slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Meski Sombong, Cinta Tak Bisa Bohong

Redaksi by Redaksi
02-05-2019 16:15:18
in Berita Utama, Umum
Meski Sombong, Cinta Tak Bisa Bohong
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Mulutmu harimaumu, begitulah yang dialami Mumun (46) nama samaran. Setelah banyak berkoar kepada tetangga kalau suaminya, sebut saja Doplek (48), mau membeli mobil, ia mulai tak disukai orang dan dianggap sombong. Apesnya, Doplek tak jadi beli mobil karena gagal panen. Mumun mengamuk, rumah tangga mereka jadi hinaan tetangga. Mumun dan Doplek emosi sampai harus pisah ranjang. Astaga.

Ditemui Radar Banten di Kecamatan Baros, Mumun dan kedua anaknya tampak berkeringat setelah memakan bakso. Penampilannya yang glamor dengan gelang emas dan kalung, membuat Mumun jadi pusat perhatian. Saat diajak mengobrol, ternyata ia sempat jadi janda sepuluh tahun lalu.

Baca Juga :

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Perjumpaannya dengan Doplek bermula saat Mumun diajak ayahnya berkeliling melihat sawah. Waktu itu Doplek baru selesai panen. Ia dipuji-puji ayah Mumun karena sikap kerja keras dan mau membantu orangtua di sawah. Sejak itu Mumun diceritakan ayahnya tentang Doplek. Mungkin sudah jodoh, keesokannya Doplek bertamu menemui orangtua Mumun dan mengaku ingin menikah dengan Mumun. Wih, jantan amat nih Kang Doplek.

“Ya kalau orang dulu mah memang begitu, Kang” katanya.

Maklumlah, Mumun dianugerahi wajah cantik, kulit putih dan tubuh aduhai. Ditambah lagi ayahnya termasuk orang terhormat di kampung karena dulu sempat menjabat sebagai kepala desa, membuat Mumun disukai banyak pria.

Doplek punya sawah milik orangtua yang dijanjikan bakal diwariskan untuknya karena Doplek anak satu-satunya. Kalau dilihat dari penampilan sih wajahnya pas-pasan. Tapi kalau untuk urusan ekonomi, Doplek bisa menjamin kehidupan sejahtera untuk Mumun.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, hubungan Mumun dan Doplek direstui kedua orangtua. Sejak itu mereka sering main ke rumah masing-masing, bahkan Mumun mulai membawakan makan ke sawah. Wih, so sweet juga nih Teh Mumun.

Enam bulan kemudian Doplek melamar Mumun. Mereka pun menikah seminggu setelahnya. Doplek langsung memboyong Mumun tinggal di rumah keluarganya. Mereka hidup bahagia meski saat itu Doplek belum punya sawah sendiri.

Mengawali rumah tangga, Mumun memberi kesan bahagia pada Doplek. Soalnya, selain penurut dan perhatian pada suami, Mumun juga jago masak. Kehadirannya menjadi warna baru di keluarga Doplek. Setahun kemudian mereka dikaruniai anak pertama membuat rumah tangga semakin mesra.

Tak lama setelah kehadiran sang buah hati, ayah Doplek yang sudah lanjut usia sering jatuh sakit. Meski sudah diobati dan sempat dirawat di rumah sakit, tetapi kondisinya tak kunjung membaik. Sang ayah pun wafat dan mewariskan sawah kepada Doplek.

Sejak itu Doplek mulai berjuang sendiri mencari nafkah untuk anak istri dan ibunya. Kegagalan panen bahkan sempat tak makan seharian sering dialaminya. Hingga berutang beras kepada pemilik warung juga pernah Doplek lakukan.

“Sedih lihat perjuangan suami demi kasih makan anak istri,” Mumun terharu.

Setelah beberapa kali mengalami kegagalan, Doplek pun belajar dari kesalahan. Di musim panen ketiga setelah kematian ayahnya, Doplek mulai mendulang keuntungan dari jerih payahnya. Utang terlunasi, kebutuhan rumah terpenuhi. Sejak itu hasil panennya selalu bagus. Sawah warisan yang awalnya hanya setengah hektare, perlahan diperluas menjadi dua hektare. Rumah tangga Doplek dan Mumun menjadi lebih bahagia.

Namun, hal itu justru membuat Mumun lupa diri. Sering tinggi hati dan mengolok-olok tetangganya yang kurang mampu, ia banyak tak disukai orang. Apalagi kalau sudah memamerkan barang elektronik yang dibelikan suaminya, Mumun tak malu pamer-pamer setiap pagi saat membeli sayur.

“Ya waktu itu saya cuma pengin nunjukin ke orang kalau keluarga saya juga bisa beli barang mahal,” katanya.

Meski sempat dinasihati Doplek, Mumun tak mau mendengarkan suaminya. Doplek waktu itu masih bersabar, sampai suatu hari, datang tamu dari kampung sebelah yang hendak meminjam uang. Mumun malah mencaci-maki. Tindakannya itu membuat Doplek geram. Lagi-lagi keributan terjadi.

Lantaran pertaniannya tengah mengalami peningkatan, Doplek berencana membeli dua mobil tahun depan. Satu pikup dan satu mobil pribadi. Namun, Dolpek lebih memprioritaskan mobil pikup untuk kepentingan usahanya. Tak disangka, rencananya itu malah membuat Mumun semakin berkoar kepada orang-orang.

Hari demi hari berlalu, musim panen pun tinggal menghitung hari. Tapi, sialnya, Doplek mengalami gagal panen. Sawahnya habis dimakan wereng, hal itu juga dialami petani lainnya. Alhasil, Doplek hanya mampu membeli mobil pikup bekas yang kondisinya tak bagus.

Hal itu menjadi olok-olok tetangga dan orang kampung kepada Mumun. Mumun tak terima, ia mengadu ke suami, tapi tak digubris oleh Doplek. Mumun mengamuk. Lantaran kesal pusing memikirkan panennya, Doplek pun membentak Mumun. Malam itu juga Mumun pulang ke rumah orangtua alias pisah ranjang.

Mumun dan Doplek bercerai. Keduanya sama-sama merasa benar dan tak mau meminta maaf. Tapi, tiga bulan kemudian, Doplek yang tak kuat menanggung kesepian akhirnya datang ke rumah Mumun dan mengajak rujuk kembali. Mereka pun bersama lagi dan hidup bahagia sampai hari ini.

“Alhamdulillah, setelah saya minta maaf ke tetangga, sekarang sudah kebeli mobil tiga dan rumah,” akunya bangga.

Alhamdulillah, semoga langgeng terus dan bahagia ya Teh. Amin. (mg06/zee/ira)

Tags: Love Story
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Mengenal Kidzania Lebih Jauh

Next Post

Bawaslu Gagal Ungkap Kasus Politik Uang  

Related Posts

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus
Love Story

Istri Tak Bisa Mijat, Malah Cari yang Plus-plus

by Redaksi
Rabu, 26 Januari 2022 16:41

Amarah Santi (35) nama samaran, tak bisa padam saat tahu kalau suaminya, sebut saja Joko (38) mendownload aplikasi yang bisa...

Read moreDetails

Mertua Sayang, Tapi Kok Menderita

Dulu Soleh Minta Cerai, Suami Baru Tak Pernah Salat

Kepincut Adik Tersayang, Cincin Lamaran Melayang

Ketahuan Bawa Penumpang, Mobil Dilelang

Suami Butuh Kehangatan, Malah Diacuhkan

Demi Janda, Rela Jual Sawah

Awalnya Diragukan, Sudah Kaya Jadi Tumpuan

Mantanku Teman Baik Suamiku

Terlalu Dikekang, Rumah Rasa Medan Perang

Next Post
Bawaslu Gagal Ungkap Kasus Politik Uang   

Bawaslu Gagal Ungkap Kasus Politik Uang  

Pengurus FSPP Lebak Periode 2019 - 2024 Dilantik

Istri Jendral

Istri Jendral

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Layanan Pemakaman Tangsel

Disperkimta Jelaskan Mekanisme Layanan Pemakaman di Tangsel

Rabu, 10 Juni 2026 20:50
Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

Rabu, 10 Juni 2026 18:55
Raperda Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Serang Ditetapkan

Raperda Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Serang Ditetapkan

Rabu, 10 Juni 2026 17:46
RSUD Tigaraksa Bareng PMI Gelar Donor Darah Rutin

RSUD Tigaraksa Bareng PMI Gelar Donor Darah Rutin

Rabu, 10 Juni 2026 17:38
Binus School Serpong Gandeng Damai Indah Golf Kembangkan Bakat Siswa Lewat Ekskul Golf

Binus School Serpong Gandeng Damai Indah Golf Kembangkan Bakat Siswa Lewat Ekskul Golf

Rabu, 10 Juni 2026 17:00
Kantor Pertanahan Kota Serang Ajak Warga Urus Sertipikat Tanah Tanpa Perantara

Kantor Pertanahan Kota Serang Ajak Warga Urus Sertipikat Tanah Tanpa Perantara

Rabu, 10 Juni 2026 16:35
Layanan Pemakaman Tangsel

Disperkimta Jelaskan Mekanisme Layanan Pemakaman di Tangsel

Rabu, 10 Juni 2026 20:50
Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

Rabu, 10 Juni 2026 18:55
Raperda Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Serang Ditetapkan

Raperda Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Serang Ditetapkan

Rabu, 10 Juni 2026 17:46
RSUD Tigaraksa Bareng PMI Gelar Donor Darah Rutin

RSUD Tigaraksa Bareng PMI Gelar Donor Darah Rutin

Rabu, 10 Juni 2026 17:38
Binus School Serpong Gandeng Damai Indah Golf Kembangkan Bakat Siswa Lewat Ekskul Golf

Binus School Serpong Gandeng Damai Indah Golf Kembangkan Bakat Siswa Lewat Ekskul Golf

Rabu, 10 Juni 2026 17:00
Kantor Pertanahan Kota Serang Ajak Warga Urus Sertipikat Tanah Tanpa Perantara

Kantor Pertanahan Kota Serang Ajak Warga Urus Sertipikat Tanah Tanpa Perantara

Rabu, 10 Juni 2026 16:35

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Layanan Pemakaman Tangsel

Disperkimta Jelaskan Mekanisme Layanan Pemakaman di Tangsel

by Agung S Pambudi
Rabu, 10 Juni 2026 20:50

TANGSEL,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan...

Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

by Syaiful Adha
Rabu, 10 Juni 2026 18:55

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-PT Pertamina Gas (Pertagas) menyalurkan bantuan mesin cultivator kepada Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Flamboyan dan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak