CILEGON – Puluhan ruko di lantai 2 Pasar Kelapa atau Pasar Blok F di Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon tak diminati pedagang. Padahal saat diresmikan lima bulan lalu oleh Walikota Edi Ariadi dan Ketua DPRD Cilegon Fakih Usman, lantai dua pasar ramai dipenuhi pedagang dan pengunjung.
Pantauan Radar Banten, Rabu (3/7) siang di Pasar Blok F, dari 75 ruko di lantai dua, hanya empat ruko yang terlihat membuka dagangan. Hampir seluruh ruko tutup, meja-meja terbalik, tak ada aktivitas jual beli dan suasana pasar terlihat sepi. Hanya petugas kebersihan yang tampak menyapu lantai.
Santi, salah satu pedagang pakaian di lantai dua pasar Blok F mengatakan, para pemilik ruko di lantai dua sudah tutup beberapa hari sejak diresmikan oleh Walikota Cilegon Februari lalu. “Ruko di lantai 2 ini tidak diminati pedagang,” kata Santi kepada Radar Banten di depan ruko miliknya.
Menurut Santi, seharusnya Pemkot Cilegon memberikan solusi agar pedagang di Lantai dua Blok F kembali membuka ruko. Selain itu, penataan dan tata kelola seluruh ruko di pasar juga diperbaiki agar pembeli merasa nyaman dan senang. “Pasar ini seharusnya jadi pasar tradisional yang berkonsep modern,” sarannya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Blok F Mulyadi membenarkan jika ruko di lantai dua Pasar Blok F masih sepi karena pedagang enggan membuka ruko. Menurutnya, para pedagang tidak sabar menunggu kawasan pasar ramai pembeli. “Baru tiga bulan sejak peresmian, para pedagang sudah tutup,” akunya.
Mulyadi mengaku, pihaknya tak bisa melakukan tindakan lebih terkait masalah ruko pedagang tutup di lantai dua pasar Blok F. Namun, kata Mulyadi, para pedagang menginginkan adanya upaya dari Pemerintah Kota Cilegon untuk meramaikan pasar dengan membuat jalur angkutan umum ke arah pasar dan promosi secara masif. “Semoga Pasar Blok F ini ramai, pedagang di lantai dua juga membuka ruko lagi,” harapnya. (mg06/ibm.ags)








