LEBAK – Seluas 739 hektare areal pesawahan di Kecamatan Wanasalam dan Malingping mengalami kekeringan sejak dua pekan terakhir. Tanaman padi petani yang telah berusia kurang lebih empat sampai lima minggu terancam gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Lebak Dede Supriatna menyatakan, sudah meninjau langsung kondisi sawah di Lebak selatan yang mengalami kekeringan. Tanah sawah yang telah ditanami padi sudah belah, sehingga berpotensi membuat petani di Lebak selatan gagal panen. Untuk itu, Distanbun meminta kepada unit pelaksana teknis (UPT) pertanian di masing-masing kecamatan mengupayakan membantu petani dengan program pompanisasi. Tentunya, jika di daerah sekitar areal pesawahan ada air permukaan yang bisa dimanfaatkan.
“Kita sudah kirim bantuan dua ratus meter pipa untuk mengairi areal pesawahan yang kekeringan di Lebak selatan, khususnya di Malingping dan Wanasalam,” kata Dede Supriatna kepada wartawan, Selasa (18/6).
Dede menjelaskan, areal pesawahan yang mengalami kekeringan merupakan sawah irigasi. Di sana sebenarnya ada daerah irigasi (DI) Cilangkahan. Namun, kondisi irigasinya tidak teraliri air, karena mengalami kerusakan dan pendangkalan. Tapi, Pemkab Lebak akan berupaya maksimal membantu petani dengan memberikan bantuan pompa air.
“Sekarang sudah memasuki musim kemarau. Bahkan, di Lebak selatan sudah lama enggak turun hujan, sehingga tanaman padi petani di Wanasalam dan Malingping terancam mati,” jelasnya.
Pada musim tanam periode April – September 2019, Distanbun Lebak menargetkan luas tanam 47 ribu hektare. Dede optimistis target tersebut bakal tercapai, karena pasokan air ke areal pesawahan di wilayah Lebak utara masih normal, yakni meliputi Kecamatan Lebakgedong, Cipanas, Muncang, Leuwidamar, dan sajira.
“Untuk di Kecamatan Maja belum mengalami kekeringan. Di sana baru terancam kekeringan dan kita sudah bantu pompa air untuk mengairi areal pesawahan masyarakat,” terangnya.(Mastur)










