CILEGON – PT Krakatau Tirta Industri (KTI) di Kota Cilegon, mengklaim pasokan air baku dari Cidanau ke KTI masih stabil. Hingga Jumat (19/7) pasokan air masih sebanyak 2.000 liter per detik.
Kepala Divisi Koordinator Pengendalian Bisnis dan Operasi KTI Dendi Hermawan menjelaskan, pasokan air baku tersebut masih lebih dari kapasitas layanan air bersih KTI kepada pelanggan industri dan masyarakat. Layanan air bersih KTI sebanyak 1.700 liter per detik.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Kalimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau akan terjadi pada Agustus. Saat itu pasokan air baku dari Cidanau diperkirakan akan berkurang.
“Hasil analisa hidrologi, debit terendah air Cidanau 1.400 liter per detik, dan kemungkinan hal itu terjadi pada puncak musim kemarau,” ujar Dendi di kantor PT KTI, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (19/7).
Jika perkiraan itu terjadi, pasokan air baku KTI akan disuplai dari Kerenceng. Waduk itu mempunyai kapasitas lima juta kubik atau 425 liter per detik.
Produksi air bersih KTI sebanyak 50 persen digunakan untuk keperluan industri PT Krakatau Steel dan group. Sisanya untuk keperluan lain, termasuk pasokan PDAM Cilegon Mandiri. (Bayu Mulyana)








