slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Kertajati

Aas Arbi by Aas Arbi
10-03-2019 09:24:58
in Catatan Dahlan Iskan
Kertajati
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Oleh: Dahlan Iskan

Baca Juga :

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Penumpang dipersilakan naik pesawat. Cililink jurusan Medan segera berangkat. Tidak ada yang antri. Tidak ada panggilan kedua. Pun panggilan terakhir. Semua penumpang sudah hadir. Lengkap: tiga orang.

Sebelum itu Citilink jurusan Surabaya juga boarding. Penumpangnya juga sudah komplit. Jumlahnya sangat lumayan: 11 orang.

Lion Air jurusan Balikpapan tidak akan boarding. “Cancel,” bunyi pengumuman di layar monitor. Garuda juga tidak jadi diberangkatkan. Sama: Cancel.

Pun jurusan Lampung. 

Itulah yang terjadi di bandara internasional Kertajati. Saat saya ke situ Jumat pagi lalu (8/3/2019).

Bandara itu sangat besar. Desainnya modern campur tradisional. Atapnya terdiri dari lembaran-lembaran. Tiap lembarannya menggambarkan seuntai bulu merak.

“Merak” adalah tema bandara baru itu. Sesuai dengan tari khas Jawa Barat: Tari Merak.

Di teras depan pun ada dua kurungan merak. Di sayap kiri dan kanan. Di tengah taman yang belum jadi. Kurungannya indah. Besar. Tingginya mencapai lantai dua bagian depan bandara itu.

Sekilas orang tidak tahu kurungan apa itu. Setelah didekati baru kelihatan: ada empat burung merak di dalamnya. Masih kecil. Masih remaja. Belum kelihatan ‘hadir’ sebagai penghias. 

Burung itu didatangkan dari hutan dekat Madiun. Di Jabar sendiri kelihatannya sudah sulit mencari burung merak.

Di beranda depan ini ada lift dan dua eskalator. Untuk naik ke lantai dua. Tempat check in.

Saya naik lewat lift itu. Masih berfungsi dengan baik. Dua eskalatornya yang tidak dijalankan. Itu betul. Menghemat listrik. Toh penumpangnya hanya beberapa gelintir.

Sayap kiri bandara ini untuk keberangkatan internasional. Yang kanan untuk domestik. Tapi, itu tadi, bandara ini belum diminati. 

Sudah lama saya ingin tahu bandara baru ini. Sejak masih menjadi sesuatu dulu. Tapi tertunda terus. Karena bandara satu itu tidak ada hubungannya dengan kementerian BUMN.

Justru istri saya yang tahu duluan. Saat ke Cirebon dulu. Dia pulang ke Surabaya lewat bandara ini.

Minggu lalu pun saya menyesal lagi. Terlanjur beli tiket Surabaya-Bandung pulang pergi. Mestinya beli satu jalan saja. Pulang ke Surabaya lewat Kertajati.

Sejak duluuuu saya sudah tahu. Di Kertajati akan dibangun bandara. Untuk menggantikan bandara Bandung yang sangat kecil itu. Juga agar tidak mengganggu TNI-AU.

Waktu itu agak serba salah. Bandara Husein Sastranegara diperbesar atau tidak. Apakah tidak bersabar saja. Menunggu Kertajati jadi.

Tapi pembangunan sebuah bandara tidak bisa cepat. Apalagi sangat besar. Akhirnya diputuskan: Husein Sastranegara diperluas. Sebisa-bisanya. Jangan menjadi terlalu luas. Toh hanya untuk sementara. Yang penting jangan keterlaluan sempitnya. Dan jeleknya.

Saat itu bandara Bandung benar-benar sudah tidak sesuai dengan tingkat keramaiannya. Dengan status internasionalnya. Yang begitu banyak jurusan luar negerinya.

Waktu itu ekonomi Bandung memang berkembang sangat pesat. Bandaranya sangat tertinggal dengan bandara-bandara baru lainnya.

Bayangan saya perluasan itu cukuplah kalau untuk lima tahun saja. Toh bandara Kertajati pasti akan jadi. Yang desainnya bagus. Ukurannya besar. Lahannya sangat luas.

Bayangan saya bandara Kertajati itu tidak terlalu jauh dari Bandung. Bukan 70 km seperti ini. Mestinya begitu bandara diresmikan bisa menggantikan Husein Sastranegara.

Ternyata masih ada hambatan besar. Akses dari Bandung belum tersedia. Masih dalam pengerjaan.

Saya jadi mendadak ingin tahu Kertajati. Kebetulan ada waktu setengah hari.

Malam itu bisa saja saya tidak tidur di Bandung. Dari Stadion Si Jalak Harupat bisa langsung ke Cirebon. Agar paginya bisa ke Kertajati. Tapi jalan keluar dari stadion macet bukan main. Akhirnya saya tidur di Trans Hotel.

Jam 5 pagi kami berangkat dari Bandung. Kami putuskan lewat Lembang. Lalu Subang. Lalu masuk jalan tol Cikampek-Cirebon.

Setelah melewati satu exit tibalah di exitKertajati. Itulah exit menuju bandara. Yang jaraknya masih sekitar 15 km lagi.

Saya malu. Terkecoh. Bayangan saya lokasi bandara Kertajati itu di selatan tol. Otak saya sudah tercuci. Oleh citra bahwa bandara Kertajati adalah pengganti bandara Husein Sastranegara. Berarti, mestinya, tidak terlalu jauh dari Bandung.

Ternyata lokasinya di utara jalan tol. Mendekati pantai utara.

Makanya perlu tiga jam perjalanan dari Bandung tadi. Termasuk muter-muter di kota Subang. Cari sarapan.

Makanya bandara Kertajati masih sangat sepi. Memang sempat banyak penerbangan mencobanya: Lion Air, Xpress Air, Garuda dan Citilink. Jurusannya pun banyak: Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Lampung, Jogja.

Tapi jumlah penumpang sangat sedikit. Apalagi setelah ada revolusi non-mental: harga tiket naik. Pun bagasi harus bayar.

Sepi.

Sunyi.

Seperti yang saya gambarkan di atas. Tiga penumpang untuk pesawat Boeing 737. Untuk jarak terbang lebih dari dua jam.

Sekarang tinggal Citilink yang masih rela rugi. Itu pun hanya dua penerbangan. Ke dua jurusan. Ke Surabaya jam 9 pagi. Dan ke Medan pada jam yang sama. Bahkan yang jurusan Medan itu tinggal tiga kali seminggu.

Jalan tol baru memang sedang dibangun. Dari Bandung ke Kertajati. Tepatnya dari ujung jalan tol Cileunyi. Menembus dua gunung di Subang. Dengan terowongan panjang.

Kalau jalan pintas itu jadi barangkali beda. Barangkali tidak. Tergantung banyak hal. Setidaknya tarif tolnya: mahal atau mahal sekali. Dan apakah bandara Husein Sastranegara ditutup.

Sambil menunggu jalan tol, Citilink akan terus merugi. Tapi penumpang seperti Bu Nur akan sangat berterima kasih. Dia orang Majalengka. Kerja di Jakarta. Harus sering ke Surabaya.

Saudaranya banyak: dia anak ke 11 dari 16 bersaudara. Harus sering pulang ke Majalengka. Dia akan jadi pelanggan tetap jurusan Kertajati-Surabaya.

Doa Bu Nur jelas: semoga Citilink tahan merugi di jurusan ini. Setidaknya Citilink sudah berjasa. Membuat bandara Kertajati ada gunanya cepat-cepat diresmikan. Tanpa harus menunggu aksesnya jadi.(dahlan iskan)

Tags: Disway
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tunggangi Harley, Walikota Cilegon Hadiri Cilegon Community Festival

Next Post

Kenaikan Gaji ASN Cair April

Related Posts

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang
Berita Utama

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF dari Jepang

by Agung S Pambudi
Sabtu, 8 November 2025 22:14

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID - Disway Group menerima kunjungan Shonan Industrial Promotion Foundation (SIPF) dari Jepang. Direktur Keuangan Disway Group Verry Madur dan...

Read moreDetails

Disway Group Jajaki Kerja Sama Bisnis dengan SIPF Jepang 

Pertama Kali! Disway Group Jalin Kerjasama dengan Brand Kecantikan Lokal B Erl Cosmetics

Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Bos Radar Banten Group Mashudi Ditunjuk Jadi Direktur Pemberitaan dan Jaringan Disway Group

Menkop Budi Arie: Koperasi Merah Putih Bisa Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Disway Award 2024: Andra Soni Raih Penghargaan Sosok Inspiratif Generasi Muda

Dahlan Iskan Ajak Perusuh DISWAY ke Kampung Agrinex

Ibu Anak

Batu Ganjar

Next Post
Kenaikan Gaji ASN Cair April

Kenaikan Gaji ASN Cair April

Gerakan Berbagi Nasi, Cara Sederhana Berempati terhadap Sesama

Gerakan Berbagi Nasi, Cara Sederhana Berempati terhadap Sesama

889.149 Kertas Suara Tiba di Cilegon

889.149 Kertas Suara Tiba di Cilegon

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32
Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

by Redaksi
Jumat, 17 April 2026 20:43

RADARBANTEN.CO.ID - Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset...

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

by Mulyadi
Jumat, 17 April 2026 19:54

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menunjukkan celurit yang digunakan 14 anak terduga pembunuh seorang pelajar, Jumat...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak