TANGERANG – Hasil berbeda dihasilkan oleh tim baseball putra dan tim softball putra Banten pada ajang kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) alias Pra PON, Rabu (24/7). Tim baseball Banten dipastikan lolos ke PON XX/2020 di Papua sementara tim softball putra masih harus berjuang untuk lolos.
Tim baseball dipastikan lolos usai merengkuh kemenangan ketiga pada babak penyisihan Pool A atas Aceh di Jakarta International Baseball Arena. Banten mampu meraih kemenangan telak atas Aceh dengan skor 18-0. Ini merupakan kemenangan ketiga Banten di Pool A, setelah sebelumnya menang atas Kalimantan Selatan dengan skor 19-1 dan Kalimantan Timur dengan skor 17-8.
Hasil ini Tim Baseball Putra Banten kini, menghuni peringkat 4 besar di babak kualifikasi PON XX/2020 Papua bersama dengan DKI Jakarta, Lampung dan Jawa Barat. Pada laga terakhirnya di grup A, Banten akan menghadapi tim kuat yakni DKI Jakarta. Tim ibukota merupakan juara bertahan PON, dengan status juara 4 kali berturut-turut. Bila menang pada laga itu Banten akan menjadi juara grup.
“Sekali lagi menang itu baru juara 1 pool. Masih di cross dengan pool sebelah. Kalau kalah kita lawan ranking 1 pool B yaitu Lampung. Kemudian lawan Jawa Barat karena Jabar ranking 2 pool B,” beber Lisa Setiadarma Ketua Deputi Bidang Baseball Pengprov Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Banten.
Hasil ini juga memastikan baseball Banten mengamankan tiket untuk berlaga di PON XX/2020 di Papua. Karena, sesuai dengan peraturan dari Pengurus Besar (PB) Perbasasi hanya ada 6 tim terbaik dari tahap ini yang akan berlaga di pesta olahraga Indonesia itu. Hanya saja Banten masih harus berjuang untuk bisa memenuhi target 3 besar dari KONI Banten sebagai syarat untuk dapat berlaga di Papua.
“Kami tinggal memenuhi target dari KONI Banten yang akan dikirim ke Papua harus 3 besar. Jadi kami masih harus terus berjuang,” ujar Lisa.
Dan Lisa sendiri optimis Banten bisa memenuhi target yang diberikan KONI Banten. Itu terjadi setelah melihat hasil pertandingan antara Lampung dan Jawa Barat kemarin siang (24/7). Namun, Lisa berharap KONI Banten mampu memberi kebijakan terkait syarat lolos PON dengan status 3 Besar Pra PON, lantaran atlet sudah berjuang keras. Semakin banyak Cabor berlaga dalam PON tentu akan semakin besar peluang bagi Banten untuk memperoleh medali.
“Saya diceritakan tim Lampung meraih ranking 7 di Pra PON tapi saat PON mereka bisa juara dua. Saat PON Riau 2012 waktu itu kami rank 8, isinya muda muda tergeser oleh tuan rumah yang jauh sekali dibawah kami semua. Kasian anak anak karena mereka sudah berjuang,” ujarnya.
Sementara itu hasil tim baseball Banten tak ikuti oleh tim softball. Anak asuh Steven Pattiwael dan Syahril Nasution tumbang saat menjamu juara bertahan PON, Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan skor tipis 6-5 di Lapangan softball H. Sonny Nurochman, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
“Saya bangga sama permainan anak-anak karena mereka bisa mengimbangi Sultra mereka juara bertahan PON. Hanya saja memang kekalahan anak-anak kurang konsentrasi. Batting mereka bagus,” ujar Ahmad Jaenudin Asisten Pelatih Softball Putra Banten.
Meski kembali menelan kekalahan, Banten masih memiliki peluang lolos PON XX/ 2020 Papua. Mereka sudah mengamankan peringkat 8 besar. Pada laga terakhirnya di Grup A babak kualifikasi PON XX 2020 Papua, Banten akan menghadapi Lampung. “Lawan Lampung walapun kalah kita sudah dipastikan masuk babak 8 besar. Karena pertandingan di grup A sangat ketat, Sulsel bisa mengalahkan Jabar tadi (kemarin-red). Jadi posisi kita sudah aman. Kalau besok (hari ini-red) menang kita peringkat 3, kalau kalah peringkat 4,” pungkasnya. (apw/nda)











