CILEGON – Sebanyak tujuh bajing loncat yang biasa beroperasi di Kota Cilegon diringkus petugas Satreskrim Polres Cilegon. Ketujuh bajing loncat itu menyasar truk bermuatan jagung dan gandum.
Ketujuh pelaku berinisial RO, AW, AS, RI, SN, SH, dan IK itu diringkus di lokasi berbeda di kawasan Ciwandan, Kota Cilegon, Kamis (27/6) lalu. Polisi juga mengamankan lima karung jagung dan empat unit sepeda motor yang biasa digunakan untuk beraksi sebagai barang bukti.
“Para pelaku kita kenakan Pasal 363 KUH Pidana, yaitu pencurian pemberatan,” kata Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rizki Agung Prakoso di Mapolres Cilegon, Jumat (28/6).
Agung mengaku, perburuan kawanan bajing loncat itu usai video aksi kejahatan mereka viral di media sosial (medsos). Aksi para pelaku dinilai telah meresahkan masyarakat dan para pelaku usaha, baik perusahaan pemilik barang maupun pengusaha truk.
“Ini sudah menjadi perhatian kita semua, kami menjadikan ini salah satu atensi yang harus kami ungkap,” jelas Agung.
Sementara SH, salah satu pelaku mengaku, biasa beraksi Jalan Raya Anyar, tepatnya di Kelurahan Samangraya, Kecamatan Ciwandan, dan kawasan industri PT Krakatau Steel (KS). Sasarannya adalah truk bermuatan jagung dan gandum yang mudah dijarah lantaran cenderung berjalan lamban.
Namun, bandit jalanan itu beraksi dalam kelompok kecil yang berjumlah dua atau tiga orang, meski ketujuh pelaku saling mengenal. Mereka juga memilih beraksi pada siang hari lantaran dinilai lebih aman dibandingkan malam hari. “Kalau siang kan terang, lebih kelihatan muatannya,” kata SH.
Dalam beraksi, kata SH, kawanannya akan membuntuti truk yang disasar menggunakan sepeda motor.
Bajing loncat itu memulai aksinya setelah sampai di lokasi yang dinilai aman dan sepi atau dalam kondisi jalanan menanjak. Salah satu pelaku akan melompat ke atas truk melalui pintu belakang. Pelaku kemudian mengambil muatan truk dan melemparkannya ke tepi jalan. Sementara pelaku laim yang mengemudikan motor membuntuti truk.
“Barangnya itu langsung dijual ke pengepul di Cigading, sekilonya Rp3 ribu,” kata SH.
Sekali beraksi, SH mengantongi hasil Rp100 ribu. Uang itu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. SH bersama rekannya mengaku beraksi dua sampai tiga kali setiap pekan. “Saya sudah hampir dua tahun jadi bajing loncat,” aku SH. (bam/nda/ira)











