Hari ke-20 gelaran road show Bintang Sains 2019 Kecamatan Anyar yang berlangsung di gedung PGRI Kecamatan Anyar, Rabu (6/2), penuh kejutan. Dua peserta dari sekolah yang diketahui berada di wilayah pelosok, yakni Keyla Zurtsunova dari SDN Salatuhur dan Dian Nuraini Fitri Neng Tyar dari SDN Pematang Waringin lolos menjadi bagian sepuluh finalis.
Di Kecamatan Anyar, Bintang Sains 2019 diikuti 180 peserta dari 27 sekolah yang menyisakan 66 peserta pada babak penentuan hingga mengerucut menjadi sepuluh finalis. Semua peserta tampak bersemangat mengikuti lomba dan mampu menaklukan beberapa soal IPA dan matematika yang dibacakan host. Peserta mulai berguguran ketika soal esai dibacakan. Beragam ekspresi diperlihatkan peserta saat meninggalkan arena karena menjawab salah.

Salah seorang peserta kelas V dari SDN Jaha, Zulfathan mengaku tidak kecewa meski gagal masuk sepuluh finalis. “Enggak apa-apa tidak lolos juga, yang penting sudah mencoba,” ucapnya tersenyum.

Sepuluh finalis Kecamatan Anyar didominasi SDN Anyar 4 sebanyak empat peserta, disusul SDN Anyar 1 tiga peserta, satu peserta dari SDN Salatuhur, satu peserta dari SDN Pematang Waringin, dan satu peserta dari SDN Anyer 2. Kesepuluh finalis diberi piagam penghargaan dan medali yang diserahkan oleh Pengawas Anyar Sohra Siswanto, Maiyatul Fuad, dan Sri Ratmini, Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Anyar Asep Iskandar, dan Ketua PGRI Kecamatan Anyar Maktubi.

Dian Nuraini Fitri Neng Tyar dari SDN Pematang Waringin mengaku, tidak pernah menyangka bisa lolos menjadi sepuluh finalis mewakili kecamatannya. “Senang dan bersyukur bisa mengalahkan puluhan siswa lainnya,” ucapnya bangga.
Sementara itu, guru pendamping siswa SDN Pematang Waringin Abdul Aziz mengaku bangga terhadap siswanya yang lolos ke final. “Kami yang dari pelosok ternyata bisa bersaing dengan siswa dari kota, alhamdulillah,” ucapnya.

Kata Aziz, jarak tempuh sekolahnya cukup jauh dari lokasi lomba mencapai lebih dari sepuluh kilometer dan melintasi perbukitan dengan infrastruktur jalan yang rusak, berbatu, dan terjal. “Perjuangan kami enggak sia-sia. Kami dari sekolah berangkat subuh. Semua ini demi pengalaman luar biasa di Bintang Sains,” ujarnya.
Pengawas Kecamatan Anyar Sohra Siswanto menilai, Bintang Sains sebagai acara yang sangat memotivasi guru dan siswa. “Ini acara yang sangat positif. Tidak disangka, ada dua peserta dari daerah pelosok yang lolos,” katanya. (Haidaroh)











