Ada yang menarik pada gelaran kesembilan road show Bintang Sains 2019 di Kecamatan Padarincang yang berlangsung di gedung SDN Padarincang 1, Rabu (23/1). Siswa kembar lolos sebagai sepuluh finalis perwakilan Kecamatan Padarincang, yakni Lutfi Perdana dan Lucky Permana. Keduanya siswa kelas V dari SDN Cisaat.

Selama jalannya lomba, siswa kembar itu mampu menjawab semua soal yang dibacakan host dengan benar dan sportif tanpa tengok kiri kanan. Di Padarincang, Bintang Sains 2019 diikuti 192 siswa dari 38 sekolah.
Lomba dibagi tiga sesi. Sesi pertama diikuti 64 peserta dan meloloskan 12 peserta ke babak penentuan. Sesi kedua, sebanyak 28 peserta yang lolos ke babak penentuan dari 64 peserta. Sedangkan sesi ketiga menyisakan 19 peserta dari 64 peserta yang lolos ke babak penentuan. Kemudian, ke-59 peserta yang lolos tahap awal itu dilombakan kembali hingga mengerucut menjadi sepuluh finalis. Lomba disaksikan Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Bidang SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Aat Supriyadi.

Siswa kembar bersaing pada sesi kedua. Selama jalannya lomba, keduanya menjadi pusat perhatian karena kekompakan mereka menjawab pertanyaan dengan benar. Ketika banyak peserta berguguran, kedua siswa kembar yang murah senyum itu terus bertahan hingga sukses menjadi bagian dari perwakilan Kecamatan Padarincang pada final.
Kesepuluh finalis, selain siswa kembar dari SDN Cisaat, yakni satu peserta dari SDN Cibojong 1, tiga peserta dari SDN Ciomas 1, dan empat peserta dari SDN Padarincang 2. Kesepuluh finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Aat, Pengawas Kecamatan Padarincang Sri Mulyani, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Padarincang Ahdiat, pengurus PGRI Kecamatan Padarincang Sahro, dan Ketua Forum Komunikasi Guru Sekolah (FKGS) Kecamatan Padarincang Neriza Sampaguita.

Guru pendamping dari SDN Cisaat Heri Ruswan mengakui, siswa kembar binaannya yang lolos ke babak final termasuk siswa pintar dan selalu mendapat ranking pertama sejak kelas I. “Keduanya saling bergantian meraih ranking di kelas. Tahun lalu Lucky yang peringkat pertama, Lutfi kedua. Tahun ini bergantian,” akunya.
Salah satu siswa kembar, Lucky, yang bertempat tinggal di Kampung Cibetus, Desa Curuggoong, Kecamatan Padarincang itu mengaku senang dan bangga bisa lolos mewakili sekolahnya di tingkat kabupaten. “Alhamdulillah tadi bisa jawab pertanyaan dengan mudah,” ucapnya.
Ketua K3S Padarincang Ahdiat menilai, event Bintang Sains 2019 sangat mendukung potensi siswa pada bidang matematika dan IPA. (Haidaroh/RBG)










