• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Featured

Nasib Perajin Emping di Pandeglang

Redaksi by Redaksi
Jumat, 2 Agustus 2019 19:42
in Featured
Nasib Perajin Emping di Pandeglang

Sulit Mendapatkan Melinjo Akibat Alih Fungsi Lahan

Emping merupakan makanan yang banyak disukai orang. Selain gurih, makanan dari melinjo itu juga mudah didapatkan di pasaran. Lalu, bagaimana dengan nasib perajin emping?

ADIB FAHRI – Pandeglang

RelatedPosts

Di Balik Asap Dapur Rutan Serang, Warga Binaan Ini Menemukan Jalan Pulang

Di Balik Asap Dapur Rutan Serang, Warga Binaan Ini Menemukan Jalan Pulang

Sabtu, 25 Juli 2026 08:00
Mengenal Tapir, Satwa Langka Indonesia yang Terancam Punah dan Dilindungi Negara

Mengenal Tapir, Satwa Langka Indonesia yang Terancam Punah dan Dilindungi Negara

Senin, 6 Juli 2026 07:38
Yuk Simak, Berikut Harga Blue Safir Asli dan Faktor yang Memengaruhinya

Yuk Simak, Berikut Harga Blue Safir Asli dan Faktor yang Memengaruhinya

Selasa, 10 Februari 2026 07:04
Animasi Lokal, Dampak Global: Jumbo Resmi Kalahkan Semua Rekor Bioskop Indonesia

Animasi Lokal, Dampak Global: Jumbo Resmi Kalahkan Semua Rekor Bioskop Indonesia

Sabtu, 14 Juni 2025 08:17

Rabu (31/7) siang, enam ibu-ibu rumah tangga di Kampung Cijeruk, Desa Kadomas, Kecamatan Pandeglang, tampak sibuk memukul melinjo yang disangrai untuk dijadikan emping. Sambil memegang kayu yang dibungkus plastik, melinjo yang masih panas dan kulitnya sudah terkelupas itu diletakkan di sebuah wadah dari ubin. Lalu, dipukul hingga tipis hingga menjadi emping. Satu keping emping berasal dari lima biji melinjo.

Di ruangan semi terbuka berukuran enam kali tiga meter itu, ibu-ibu rumah tangga itu membuat emping untuk dipasarkan. Panas dan abu dari tungku api yang menyala tak membuat semangat mereka luntur. Sambil berbincang dan bersenda gurau, mereka terus menyelesaikan pekerjaan untuk membantu suami mereka dalam menafkahi keluarga. Ada juga seorang ibu yang membawa serta anak lelakinya yang berusia tiga tahun ke tempat kerja.

Di luar tempat kerja, panas terik seolah membantu memudahkan pekerjaan mereka. Soalnya, emping yang sudah dibuat itu harus dijemur terlebih dulu selama tiga sampai lima jam agar kering dan bisa dikonsumsi. Lima tumpukan jemuran emping yang ada di pekarangan rumah Ibu Ursih (50), seorang perajin emping, terlihat cukup menggiurkan untuk disantap.

Radar Banten yang singgah di tempat itu disambut dengan ramah oleh para pembuat emping. Sambil menuangkan teh manis panas, Ibu Ursih menawarkan untuk mencoba hasil emping yang dibuatnya. Selain gurih, kering, dan renyah, emping yang diproduksinya juga menghasilkan cita rasa yang khas.

Sambil menikmati secangkir teh manis panas, Ursih dengan senang hati menceritakan lika-liku persoalan selama 30 tahun menggeluti usaha itu. Hal paling menarik dari persoalan yang dihadapi ibu tiga anak itu adalah terbatasnya bahan emping dan kurangnya perhatian pemerintah daerah bagi para pengusaha rumahan.

“Bahannya kadang susah didapat, harus nyari keluar daerah,” katanya.

Ibu paruh baya itu harus memutar otak agar stok bahan baku pembuatan emping tetap tersedia. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, usaha yang dilakoninya juga menjadi tempat bergantung enam orang tetangganya. Meski harus mencari ke luar daerah, hal tersebut tetap dia lakukan agar dapur bisa terus mengepul.

“Biasanya kita nyari di daerah Rangkasbitung karena di Pandeglang sekarang susah,” keluhnya.

Dia juga bukannya tidak pernah mengusulkan bantuan modal, tetapi permohonan yang disampaikan itu seolah hanya seperti angin lalu tanpa ada tindak lanjut yang nyata. Padahal, modal yang diberikan itu bisa digunakan untuk memperbesar usaha tradisional yang ia lakoni.

“Kalau saja ada bantuan modal dari pemerintah, bisa jadi usaha ini maju dan banyak masyarakat yang bisa bekerja di sini,” harapnya.

Produksi emping yang dihasilkannya dalam satu hari bisa mencapai lebih dari sepuluh kilogram, dengan perbandingan dua kilo melinjo menjadi satu kilogram emping. Dari hasil penjualan itu, dia bisa menafkahi keluarga dan menggaji enam pegawainya. Namun, Ursih enggan menyebutkan besaran untung yang didapatnya dari satu kilogram emping yang terjual.

“Untungnya adalah cukup untuk sehari-hari dan bisa menutupi kebutuhan lain,” katanya.

BUAT PERKEBUNAN MELINJO

Meski dibuat secara tradisional, emping buatan Ursih itu ternyata dipasarkan hingga ke Jakarta dan Bandung. Namun, disaat banyak orderan emping, dia hanya bisa mengelus dada karena kesulitan mendapatkan bahan pokok, yaitu melinjo.

“Ramai-ramainya yang pesan emping itu menjelang Ramadan sampai setelah Lebaran. Yang tanam melinjonya susah, ada lahan atau kebun tetapi banyak dijadikan perumahan atau dijual dan tidak dikelola lagi oleh pemilik,” katanya.

Diselingi canda para pegawainya, Ursih mencoba mengenang kejayaan emping yang pernah dia rasakan. Mulai dari kebanjiran orderan hingga kelimpungan mencari orang untuk membantu membawakan hasil olahan melinjo itu untuk diantarkan kepada pemesan.

“Kalau sekarang sudah enggak seperti itu lagi. Ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Tetapi, abdi (saya-red) masih berharap pemerintah bisa memberikan bantuan,” katanya.

Umsiah (35), seorang pekerja emping, sedikit memberikan argumen mengenai sulitnya mendapatkan bahan baku tersebut. Ibu satu anak itu berharap pemerintah bisa mengembangkan perkebunan melinjo agar pengusaha rumahan tidak kesulitan mendapatkan bahan utama pembuatan makanan ringan tersebut.

“Iya Mas, bantuin ya biar kita enggak susah nyari melinjonya. Kalau dari luar daerah kan harus tambah ongkos,” katanya sambil tersenyum. (*)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Rumah Nelayan di Wanasalam Terbakar Saat Ditinggal Melaut

Next Post

Diguncang Gempa, Warga Rangkasbitung Berhamburan Keluar Rumah

Next Post

Diguncang Gempa, Warga Rangkasbitung Berhamburan Keluar Rumah

barang tertinggal di kereta

Barang Tertinggal di Kereta Capai Rp4,46 Miliar, Sebagian Sudah Dikembalikan KAI

Rabu, 14 Oktober 2026 19:14
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Bupati Pandeglang Larang Kepala OPD Mudik Menggunakan Mobil Dinas

Selasa, 17 Maret 2026 13:25
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Imigran Serang Bersama TIMPORA Kabupaten Pandeglang Gelar Operasi Gabungan Pengawasan Orang Asing

Imigran Serang Bersama TIMPORA Kabupaten Pandeglang Gelar Operasi Gabungan Pengawasan Orang Asing

by Fahmi
Kamis, 15 Oktober 2026 21:50
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Serang bersama Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Pandeglang menggelar operasi gabungan...

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Serang

Imigran Serang Bersama TIMPORA Kabupaten Pandeglang Gelar Operasi Gabungan Pengawasan Orang Asing

by Fahmi
Kamis, 15 Oktober 2026 20:46
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kantor Imigrasi Kelas I TPI Serang bersama Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Pandeglang menggelar operasi gabungan...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.