SERANG – Musim kemarau 2019 membuat 9.000 hektare area persawahan di Banten mengalami kekeringan. Kendati begitu, Dinas Pertanian (Distan) Banten menjamin tidak akan mengganggu produksi maupun ketersediaan beras hingga 2020.
Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, Asep Mulya Hidayat mengatakan, memasuki musim kemarau 2019, pihaknya sudah melakukan sejumlah antisipasi gagal panen saat terjadinya kekeringan di sejumlah kabupaten/kota. Menurutnya, hingga Juli ini ketersediaan beras di Provinsi Banten masih aman.
“Kami masih melakukan pendataan. Distan hanya mendata jumlah produksi padi sementara ketersediaan pangan menjadi kewenangan Badan Ketahanan Pangan. Insya Allah persediaan beras di Banten masih aman hingga tahun depan,” ujar Asep di KP3B, Kamis (25/7).
Ia menambahkan, berdasarkan data sementara, ada tiga daerah yang sudah mengalami kekeringan yaitu Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan sebagian Kabupaten Lebak. “Kami melalui Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) segera melakukan mitigasi bencana kekeringan area persawahan,” katanya.
Data Distan Banten, kekeringan tanaman padi mencapai 9.000 hektare lebih, dari total luas baku lahan sawah di Banten 198 ribu hektare. Lokasi sawah kekeringan paling banyak di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Kabupaten Serang. (Deni S/RBG)










