SERANG – Lahan tambak di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, mengalami penyusutan lantaran abrasi yang terjadi terus menerus sejak puluhan tahun lalu.
Sekretaris Desa Domas, Kecamatan Pontang Syahroni mengatakan, sebelum terjadi abrasi tambak di wilayahnya mencapai 600 hektare hingga 700 hektare. Namun, saat ini tinggal tersisa 300 hektare.
“Abrasi sudah terjadi sejak lama, dampaknya tambak milik warga tergerus dan semakin terjadi penyusutan,” kata Syahroni kepada Radar Banten di Balai Desa Domas, Senin (8/4).
Syahroni mengatakan, abrasi terjadi lantaran tidak adanya pasir di pesisir pantai. Ombak dari laut langsung menghantam daratan. “Tidak ada pemecah ombak jadi langsung menghantam lahan tambak, sedikit-sedikit tergerus ombak,” ujarnya.
Ia mengaku banyak mendapat keluhan dari warganya mengenai abrasi yang terjadi di Pantai Utara Serang. Tambak ikan itu mata pencaharian sebagian warga. “Warga banyak yang ngeluh, tambaknya pada hilang tergerus ombak,” ucapnya.
Ia berharap, pemerintah dapat melanjutkan pembangunan penangkal ombak yang sudah dilakukan di Pantai Lontar. “Sebelumnya sudah ada pembangunan penangkal ombak dari bambu, tapi belum setahun sudah hancur terbawa ombak, harusnya dilakukan pengedaman,” ujarnya. (ABDUL ROZAK)
Pemkab Serang Seleksi Siswa Terbaik Bidang Akademik dan Non Akademik untuk Olimpiade di Tingkat Provinsi
SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang resmi menggelar kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan...
Read moreDetails








