saya belum melihat merinci sekolah mana saja,” ujar Yudi, Rabu, 3 Juni 2026.
Berdasarkan data sementara, penolakan Program MBG paling banyak berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD).
Tercatat sebanyak 7.046 siswa SD memilih tidak mengikuti program tersebut.
Sementara itu, jumlah penolakan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mencapai 1.584 siswa.
Adapun pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), terdapat 97 siswa yang tidak menerima Program MBG.
“Yang sementara ini SD 7.046, SMP 1.584, SMA 97,” katanya.
Yudi menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis tidak bersifat wajib. Keputusan untuk menerima atau menolak program tersebut sepenuhnya diserahkan kepada hasil kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
Menurutnya, terdapat sejumlah alasan yang melatarbelakangi penolakan tersebut.
Salah satunya karena beberapa sekolah telah memiliki sistem penyediaan makanan sendiri yang selama ini berjalan, seperti layanan katering.
“Mungkin di sekolahnya sudah ada program, misalkan sudah terbiasa dengan catering,” ujarnya.
Meski terdapat ribuan penolakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menegaskan tidak akan memaksakan pelaksanaan Program MBG kepada sekolah maupun wali murid.
“Pada prinsipnya pemerintah daerah terbuka dan tidak bisa memaksakan,” katanya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agung S Pambudi








