Setiap orang pasti pernah merasakan jenuh terhadap pasangannya. Hal itu pula yang dialami Onah (32), nama samaran. Bukan Onah yang jenuh, melainkan suaminya, sebut saja Pudin (35). Keduanya sama-sama berprofesi sebagai guru honorer di sekolah swasta di kawasan Cikande, Kabupaten Serang. Rumah tangga Onah nyaris bubar gara-gara suami yang mulai jenuh dengan Onah hingga kepincut wanita lain seprofesinya. Yassalam. Simak yuk ceritanya!
Ditemui Radar Banten di Desa Teratai, Kecamatan Cikande, Onah yang terlihat lesu duduk di tukang es kelapa sambil menunggu pesanannya. Sambil mengobrol, Radar Banten iseng-iseng menyinggung soal rumah tangganya yang ditanggapi Onah dengan ramah. Curhat-curhatan pun terjadi sembari menyeruput es kelapa. Diceritakan Onah, rumah tangganya sempat ditimpa prahara gara-gara sifat suami berubah menjadi lelaki hidung belang pasca pernikahan. Padahal, semasa masih pacaran, menurut pengakuan Onah, Pudin tipikal lelaki setia, sabar, serta penyayang. Peristiwa itu terjadi tujuh tahun lalu. Sifat Pudin berubah setelah kehadiran guru honorer baru yang bohai aduhai rasa capcai dan butuh dibelai.
Pertemuan Onah dengan Pudin bermula saat ia hendak mendaftar menjadi guru honorer sekolah dimana Pudin mengajar. Gayung bersambut, keduanya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Pudin yang merupakan guru senior di sekolah, tentunya lebih percaya diri untuk mengajak kenalan duluan dong yang langsung disambut Onah dengan ramah. “Ya soalnya dia ganteng dan kelihatannya baik. Jadi, saya sih senang-senang aja diajak kenalan,” kenangnya. Eaaaa. Hati-hati Mbak, yang ganteng rata-rata buaya.
Dari perkenalan itu, Onah memberikan nomor ponsel hingga hubungan mereka berlanjut ke malam Minggu dan sepakat untuk menjalin hubungan pacaran. “Hitung-hitung pendekatan, biar diterima mengajar di sekolah,” akunya. Eh ternyata ada maunya.
Sebulan kemudian, Onah mulai mengajar berkat peran Pudin dimana ayahnya menjadi salah satu donatur di sekolah itu. Tentu situasi itu membuat Onah semakin nyaman dengan Pudin yang sosoknya cukup karismatik. Sikapnya juga kalem, berjiwa solidaritas tinggi, dan pengertian yang membuat Onah mabuk kepayang dibuatnya. Onah tak kalah menarik, dibandingkan guru honorer lain, Onah lebih unggul. Parasnya cantik, kulitnya putih dan mulus yang membuatnya menjadi pusat perhatian di sekolah maupun di kampungnya. Tak jarang Onah menerima gombalan dan siulan dari pria remaja dan dewasa. “Gini-gini dulu suka banyak cowok yang menggoda loh,” ujarnya. Iya sih Mbak, percaya.
Setahun mengajar, hubungan keduanya semakin mesra. Merasa sama-sama cocok, akhirnya Pudin nekat melamar Onah. Keluarga Onah pun menerima lamaran Pudin. Tak butuh waktu lama, dua minggu pascalamaran, keduanya melangsungkan pernikahan dan menuju pelaminan mengikat janji sehidup semati. Mengawali rumah tangga, Pudin menunjukkan sikap sebagai suami yang baik, perhatian, dan pengertian. Mereka tak pernah kekurangan soal urusan sandang, pangan, dan papan. Semua kebutuhan rumah tangga dibantu keluarga Pudin. Selebihnya memanfaatkan sisa honor Pudin di sekolah. Mereka pun menikmati masa-masa awal berumah tangga dan hidup bahagia. Singkat cerita, setahun berumah tangga Onah melahirkan anak pertama. Sejak itu, Onah memilih berhenti mengajar dan fokus mengurus anak di rumah yang membuat rumah tangga mereka semakin harmonis. “Ya saya bahagia banget, punya anak, punya rumah, suami juga baik,” kenang Onah. Syukur deh.
Prahara datang pada tahun ketiga usia pernikahan. Onah mulai merasa ada yang tak beres dengan perilaku suaminya. Berawal dari informasi guru-guru yang sering melihat Pudin sering terburu-buru pulang sebelum jam pelajaran selesai, Onah mulai menaruh curiga. “Ya dia sampai rumah juga magrib, bahkan kadang malam banget. Enggak tahu pergi ke mana,” keluhnya. Mungkin nyari nafkah tambahan Mbak, jangan suuzon dulu.
Awalnya Onah tidak mempermasalahkan gosip rekan-rekan gurunya di sekolah. Namun, setelah mendengar desar-desus tetangga yang melihat Pudin kerap membonceng wanita lain pulang sepeda motornya lewat depan jalan, wajah Onah mulai memerah. Onah yang memang takut sama suami, hanya bisa menunjukkan sikap cemburu kepada Pudin. Mulai dari memasang wajah cemberut sampai tidak menyediakan kopi di pagi hari yang biasa dilakukannya. “Biasanya Mas Pudin suka ngantuk pas ngajar, makanya saya suka bikinin kopi. Pas tahu dia sering bonceng wanita lain, kabarnya guru honorer baru, saya malas bikinin kopinya, biar tahu rasa,” kesalnya. Jangan gitu Mbak, lempar aja ke mukanya tuh kopi.
Menyadari perubahan sikap Onah, Pudin menanyakannya baik-baik. Saat itulah Onah mengutarakan unek-uneknya. Onah pun menangis dan menitikkan air mata di hadapan Pudin. Namun, sikap Pudin datar, menanggapinya biasa saja. “Katanya, hanya gosip dan hal lumrah. Dia bilang cuma antar doang. Wajarlah, namanya juga sama-sama guru,” ucap Onah meniru ucapan Pudin.
Di tengah kondisi perutnya yang mulai membesar menunggu kelahiran anak kedua, perilaku Pudin tak berubah. Pudin tetap mengantar pulang guru baru tersebut. Di tengah pergunjingan warga karena kelakuan suaminya, Onah tetap sabar dan yakin jika suaminya setia. “Dia itu emang setia. Buktinya dulu waktu pacaran dia enggak pernah selingkuh, “ akunya. Setiap tikungan ada ya.
Kedekatan dengan guru baru itu pun membuat Pudin lupa dengan perannya sebagai suami Onah saat kelahiran anak kedua. Pudin tidak menemani Onah pada proses kelahiran. Ternyata, Pudin sedang berada di Bandung di rumah guru baru yang menjadi selingkuhannya. Oalah. Mendengar kabar itu, Onah tak lagi mampu menahan amarah. Tiga hari setelah melahirkan, Onah mengamuk. Meski sempat beberapa kali pingsan, ia terus mengecam Pudin dan mengancamnya untuk bercerai. Hingga akhirnya, Onah memilih pulang ke orangtuanya. Enam bulan kemudian, Pudin mendatangi Onah dan memohon maaf atau kekhilafannya dan meminta rujuk. Melihat ketulusan Pudin, Onah langsung tersentuh dan menerima kembali cinta Pudin dan memberikannya kesempatan kedua. “Ya demi anak, siapa tahu berubah,” harapnya. Amin Mbak.
Onah dan Pudin pun kini langgeng menjalani rumah tangganya sampai anak-anaknya besar. (mg06/zai/ags)










