SERANG – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengunjungi Markas Komando Grup I Kopassus Serang, Banten, Selasa (30/4). Kunjungan tersebut untuk memberikan arahan internal dan terkait proses pengamanan tahapan Pemilu 2019.
Panglima TNI tiba di Mako Grup 1 Kopassus sekira pukul 09.00 WIB. Diterima langsung petinggi Kopassus, Panglima TNI meninjau latihan Calesthenic dan Jungle Warfare di Yon 11. Dilanjutkan meninjau angkutan (Display Rantis dan LCR), Lap 400 dan Lap Bak Pistol Putri (Bak GLM dan Bak Jatsus), dan Lap 300 (Bak Eksekutif, PJD, Serbuan Gedung, Bak IPSC, dan Bak Sniper)
Selanjutnya, Panglima TNI bergerak menuju depan Magrup melewati Pos Kuburan, Lap 600, Gedung Patriot, SKB dan melihat Tim Satwa. Lalu, melaksanakan apel pengecekan personel dan materiil prajurit Grup 1 Kopassus di depan Magrup.
Agenda dilanjutkan dengan melaksanakan penanaman pohon di Taman Pati. Ditutup dengan pengarahan kepada prajurit di rukan dan pemotongan tumpeng kepada prajurit yang ulang tahun bulan April.
Berikut arahan tertulis Panglima TNI yang diterima Radar Banten:
Yang saya hormati para pejabat teras TNI. Komandan Jenderal Kopassus dan segenap prajurit Grup 1 Kopassus yang saya cintai dan banggakan.
Komando!
Sebagai insan yang beriman dan bertakwa, marilah tidak henti-hentinya kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga hari ini kita dapat hadir di sini dalam keadaan sehat walafiat.
Saya bangga pada hari ini dapat mengunjungi Grup 1 Kopassus dan berada diantara para prajurit Grup 1 Kopassus. Dari sorot mata, sikap, dan apa yang telah ditunjukkan menggambarkan prajurit-prajurit pilihan yang terlatih, militan, loyal, dan profesional.
Sebagai Panglima TNI saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas segala keberhasilan pelaksanaan tugas yang telah dipersembahkan oleh Grup 1 Kopassus. Keberhasilan itu hendaknya tidak membuat kita terlena. Grup 1 hendaknya terus melatih dan membina prajuritnya, karena tantangan di masa mendatang tidak semakin ringan.
Pemilu 2019 telah dilaksanakan dengan aman, damai, dan lancar. Pemilu itu dinilai sebagai pemilu paling rumit di dunia. Bahkan Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara demokrasi dunia tidak mengenal sistem satu orang satu suara dalam pemilihan presidennya. Kita mendapat apresiasi dari banyak negara.
Tugas kita mengamankan pelaksanaan pencoblosan telah selesai. Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh prajurit Grup 1 Kopassus atas pelaksanaan tugasnya mengamankan Pemilu 2019. Memang banyak hal yang harus kita evaluasi dalam pelaksanaannya. Namun tugas TNI belum selesai karena tahapan Pemilu belum selesai.
Saya perintahkan seluruh prajurit untuk tetap siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam rangka pengamanan tahapan selanjutnya.
TNI juga harus mewaspadai ancaman terorisme dan separatisme. Serangan bom di Sri Lanka yang diindikasikan sebagai tindakan balas dendam atas serangan di Selandia Baru harus diwaspadai. Demikian pula langkah kelompok OPM di dalam dan luar negeri.
Hal yang tidak kalah penting dan sebetulnya melekat pada setiap diri prajurit dimanapun dan kapanpun adalah pelaksanaan pembinaan teritorial. Disitulah setiap prajurit TNI sesungguhnya memiliki tanggung jawab membina masyarakat terdekat, termasuk membangun kedewasaan dalam berdemokrasi.
Saya yakin para prajurit Grup 1 Kopassus memiliki kedekatan dan hubungan yang erat dengan masyarakat Serang, Banten dan sekitarnya. Gunakanlah kedekatan itu untuk membangun persatuan dan kesatuan di tengah-tengah masyarakat. Perbedaan pilihan merupakan hak setiap warga negara tetapi bukan berarti harus terpecah dan saling memusuhi. Itulah sebabnya semboyan kita Bhinneka Tunggal Ika, walaupun berbeda namun tetap satu.
Ingat pula bahwa kekuatan TNI ada pada rakyat, dan TNI-lah yang menjadi pelindung dan pembela rakyat. Karena itu tetaplah rendah hati dan berjiwa besar, dekat dan menyatu dengan rakyat. Jangan sekali-kali melakukan tindakan yang dapat membuat masyarakat sakit hati apalagi kemudian anti pati terhadap TNI.
Saya lihat sebagian besar diantara prajurit-prajurit ini adalah prajurit-prajurit muda. Jangan mudah tersulut emosi. Bila ada permasalahan, selesaikan dengan baik, termasuk bila ada permasalahan dengan instansi lain.
Prajurit Kopassus harus semakin cerdas menyikapi revolusi industri 4.0. Terlebih saat ini penggunaan media sosial sangat tinggi. Banyak beredar informasi yang menjerumuskan di media sosial. Kecenderungan manusia sebagai warga pewarta (citizen journalist) menyebabkan orang menyebarkan berita tanpa konfirmasi. Ditambah lagi pihak-pihak yang memang berniat membuat kegaduhan. Bahkan sudah tersedia software yang dapat merubah tampilan rekaman video orang dengan orang lain. Artinya semakin maju teknologi, semakin mudah pula orang melakukan kejahatan, termasuk provokasi massa.
Percayalah pada unsur Pimpinan. Pegang teguh loyalitas, jaga soliditas, dan nama baik satuan Komando. Kehormatan prajurit Kopassus adalah loyalitas tegak lurus pada Pimpinan dan Negara. Jangan gadaikan loyalitas karena informasi-informasi yang sumbernya perlu diklarifikasi.
Sekali lagi saya tekankan untuk terus berupaya menjadi yang terbaik. Pelihara kemampuan, termasuk perang hutan. Tetapi kembangkan juga kemampuan-kemampuan lainnya, karena musuh juga berimprovisasi dan memanfaatkan kemajuan teknologi.
Prajurit Kopassus adalah legenda. Tanpa perlu mencari nama, kalian sudah terkenal seantero penjuru dunia. Kalian bagaikan hantu-hantu bagi musuh negara. Tapi ingatlah bahwa kita juga manusia, jangan takabur, jangan lupa untuk selalu berlindung kepada Sang Pencipta dalam setiap langkah menjadi yang terbaik.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, senantiasa menyertai setiap langkah pengabdian Prajurit Komando demi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta. (Ken Supriyono)









