SERANG – Rudi Hartono telah menginjak usia ke-35 tahun. Lelaki yang berprofesi sebagai pelatih Muaythai Indonesia (MI) Banten itu sedang menekuni ajang tarung bebas bertajuk One Pride MMA Indonesia.
Ditengah kesibukannya melatih atlet muaythai Banten, bapak tiga anak ini masih menyempatkan diri mengikuti audisi One Pride MMA Indonesia. Pria kelahiran Makassar itu telah meneken kontrak acara yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta di Indonesia itu dari 2018 hingga 2020 mendatang.
“Pertama kali saya ikut audisi One Pride tahun 2016. Baru dipanggil dan bergabung di Januari 2018. Lawan pertama Ali Sagar, saya menang TKO. Lawan kedua Agus Rustandi di bulan Juni, dan lawan ketiga pada September lalu saya bertemu Sukarja petarung asal Riau, saya menang di ronde pertama,” ujar Rudi saat ditemui Radar Banten di tempat latihan Muaythai Banten, Kota Serang, Rabu (23/1).
Berbekal ilmu beladiri tinju, wushu, dan muaythai, Rudi berambisi merebut gelar juara di kelas 52,2 kilogram. “Saya akan membagi waktu maksimal agar keduanya bisa berjalan, untuk melatih dan tetap bertarung,” tuturnya.
Kendati pertandingan keempatnya di One Pride MMA Indonesia telah menunggu, peraih medali emas pada Kejurnas Tinju 2001 itu tetap mengutamakan melatih anak didiknya untuk menghadapi Pra PON 2019. “Jadwal pertandingan saya selanjutnya di One Pride bulan sembilan. Tetapi karena saya juga sebagai pelatih muaythai Banten, jadi saya lebih utamakan untuk melatih dahulu. Kalau setelah Pra PON saya baru akan siap untuk One Pride,” kata pria yang pernah bergabung di pelatnas tinju tahun 1999 untuk Pra Olimpiade ini. (Riko B/RBG)









