slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Gerakan Berbagi Nasi, Cara Sederhana Berempati terhadap Sesama

Aas Arbi by Aas Arbi
10-03-2019 09:55:26
in Sosial Budaya
Gerakan Berbagi Nasi, Cara Sederhana Berempati terhadap Sesama
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Pengusaha, mahasiswa, hingga karyawan pabrik menebarkan semangat sosial dengan berbagi nasi setiap Jumat.

Banyak cara dilakukan untuk berbagi rezeki dengan sesama. Salah satunya berbagi nasi bungkus. Umumnya aksi sosial itu dilakukan pada hari Jumat dan selepas salat Jumat. Para pegiatnya pun mayoritas anak-anak muda.

Baca Juga :

Bantu Entaskan Kemiskinan, LMND dan Kemensos Gelar Pelatihan Dasar Pekerja Sosial

Peksos: Kasus Kekerasan Seksual di Pandeglang Seperti Fenomena Gunung Es

Diduga Dicabuli, Wanita Autis di Pandeglang Hamil 6 Bulan

Tren Kekerasan Seksual di Pandeglang Meningkat

    Salah satu komunitas yang rutin melakukan aksi sosial itu adalah Komunitas Indahnya Berbagi dengan Gerakan Nabung Berkat atau Nasi Bungkus Berkah Jumat. Salah satu pegiatnya Tuti Maryati. Pengusaha katering dan kue itu awalnya melakukan bersama suaminya setahun yang lalu.     “Karena keterbatasan dana, dilakukan tidak secara rutin,” katanya.

    Sejak tiga bulan terakhir, ia mencoba menawarkan rekan-rekannya untuk ikut berpartisipasi dalam program sosial tersebut. Ia merasa senang aksi tersebut mendapatkan respons positif. Bukan hanya dari Serang, juga dari beberapa daerah seperti Sumatera dan Tangerang.

    Ia memilih berbagi nasi bungkus agar lebih mudah dikonsumsi karena praktis. Bagi donatur yang ingin ikut berpartisipasi cukup membayar via rekening atau datang langsung. Untuk satu paket nasi bungkus dikenakan biaya Rp12 ribu. Sementara jumlah nasi bungkus yang disumbangkan tidak pernah dibatasi sesuai dengan kemampuan donatur. “Kalaupun donatur memiliki uang Rp50 ribu atau di bawah itu tidak masalah. Beberapa pun nilai yang diberikan insya Allah akan disampaikan,” katanya.

Ia mengungkapkan, setiap Jumat, nasi bungkus tersebut diberikan ke berbagai daerah yang berbeda seperti masjid, yayasan anak yatim, dan masyarakat jompo di jalan. “Biasanya di sekitar Kota Serang,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah nasi bungkus yang diterima dari donatur juga semakin meningkat. Awalnya hanya sekira 60 bungkus, sekarang bisa mencapai 200 nasi bungkus, bahkan lebih.    

“Alhamdulillah, responsnya semakin bagus dan mudah-mudahan semakin amanah menyalurkan donasi para donatur,” tuturnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Komunitas Berbagi Nasi di Serang. Komunitas itu terbentuk berawal dari inisiatif beberapa orang untuk mendirikan komunitas serupa yang berasal dari Bandung itu. Fahmi Ramdan, Ketua Berbagi Nasi Serang mengaku, tertarik menggerakkan Berbagi Nasi di Serang berawal dari keprihatinan melihat kondisi sekitar terutama di Kota Serang.

Karyawan di pabrik petrokimia di Anyar itu melihat fenomena ketimpangan sosial di sekitar. Ia mengaku merasa terpanggil ikut membantu walaupun hanya sedikit. Akhirnya, ia membentuk komunitas tersebut di Serang.   

“Total anggota Komunitas Berbagi Nasi lebih 100 orang, mereka datang dan pergi. Untuk kepengurusan ada sekira 20-an orang lebih. Rentang usianya antara 20 hingga 30 tahun,” ujar lelaki yang sedang merintis usaha furnitur di Pandeglang, saat berkunjung ke lantai V Graha Pena Radar Banten, Kamis (7/3).

Konsep yang ditawarkan Berbagi Nasi, kata dia, menarik, yakni mengumpulkan nasi dari para anggota dan membagikannya kepada yang membutuhkan. Target penerima adalah para pemulung, peminta-minta, orang gila, dan orang-orang yang bekerja di malam hari. Berbagi Nasi Serang kerap melakukan kegiatannya setiap Jumat malam, membagikan nasi mulai dari pukul 20.00-22.00 WIB. Berkumpul di Kantor Pos Alun-alun Kota Serang, kemudian menyebar ke berbagai tempat.

Untuk lokasi yang disisir, Muhamad Riko Alfaruq, Ketua Divisi Sosial Kemasyarakatan Berbagi Nasi Serang menambahkan, dari titik temu di Alun-alun Kota Serang, menuju Pasar Lama, Domba Pasar Rau. “Di sana ada Kampung Gesek, tempat berkumpulnya para pemulung. Mereka  sering ngumpul di situ, kalau ramai bisa ada 30 orang,” tutur karyawan pabrik di Cikande yang juga mahasiswa Unsera jurusan teknik informatika itu saat ikut berkunjung ke Graha Pena Radar Banten.

Bergabung sejak 2018 lalu, Riko mengaku, tertarik karena komunitas itu bukan cuma berbagi nasi, tapi melakukan kegiatan sosial lain. “Awal tertarik gabung, pernah jalan malam lalu ada pemulung. Dari situ terpikir apakah mereka sudah makan atau belum. Kalau kita kan makan ya tinggal beli, kalau mereka?” katanya.

Di Kota Tangsel, ada juga perkumpulan serupa, Komunitas Nasi Jumat (Sijum). Kemarin, komunitas itu melakukan pembagian nasi. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, antusias mengantre mendapatkan nasi boks, snack, buah, hingga air mineral dari para relawan Sijum yang tergabung dari delapan dapur operasional (Daop) Sijum Tangsel.  

Ketua sekaligus koordinator Sijum Tangsel The Power of Sedekah Maya Marthia mengatakan, agenda Sijum barengan seperti ini biasa dilakukan sebulan sekali. Ada delapan Daop Sijum Tangsel saat ini dan semuanya turun berkontribusi menjamu jamaah Masjid Agung Al-Ikhlas Pondok Cabe.

“Masing-masing Daop menyumbang sejumlah makanan, snack, minuman, hingga buah yang digabung pada Sijum gabungan kali ini. Allhamdulillah, hari ini ada 1.988 pak makanan dibagikan kepada jamaah,” kata perempuan yang akrab dipanggil Mpok Maya saat ditemui di halaman masjid, kemarin.

Selain itu, Sijum juga aktif men-support makanan di sejumlah event besar. Di antaranya acara Sedekah Akbar, Reuni Akbar 212 pada Desember 2018 yang berhasil membagikan sekira 8.000 nasi dan lainnya. Bahkan pada 28 April 2019, Sijum Tangsel The Power of Sedekah juga akan menggelar event milad kedua dengan tema Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Indonesia di Masjid Mujahidin, Pamulang, Kota Tangsel.

 Hingga kini Komunitas Sijum terus berkembang secara mandiri di sekira 70 kota di wilayah Indonesia. Gerakan berbagi nasi Jumat (Sijum) itu menjadi viral dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Beberapa media sosial seperti Facebook, WhatsApp, Instagram dan lainnya menjadi jalan syiar komunitas itu mengabarkan ke seluruh Indonesia.

Sosiolog Banten HS Suhaedi menyebut, munculnya komunitas sedekah sebagai fenomena yang positif. Masyarakat dapat saling berbagi antara satu dengan yang lainnya. “Fenomena ini sangat positif. Paling tidak mereka dilatih pembiasaan sosial,” katanya saat dihubungi Radar Banten.

Suhaedi belum bisa menyimpulkan faktor-faktor yang memengaruhi gerakan komunitas tersebut. Dirinya hanya bisa mengasumsikan, ada semacam sistem nilai yang ditanamkan pada generasi muda oleh kekuatan yang terstruktur. “Dalam konsep sosial kekuatan struktur cukup efektif fungsinya dalam membentuk perilaku sosial,” ujarnya.

Namun, di tengah gelombang modernisasi dan mencuatnya invidualisme, pria yang akrab disapa Uus itu menilai, ada semacam kerinduan spritual. Karenanya, gerakan yang bersentuhan dengan nilai-nilai spritual keagamaan menjadi magnet tersendiri. “Bisa jadi juga ada semacam kehampaan spiritual akibat dari maraknya fenomena teknologisasi massa yang membawa mereka pada perilaku-perilaku individualistik,” kata Uus.

Presidium Kahmi Kota Serang itu mengatakan, komunitas-komunitas yang bergerak di gerakan sosial atau penggalangan amal diminati masyarakat. Mereka merasa wadah tersebut dapat menjadi jalan untuk sama-sama berbuat kebajikan.

“Bantuan-bantuan atas komunitas itu lalu menjadi jawaban atas kepuasan spiritual mereka yang selama ini mungkin terasa terabaikan dalam menjalani keasyikan hidup dalam dunia barunya,” ujar Uus.

Selain itu, orang-orang yang berkumpul dalam komunitas semacam itu, mulai menyadari pentingnya untuk berbagi atas apa yang dimilikinya. “Mereka semakin menyadari akan hakikat eksistensi dirinya. Dalam perspektif agama hakikat diri manusia diukur oleh kemampuan dalam menyantuni keseimbangan diri dan sosial,” kata Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin itu. (skn-adm-ken/zee/ira)

Tags: pekerja sosial
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Kenaikan Gaji ASN Cair April

Next Post

889.149 Kertas Suara Tiba di Cilegon

Related Posts

Bantu Entaskan Kemiskinan, LMND dan Kemensos Gelar Pelatihan Dasar Pekerja Sosial
Kota Serang

Bantu Entaskan Kemiskinan, LMND dan Kemensos Gelar Pelatihan Dasar Pekerja Sosial

by Nahrul Muhilmi
Sabtu, 25 Januari 2025 15:20

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI menggelar program...

Read moreDetails

Peksos: Kasus Kekerasan Seksual di Pandeglang Seperti Fenomena Gunung Es

Diduga Dicabuli, Wanita Autis di Pandeglang Hamil 6 Bulan

Tren Kekerasan Seksual di Pandeglang Meningkat

Komnas PA Bakal Kunjungi Siswi SMP yang Dihamili Ayah Tiri

Korban Pencabulan Ayah Tiri di Pandeglang Terancam Putus Sekolah

Pekerja Sosial Bentuk Forpeksos Banten

Next Post
889.149 Kertas Suara Tiba di Cilegon

889.149 Kertas Suara Tiba di Cilegon

PKL  Resmi Dipindahkan ke Kepandean

PKL Resmi Dipindahkan ke Kepandean

132 Santri Ponpes Modern Assa’adah Belajar di Masyarakat

132 Santri Ponpes Modern Assa’adah Belajar di Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Berawal Dari Aduan 110, Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Cikande

Sabtu, 13 Juni 2026 08:01

Kasus Dugaan Mafia Tanah di Kota Serang, Penyidik Polda Banten Cek Lokasi Sengketa

Sabtu, 13 Juni 2026 07:44

Pemkab Tangerang Perpanjang Masa Verifikasi Administrasi Isbat Nikah Terpadu

Sabtu, 13 Juni 2026 07:41

Ini Dia Beberapa Faktor Penyebab Rupiah Menguat

Sabtu, 13 Juni 2026 07:38
BGN Apresiasi Dukungan Elemen Masyarakat dalam Pelaksanaan Program MBG di Lebak

BGN Apresiasi Dukungan Elemen Masyarakat dalam Pelaksanaan Program MBG di Lebak

Jumat, 12 Juni 2026 22:55
Dekopinwil benahi koperasi

Dekopinwil Banten Siap Benahi Koperasi, Pangkas Rantai Pasok dan Perkuat Ekonomi Desa

Jumat, 12 Juni 2026 22:40

Berawal Dari Aduan 110, Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Cikande

Sabtu, 13 Juni 2026 08:01

Kasus Dugaan Mafia Tanah di Kota Serang, Penyidik Polda Banten Cek Lokasi Sengketa

Sabtu, 13 Juni 2026 07:44

Pemkab Tangerang Perpanjang Masa Verifikasi Administrasi Isbat Nikah Terpadu

Sabtu, 13 Juni 2026 07:41

Ini Dia Beberapa Faktor Penyebab Rupiah Menguat

Sabtu, 13 Juni 2026 07:38
BGN Apresiasi Dukungan Elemen Masyarakat dalam Pelaksanaan Program MBG di Lebak

BGN Apresiasi Dukungan Elemen Masyarakat dalam Pelaksanaan Program MBG di Lebak

Jumat, 12 Juni 2026 22:55
Dekopinwil benahi koperasi

Dekopinwil Banten Siap Benahi Koperasi, Pangkas Rantai Pasok dan Perkuat Ekonomi Desa

Jumat, 12 Juni 2026 22:40

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Berawal Dari Aduan 110, Polisi Ringkus Pengedar Sabu di Cikande

by Fahmi
Sabtu, 13 Juni 2026 08:01

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Petugas Satresnarkoba Polres Serang meringkus pengedar narkotika jenis sabu berinisial IM (24) di Desa Cikande Permai, Kecamatan...

Kasus Dugaan Mafia Tanah di Kota Serang, Penyidik Polda Banten Cek Lokasi Sengketa

by Fahmi
Sabtu, 13 Juni 2026 07:44

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Penyidik Polda Banten melakukan pengecekan lapangan terhadap objek tanah yang menjadi sengketa dalam perkara dugaan mafia tanah...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak