slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Jojo Tak Rela Istri Diantar Laki-laki Pulang Malam

Aas Arbi by Aas Arbi
29-12-2018 15:18:41
in Sosial Budaya
Jojo Tak Rela Istri Diantar Laki-laki Pulang Malam
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Jojo (49), nama samaran, ialah seorang pekerja keras. Setiap hari banting tulang sebagai kuli bangunan, ia berjuang mencari nafkah untuk kedua anaknya. Anehnya, setiap ada wanita lewat, teman-teman rekan sekerja pasti meledek Jojo. Ternyata, mereka berusaha menjodohkan lantaran sudah lama Jojo hidup sendiri. Waduh, memang benar, Kang?

“Iya, Kang. Sudah lama sih cerai. Sekarang hidup sama dua anak yang masih pada sekolah. Tinggal mereka berdua yang saya punya,” aku Jojo kepada Radar Banten.

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Sikapnya yang pendiam, tapi tetap ramah, membuatnya punya banyak teman. Berbadan kekar dengan sedikit jenggot di dagu, ia mengaku, sang mantan istri bernama Kunah (48), bukan nama sebenarnya. Katanya, semenjak bercerai, Jojo seperti orang yang tak bisa mengurus diri. Aih, kok begitu, Kang?

“Ya bagaimana, kedua anak saya cowok semua. Setiap hari kerja dari pagi sampai sore. Kadang baju juga enggak salin tiga hari,” ungkapnya. Oalah, jorok amat sih, Kang.

Meski kadang sering menyempatkan waktu beres-beres rumah, serta mengurus urusan yang seharusnya dilakukan wanita. Apalah daya, ketika rasa malas itu datang, jadilah rumah acak-acakan. Kedua anaknya pun sering hidup di luar. Sekolah pagi dilanjut pulang sampai malam, Jojo benar-benar menikmati kesendirian.

Jojo pun bercerita, peristiwa menegangkan itu terjadi saat ia berusia 31 tahun dan Kunah 30 tahun. Katanya, tak pernah terpikirkan dalam benaknya akan mengalami kandasnya rumah tangga bersama Kunah. Soalnya, jika mengingat masa lalu, Jojo mengaku, Kunah ialah wanita yang sangat ia cinta. Widih.

“Ya dia juga dulu mah sayang banget sama saya. Namanya masa muda, waktu itu saya lagi kaya, tapi semua berubah pas bapak saya meninggal,” tandasnya.

Jojo mengangkat wajah, matanya menatap ke langit-langit bangunan. Di waktu yang sama, ia berkata kalau ia rindu pada masa-masa indah kenangan bersama Kunah. Katanya, sewaktu muda, Kunah adalah gadis primadona di kampungnya. Ya, hampir semua laki-laki mengejar untuk meminangnya.

Memiliki paras cantik dengan penampilan menarik, Kunah membuat Jojo jatuh cinta. Tak hanya itu, pada zamannya, Kunah satu-satunya wanita di kampung, yang sering pergi ke Jakarta. Membeli barang-barang mewah dan pakaian bagus, ia membuat banyak teman seusia terkagum-kagum.

“Ya dia dulu bapaknya kayak mandor di Pasar Senen gitu, Kang. Kalau lagi liburan, pasti diajak ke Dufan, Monas, banyaklah. Pulang bawa banyak oleh-oleh,” ungkapnya.

Tak jauh berbeda dengan Kunah, Jojo juga mengaku, sewaktu muda memiliki kehidupan bak anak raja. Sang ayah yang punya sawah berhektare-hektare, memiliki kekayaan dan banyak orang menaruh hormat padanya. Namun, sayang seribu sayang, dari ketiga anaknya, tak ada satupun yang mewarisi keahlian berbisnis di bidang pertanian. Oalah, memang enggak diajarkan, Kang?

“Saya anak terakhir, Kang. Bapak tuh mengajarinya ke anak pertama. Tapi, dia juga malah enggak mau ngurus sawah, malah pengin enaknya doang. Ya sudah, jadinya ke saya juga enggak mau mengajari lagi,” katanya.

Menikmati hidup sebagai anak petani sukses, Jojo muda banyak berfoya-foya. Hingga akhirnya, tingkat kegemerlapan hidup ala lelaki kampungnya semakin lengkap dengan kehadiran Kunah. Ya, ibarat pasangan yang sudah ditakdirkan Tuhan untuk menyatu, mereka jadian dan sering pacaran sepulang sekolah.

“Pas pedekate, saya langsung minta dibelikan motor ke bapak. Alhamdulillah dapat. Pokoknya, kalau daerah Serang sampai ke Anyar mah, semua sudah saya datangi sama Kunah,” curhat Jojo.

Singkat cerita, lulus SMA, ia meminta menikah pada keluarga. Padahal, bapaknya sedang mengalami perekonomian sulit. Katanya, waktu itu, bapaknya ditipu orang sampai punya banyak utang ke bank. Namun karena Jojo terus memaksa, jadilah proses lamaran itu berlangsung.

Mengikat janji sehidup semati, Jojo dan Kunah resmi menjadi sepasang suami istri. Setahun kemudian, mereka dikaruniai anak pertama. Namun, apalah daya, lantaran tak sanggup menahan tekanan utang di mana-mana, sang ayah jatuh sakit. Sebulan kemudian meninggal dunia. Astaga.

“Ya waktu itu sempat kena struk, dirawat dua minggu, diobati ke mana-mana. Tapi, ya akhirnya meninggal,” kenang Jojo.

Beruntung, setelah menjual banyak sawah dan beberapa kebun untuk menutupi utang, setiap anggota keluarga berhasil mendapatkan satu rumah warisan. Berjalan tahun kedua, Kunah masih sanggup bertahan dan melahirkan anak kedua. Seiring berjalannya waktu, ketika sang anak beranjak balita, kondisi perekonomian semakin memburuk.

“Duh, Kang. Waktu itu saya cuma mengandalkan penghasilan dari jatah jaga kebun saudara. Terus kadang ikut bantu kuli bangunan. Saking stresnya, kita hampir setiap hari ribut,” kata Jojo.

Akhirnya, mungkin lantaran ingin lari dari kenyataan, Kunah pun mengontak kenalan seusianya di Jakarta. Sejak saat itu, hampir seminggu sekali, ia dijemput mobil sedan hitam di depan rumah. Berangkat pagi pulang pagi lagi, perlahan, gaya berpakaiannya pun berubah.

“Wah, dia waktu itu penampilannya seksi banget. Parahnya, omongan saya juga sudah enggak didengar,” kata Jojo.

Hingga suatu malam, Jojo memergoki sang istri pulang diantar laki-laki. Emosi memuncak, jadilah ribut di pinggir jalan. Saling adu mulut dan mencaci maki, mereka seolah tak peduli lagi pada rasa malu dilihat banyak orang. Hingga akhirnya, karena terus melakukan hal serupa, Jojo pun menceraikan Kunah.

Semenjak cerai, Kunah lebih banyak tinggal di Jakarta. Alhasil, keluarga dan orangtuanya sering menyalahkan Jojo atas kejadian itu. Namun, Jojo mengaku, ia sama sekali tak takut pada mereka. Setiap kali disalahkan, ia selalu menghindar dan tak mendengarkan. Ya ampun, sabar ya, Kang.

“Kalau boleh dibandingkan, saya lebih baik sendiri daripada punya istri sering kelayaban. Soalnya, nanti dosanya pasti ke saya, kalau sudah cerai kan, ya itu dosa larinya ke dia. Saya sudah lepas tanggung jawab, tinggal mengurus anak saja,” kata Joko. Oalah.

Ya, semoga Kang Joko diberi rezeki dan kebaikan dalam menjalani hidup. Semangat ya, Kang. (daru-zetizen/zee/ira)

 

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pastikan Bantuan Terdistribusi, Tanto Pantau Korban Banjir

Next Post

Kanwil DJP Banten Optimistis Target Pajak Rp50 Triliun Tercapai

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Kanwil DJP Banten Optimistis Target Pajak Rp50 Triliun Tercapai

Kanwil DJP Banten Optimistis Target Pajak Rp50 Triliun Tercapai

Perwosi Banten Masyarakatkan Olahraga kepada Wanita

Perwosi Banten Masyarakatkan Olahraga kepada Wanita

Konya

Konya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28
mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

by Rostinah
Selasa, 21 April 2026 20:53

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten memperingati Hari Kartini dengan memberikan penghargaan kepada sosok Kartini masa kini di...

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

by Yusuf Permana
Selasa, 21 April 2026 20:46

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Banten mulai memanaskan mesin partai menjelang agenda politik ke...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak