CILEGON – Seorang jamaah calon haji (calhaj) asal Kota Cilegon bernama Wiyono Kaspio (54) meninggal dunia sebelum berangkat. Meninggalnya seorang jamaah asal Kecamatan Cilegon itu membuat jumlah jamaah di kloter 52 berkurang dari 384 menjadi 383 orang.
Minggu (28/7), Walikota Cilegon Edi Ariadi melepas jamaah calhaj kloter 52 di halaman DPRD Cilegon. Penglepasan tersebut diwarnai tangis haru jamaah dan keluarganya.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Cilegon Mahfudin berharap, jamaah haji yang wafat tetap mendapat pahala haji yang mabrur. Dia juga berpesan agar jamaah menjaga kesehatan selama menjalankan rukun Islam kelima.
“Kloter 52 ini terdiri dari 180 orang laki-laki dan 203 perempuan, kita doakan agar dapat menjalankan ibadah dengan lancar,” katanya.
Selain meninggal dunia, ternyata ada dua jamaah calhaj yang gagal berangkat. Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Cilegon Sakhrudin menyatakan, dua orang tersebut tidak memenuhi syarat kesehatan.
Menurutnya, jamaah yang tidak bisa berangkat tersebut tidak bisa digantikan dengan orang lain. Kendati begitu, mereka yang gagal berangkat tetap akan menerima pengembalian ongkos haji yang sudah disetorkan.
“Untuk pengembaliannya nanti menyusul. Yang gagal berangkat tetap tidak bisa digantikan dengan yang lainnya,” imbuhnya.
Walikota Edi Ariadi berpesan agar jamaah calon haji membawa nama baik bangsa Indonesia. Sebab, selain menjalankan ibadah, jamaah haji juga duta Indonesia di dunia internasional.
“Fokus menjalankan ibadah, jaga kesehatan, dan jaga nama baik bangsa Indonesia,” katanya.
Terkait besaran uang saku yang diberikan Pemkot Cilegon, Edi berharap, ke depan bisa naik dari Rp300 ribu menjadi Rp500 per jamaah. “Dari dulu Rp300 ribuan saja. Makanya, doakan agar pendapatan Kota Cilegon terus bertambah. Kalau tambah, uang saku jamaah juga akan kita tambah,” ungkapnya. (ibm-brp/ira)












