KRAMATWATU – Hasil lobi-lobi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah agar program jaringan gas rumah tangga (jargas) dapat dinikmati warga Kabupaten Serang terwujud. Kemarin, (11/1), sebanyak 5.043 warga Kecamatan Kramatwatu merasakan manfaat program jargas dari Perusahaan Gas Negara (PGN).
Pengoperasian jargas diresmikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ego Syahrial didampingi Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dan halaman kantor Kecamatan Kramatwatu, Jumat (11/1). Ketiganya juga berkesempatan untuk mencoba jargas yang sudah terpasang di salah satu rumah warga. Jargas diketahui sebagai bagian dari realisasi penandatanganan kerja sama antara Pemkab Serang dengan Kementerian ESDM pada Maret 2018.
Sekjen Kementerian ESDM RI Ego Syahrial mengatakan, pihaknya sudah mendistribusikan 325.773 sambungan jargas di 16 provinsi dan 40 kabupaten kota dari APBN hingga 2018. “Termasuk 5.043 sambungan rumah di Kabupaten Serang. Pembangunannya selesai 2018 melalui penugasan kepada PT PGN,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, jargas yang dialirkan melalui pipa ke rumah warga merupakan gas alam bersih. Selain itu juga, pemasangan jargas bisa menghemat pengeluaran warga dengan status ekonomi menengah ke bawah antara Rp60 ribu hingga Rp90 ribu per bulan. “Jargas ini jauh lebih aman karena tekanan gasnya lebih rendah dari tekanan gas elpiji,” jelasnya.
Ia berjanji, akan mengupayakan Kabupaten Serang kembali mendapatkan program jargas. Namun, ia meminta, Pemkab Serang ikut membantu dalam proses pemasangan jaringan, mulai dari perizinan hingga sosialisasi ke masyarakat. Selain itu, meminta agar fasilitas yang sudah diberikan bisa dijaga bersama. “Evaluasi yang akan kami lakukan ya menentukan program selanjutnya,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyambut baik program jargas yang diberikan Kementerian ESDM kepada warga Kabupaten Serang. Hal itu lantaran aliran pipa PGN melintasi wilayah Kabupaten Serang. “Jargas disalurkan kepada rumah yang terlewati pipa PGN berjarak 0,5 kilometer sampai satu kilometer dari pipa utama. Program diutamakan untuk rumah tangga menengah ke bawah,” terangnya.
Penerima manfaat program jargas di Kecamatan Kramatwatu, lanjutnya, hanya diberikan untuk lima desa. Antara lain Desa Toyomerto, Pejaten, Serdang, Wanayasa, dan Desa Kramatwatu. ”Dengan jaringan gas masuk ke rumah, menghemat pengeluaran masyarakat setiap bulan, dan ketika butuh gas tidak akan habis,” jelasnya.
Menurut ibu tiga anak itu, masih banyak warga yang membutuhkan bantuan program jargas. Oleh karena itu, pihaknya akan mengajukan bantuan kembali program tersebut agar kuota penerima bantuan bertambah. “Dengan adanya jargas di rumah tangga, akan lebih menghemat, praktis, dan aman,” pungkasnya. (Rozak/RBG)










