RANGKASBITUNG – Rumah Uki, warga Kampung Muarapasir, Desa Muaradua, Kecamatan Cikulur, rusak berat akibat bantaran Sungai Ciujung di belakang rumahnya amblas sepanjang 60 meter dengan kedalaman lebih dari dua meter. Bagian dapur ambruk dan dinding retak-retak membahayakan keselamatan Uki dan keluarganya.
“Pada Minggu (27/1) sekira pukul 6.00 WIB tanah yang retak tersebut amblas. Saat kejadian, saya sedang di dalam rumah dan langsung berlari menyelamatkan diri,” kata Uki kepada wartawan, Minggu (27/1).
Uki menceritakan, Kamis (24/1) lalu tanah di bantaran Ciujung di belakang rumahnya retak. Retakan terus melebar dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Karena itu, Uki dan tokoh masyarakat Muarapasir lapor ke Kepala Desa Muaradua Jakaria, Jumat (25/1).
Dia berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan untuk pembangunan rumahnya kembali. Apalagi, Uki hanya buruh di galian pasir. Penghasilannya hanya cukup untuk makan. “Untuk sementara saya dan keluarga mengungsi ke rumah orangtua,” terangnya.
Kerabat Uki, Udin menambahkan, kades telah meninjau lokasi. “Harapan saya dan masyarakat di sini, pemerintah membangun dam atau bronjong di bantaran sungai Ciujung,” katanya.(Mastur/Aas)









