CILEGON – Dari sebanyak 836 program kerja Pemkot Cilegon pada tahun anggaran 2019, baru sebanyak 361 paket atau 43 persen pekerjaan yang berhasil direalisasikan baik lelang maupun penunjukan langsung.
Padahal idealnya pada semester pertama tahun anggaran, proyek yang sudah lelang dan dikerjakan harus mencapai 50 persen.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Cilegon Mariano Corea mengatakan, masih belum idealnya realisasi program kerja tersebut dikarenakan berbagai faktor. Mulai dari kurang cepatnya proses administrasi di organiasi perangkat daerah (OPD) hingga kurangnya personel di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa.
“Sekarang kita upayakan menjemput bola ke OPD agar proses administrasinya lebih cepat,” kata Mariano, kemarin.
Meski demikian, kurangnya personel yang ada di dalam pokja Pengadaan Barang dan Jasa membuat pihaknya kewalahan.
“Idealnya dengan beban kerja yang begitu banyak, kita memiliki 25 personel di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa ini. Tetapi, yang ada sekarang baru sebanyak 17 personel. Ini yang tetap kami maksimalkan,” ungkap Mariano.
Terkait nilai proyek yang sedang direalisasikan, dari 361 paket pekerjaan tersebut nilainya mencapai Rp342,2 miliar. Dari jumlah itu, sebanyak Rp164,9 miliar merupakan proyek infrastruktur.
“Dari ratusan macam proyek tersebut, setelah negosiasi baik dengan peserta lelang maupun yang melalui penunjukan langsung, kita berhasil menghemat sekitar Rp8,6 miliar,” tambah Mariano. (Ibnu M/RBG)








