CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Cilegon berencana merelokasi Taman Layak Anak yang saat ini dinilai sudah tidak representatif. Rencananya, lokasi baru taman akan dipusatkan di kawasan Alun-Alun Kota Cilegon.
Wali Kota Cilegon, Robinsar mengambil kebijakan tersebut setelah menerima aspirasi masyarakat serta hasil peninjauan langsung di lapangan. Menurutnya, kondisi taman yang ada saat ini sudah tidak layak untuk menunjang aktivitas anak-anak secara optimal.
Oleh karena itu, Pemkot Cilegon telah mengagendakan pemindahan lokasi taman dengan menggandeng Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
“Karena kami mendengar aspirasi awal dan melihat kondisi di lapangan, memang sudah tidak layak. Makanya kita sudah agendakan dengan Perkim untuk memindahkan Taman Layak Anak,” ujarnya usai kegiatan Merdeka Bicara di Paradiso Garden pada Kamis dini hari 23 April 2026.
Kata dia, taman itu akan pindah ke Alun-alun. Tepatnya di area pojok kiri yang saat ini sudah terdapat fasilitas permainan anak. Bahkan, taman juga akan diperluas ke lahan kosong di sekitarnya.
Taman Layak Anak Akan Tertata
Robinsar menjelaskan, konsep taman ke depan akan lebih tertata dengan pembagian zona usia anak. Hal ini bertujuan agar fasilitas yang tersedia lebih aman dan sesuai kebutuhan masing-masing kelompok umur.
“Nanti kita tata, yang usia 5 sampai 10 tahun di satu sisi. Lalu usia 10 sampai 15 tahun di sisi lain. Jadi lebih teratur dan aman,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot juga mempertimbangkan pemanfaatan lahan kosong di sekitar kawasan Monumen Geger Cilegon. Lahan itu masih luas dan potensial untuk pengembangan ruang terbuka ramah anak.
“Di depan Monumen Geger Cilegon juga masih ada lahan kosong, masih rumput. Itu nanti kita cek untuk kemungkinan pengembangan,” tambahnya.
Sementara itu, Pemkot juga sedang mengkaji fungsi baru bagi lahan yang saat ini digunakan sebagai Taman Layak Anak. Apalagi, kawasan tersebut mulai ramai oleh aktivitas masyarakat dan pedagang. Maka, tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan menjadi pusat kegiatan UMKM. “Yang existing nanti kita pikirkan untuk apa. Karena di sana mulai ramai, banyak pedagang. Bisa jadi pusat UMKM juga,” ungkapnya.
Editor : Rostinah











