Bintang Sains 2019 Kota Serang hari ketiga di Kecamatan Serang 3 di Radar Banten Arena, Graha Pena Radar Banten, Kamis (21/2), berlangsung haru. Banyak peserta baik yang gugur maupun lolos menjadi bagian dari sepuluh finalis bercucuran air mata.
Bintang Sains di Kecamatan Serang 3 diikuti 207 siswa dari 25 sekolah. Lomba dibagi dua sesi hingga meloloskan 70 peserta pada babak penentuan. Seperti biasa, peserta banyak berguguran pada soal esai matematika. Persaingan peserta sengit. Beragam ekspresi ditunjukkan peserta selama jalannya lomba. Sebagian besar peserta yang gugur tak kuat menahan rasa kecewa dengan langsung berlari ke pelukan guru dan orangtuanya. Tak terkecuali peserta yang menjadi finalis mewakili Kecamatan Serang 3 untuk bersaing kembali di grand final. Sepuluh finalis tak kuat menahan haru dan menitikkan air mata usai pengalungan medali.


Siswi SDN Kebaharan Annur Nafami mengaku sedih dan kecewa lantaran gagal lolos menjadi finalis. Ia mengaku sempat bimbang saat lomba menjawab soal pilihan ganda mata pelajaran matematika. “Tadi ragu-ragu jawabnya,” ujarnya mengusap air mata.
Sepuluh finalis perwakilan Kecamatan Serang 3 cukup merata. Terdiri atas dua peserta dari SDN Serang 2, disusul dua peserta dari SDN Lontar Baru, satu peserta dari SDN Cilampang, satu dari SDIT Al-Izzah Serang, satu peserta dari SDN Kebaharan 2, satu peserta dari SDN Gempol, satu peserta dari SDN Al-Azhar, dan satu peserta dari SDN Buat Gede. Kesepuluh finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Pengawas SD Kota Serang Ali Imron dan Direktur Primagama Kota Serang Slamet Budiono.

Muhammad Maulana, salah satu finalis dari SDN Serang 2 ini mengaku senang dan bangga bisa mengikuti lomba Bintang Sains. “Pertanyaannya gampang-gampang susah. Tapi alhamdulillah bisa,” ucapnya sedikit berlinang air mata.
Guru pendamping SDN Serang 2 Yakub mengaku bangga dan senang siswanya lolos final Bintang Sains. “Alhamdulillah, dua siswa kami lolos. Semoga bisa menang sampai berangkat ke luar negeri,” harapnya.

Pengawas SD Kota Serang Ali Imron menilai, Bintang Sains menjadi ajang pembuktian siswa dalam menunjukkan kemampuan di bidang sains. “Selama ini kita memang menanti acara seperti ini dan luar biasa lombanya bagus dan menarik,” pujinya. (Haidaroh)










