TELUKNAGA – Ribuan warga dan sejumlah tokoh di Tangerang Utara menyambut kehadiran Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Kiai Ma’ruf Amin di Gedung Pertemuan Hengky Pangkalan, di Jl Raya Teluknaga Pakuhaji, Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Senin, (4/3). Mereka yang hadir siap untuk memenangkan Ma’ruf di wilayah Tangerang Utara.
Ma’ruf hadir bersama para tokoh yang dipimpin sesepuh Banten, KH Abuya Muhtadi. Acara itu diprakarsai oleh relawan Muda-Mudi Indonesia (MMI) dan Forum Komunikasi Kiai Ma’ruf Amin (Fokus KMA). Acara diawali dengan pembacaan ikrar kesetiaan mengawal NKRI dan memenangkan Ma’ruf oleh kurang lebih tiga ribuan warga dan 99 Tokoh Tangerang Utara.
Dalam ceramahnya, Ma’ruf mengingatkan pendukungnya untuk berjuang bersama memajukan bangsa dengan memilih pasangan nomor urut 01. Ia juga menyerukan perlunya sinergi para pihak dalam mengurangj kesenjangan ekonomi di Indonesia. Sinergi antara pemerintah, ulama dan para pengusaha, diperlukan dalam memberdayakan dan menguatkan ekonomi keumatan. “Tugas para Ulama di antaranya adalah menjaga dan melayani umat. Kita perlu melakukan Ishlahul ummat dan khidmatul umat. Kalau di setiap masjd dibentuk koperasi, ini menjadi sarana menggerakkan ekonomi umat. Mendorong umat untuk mandiri. Kalau umat sudah mandiri dan sadar pada pentingnya menjaga NKRI, akan berkontribusi positif pada bangsa ini. Saya menyebut ini sebagai Arus Baru Ekonomi Indonesia (Arbei),” papar Ma’ruf.
Menurutnya, upaya perbaikan dan pemberdayaan ekonomi umat yang digulirkannya itu bukan hanya wacana belaka. Tapi sudah dilakukan sejak aktif di NU maupun di MUI. “Tahun 2017 lalu, kita menghelat Kongres Ekonomi Umat dan meminta pemerintah, untuk menjadikan pesantren dan majlis taklim sebagai mitra dalam hal pemberdayaan ekonomi,” lanjut Ma’ruf.
Humas MMI Amin Fauzi mengungkapkan, puluhan ribu relawan MMI di Indonesia, telah bergerak di akar rumput untuk memenangkan Ma’ruf. “Sebab, Abah Kiai Ma’ruf adalah representasi muslim Indonesia. Abah mewakili muslim kota maupun desa. Beliau ulama berpengaruh yang menjadi motor penggerak perubahan sosial, budaya dan ekonomi,” ujar Amin. (*/mg03/air)










