Hari kelima Bintang Sains 2019 Kota Serang, Sabtu (23/2), diikuti peserta dari Kecamatan Taktakan bagian 1. Lomba yang diselenggarakan di Radar Banten Arena, Graha Pena Radar Banten, itu berlangsung menegangkan. Peserta bersaing alot hingga babak penentuan. Hasilnya, sepuluh finalis yang terpilih merata.
Bintang Sains di Kecamatan Taktakan diikuti 140 siswa dari 17 sekolah. Lomba dibagi dua sesi dan meloloskan 60 peserta pada babak penentuan yang memperebutkan jatah sepuluh finalis. Keseruan sudah terlihat sejak sesi pertama. Hampir semua peserta percaya diri menjawab soal yang dibacakan host. Peserta mulai berguguran di soal esai IPA.


Guru pendamping dan kepala sekolah yang menyaksikan jalannya lomba sampai histeris mendukung siswa didiknya di tribun penonton. Persaingan semakin alot terlihat pada babak penentuan. Berbagai ekspresi ditunjukkan peserta yang benar maupun salah dalam menjawab soal. Ada yang menutup wajah, menangis, hingga berlari ke pelukan guru pendamping.

Sampai akhirnya terpilih sepuluh finalis yang akan mewakili Kecamatan Taktakan bagian 1 menuju final Bintang Sains 2019 Kota Serang meliputi SDN Taktakan 1 tiga peserta, SDN Umbul Kapuk dua peserta. Kemudian SDN Taktakan 2, SDN Umbul Tengah, SDN Pancur, SDN Drangong 1, dan SDN Kuranji masing-masing satu peserta. Kesepuluh finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Taktakan Safuri, Pengawas SD Kecamatan Taktakan Saryan, Supartana, dan Ridwan, Ketua PGRI Kecamatan Taktakan Sujana, dan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Taktakan Puji Ningsih.
Finalis dari SDN Drangong 1 Ermalia Zahra mengaku senang dan bangga menjadi finalis Bintang Sains. “Alhamdulillah, masuk final. Ini berkat dukungan dan motivasi guru,” ucapnya.

Kepala SDN Taktakan 1 Sujana mengaku bangga tiga anak didiknya dapat berpartisipasi pada Bintang Sains 2019. “Lombanya bagus dan sangat mendidik. Siswa mendapat pengalaman baru yang tidak mereka dapat di kelas,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Taktakan Safuri menilai, Bintang Sains merupakan lomba yang sangat mendidik. Tidak hanya mendidik siswa, tetapi juga mendidik dan memotivasi guru terus belajar lebih keras memberikan materi kepada siswanya. (Haidaroh)










