slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Featured

Nasib Perajin Emping di Pandeglang

Redaksi by Redaksi
02-08-2019 19:42:12
in Featured
Nasib Perajin Emping di Pandeglang
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Sulit Mendapatkan Melinjo Akibat Alih Fungsi Lahan

Emping merupakan makanan yang banyak disukai orang. Selain gurih, makanan dari melinjo itu juga mudah didapatkan di pasaran. Lalu, bagaimana dengan nasib perajin emping?

ADIB FAHRI – Pandeglang

Rabu (31/7) siang, enam ibu-ibu rumah tangga di Kampung Cijeruk, Desa Kadomas, Kecamatan Pandeglang, tampak sibuk memukul melinjo yang disangrai untuk dijadikan emping. Sambil memegang kayu yang dibungkus plastik, melinjo yang masih panas dan kulitnya sudah terkelupas itu diletakkan di sebuah wadah dari ubin. Lalu, dipukul hingga tipis hingga menjadi emping. Satu keping emping berasal dari lima biji melinjo.

Di ruangan semi terbuka berukuran enam kali tiga meter itu, ibu-ibu rumah tangga itu membuat emping untuk dipasarkan. Panas dan abu dari tungku api yang menyala tak membuat semangat mereka luntur. Sambil berbincang dan bersenda gurau, mereka terus menyelesaikan pekerjaan untuk membantu suami mereka dalam menafkahi keluarga. Ada juga seorang ibu yang membawa serta anak lelakinya yang berusia tiga tahun ke tempat kerja.

Di luar tempat kerja, panas terik seolah membantu memudahkan pekerjaan mereka. Soalnya, emping yang sudah dibuat itu harus dijemur terlebih dulu selama tiga sampai lima jam agar kering dan bisa dikonsumsi. Lima tumpukan jemuran emping yang ada di pekarangan rumah Ibu Ursih (50), seorang perajin emping, terlihat cukup menggiurkan untuk disantap.

Radar Banten yang singgah di tempat itu disambut dengan ramah oleh para pembuat emping. Sambil menuangkan teh manis panas, Ibu Ursih menawarkan untuk mencoba hasil emping yang dibuatnya. Selain gurih, kering, dan renyah, emping yang diproduksinya juga menghasilkan cita rasa yang khas.

Sambil menikmati secangkir teh manis panas, Ursih dengan senang hati menceritakan lika-liku persoalan selama 30 tahun menggeluti usaha itu. Hal paling menarik dari persoalan yang dihadapi ibu tiga anak itu adalah terbatasnya bahan emping dan kurangnya perhatian pemerintah daerah bagi para pengusaha rumahan.

“Bahannya kadang susah didapat, harus nyari keluar daerah,” katanya.

Ibu paruh baya itu harus memutar otak agar stok bahan baku pembuatan emping tetap tersedia. Selain untuk memenuhi kebutuhan hidup, usaha yang dilakoninya juga menjadi tempat bergantung enam orang tetangganya. Meski harus mencari ke luar daerah, hal tersebut tetap dia lakukan agar dapur bisa terus mengepul.

“Biasanya kita nyari di daerah Rangkasbitung karena di Pandeglang sekarang susah,” keluhnya.

Dia juga bukannya tidak pernah mengusulkan bantuan modal, tetapi permohonan yang disampaikan itu seolah hanya seperti angin lalu tanpa ada tindak lanjut yang nyata. Padahal, modal yang diberikan itu bisa digunakan untuk memperbesar usaha tradisional yang ia lakoni.

“Kalau saja ada bantuan modal dari pemerintah, bisa jadi usaha ini maju dan banyak masyarakat yang bisa bekerja di sini,” harapnya.

Produksi emping yang dihasilkannya dalam satu hari bisa mencapai lebih dari sepuluh kilogram, dengan perbandingan dua kilo melinjo menjadi satu kilogram emping. Dari hasil penjualan itu, dia bisa menafkahi keluarga dan menggaji enam pegawainya. Namun, Ursih enggan menyebutkan besaran untung yang didapatnya dari satu kilogram emping yang terjual.

“Untungnya adalah cukup untuk sehari-hari dan bisa menutupi kebutuhan lain,” katanya.

BUAT PERKEBUNAN MELINJO

Baca Juga :

Kasus Korupsi Minyak Goreng Rp20,4 Miliar, Mantan Bos BUMD Banten Divonis 6 Tahun

Sewa Kendaraan Dinas Tangsel Alihkan Beban Perawatan, Tak Lagi Ditanggung APBD

Direktur PT Mega Bara Mandiri Didakwa Rugikan Rekan Bisnis Rp1,27 Miliar, Kuasa Hukum Sebut Sengketa Perdata

Jual Sabu ke Rekan Kerja, Oknum Karyawan Pelindo Divonis Tujuh Tahun Penjara

Meski dibuat secara tradisional, emping buatan Ursih itu ternyata dipasarkan hingga ke Jakarta dan Bandung. Namun, disaat banyak orderan emping, dia hanya bisa mengelus dada karena kesulitan mendapatkan bahan pokok, yaitu melinjo.

“Ramai-ramainya yang pesan emping itu menjelang Ramadan sampai setelah Lebaran. Yang tanam melinjonya susah, ada lahan atau kebun tetapi banyak dijadikan perumahan atau dijual dan tidak dikelola lagi oleh pemilik,” katanya.

Diselingi canda para pegawainya, Ursih mencoba mengenang kejayaan emping yang pernah dia rasakan. Mulai dari kebanjiran orderan hingga kelimpungan mencari orang untuk membantu membawakan hasil olahan melinjo itu untuk diantarkan kepada pemesan.

“Kalau sekarang sudah enggak seperti itu lagi. Ya sudahlah, mau bagaimana lagi. Tetapi, abdi (saya-red) masih berharap pemerintah bisa memberikan bantuan,” katanya.

Umsiah (35), seorang pekerja emping, sedikit memberikan argumen mengenai sulitnya mendapatkan bahan baku tersebut. Ibu satu anak itu berharap pemerintah bisa mengembangkan perkebunan melinjo agar pengusaha rumahan tidak kesulitan mendapatkan bahan utama pembuatan makanan ringan tersebut.

“Iya Mas, bantuin ya biar kita enggak susah nyari melinjonya. Kalau dari luar daerah kan harus tambah ongkos,” katanya sambil tersenyum. (*)

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Rumah Nelayan di Wanasalam Terbakar Saat Ditinggal Melaut

Next Post

Diguncang Gempa, Warga Rangkasbitung Berhamburan Keluar Rumah

Related Posts

Kasus Korupsi Minyak Goreng Rp20,4 Miliar, Mantan Bos BUMD Banten Divonis 6 Tahun
Umum

Kasus Korupsi Minyak Goreng Rp20,4 Miliar, Mantan Bos BUMD Banten Divonis 6 Tahun

by Fahmi
Selasa, 14 Juli 2026 06:46

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Mantan Plt Direktur Utama PT Agrobisnis Banten Mandiri (PT ABM), Yoga Utama divonis 6 tahun penjara oleh...

Read moreDetails

Sewa Kendaraan Dinas Tangsel Alihkan Beban Perawatan, Tak Lagi Ditanggung APBD

Direktur PT Mega Bara Mandiri Didakwa Rugikan Rekan Bisnis Rp1,27 Miliar, Kuasa Hukum Sebut Sengketa Perdata

Jual Sabu ke Rekan Kerja, Oknum Karyawan Pelindo Divonis Tujuh Tahun Penjara

Kemarau, Sembilan Desa di Lebak Krisis Air Bersih

Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD Kabupaten Serang: Tak Ada Potensi Tsunami

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Mbappe dan Messi Bersaing

Lima Desa di Kecamatan Angsana Kekeringan, BPBDPK Pandeglang Kirim Air Bersih

MPLS 2026 Harus Ramah Anak, Dindik Lebak Tekankan Sekolah Aman dan Bebas Perundungan

13th Asia Arts Festival 2026: Putri Wakil Wali Kota Cilegon Persembahkan Dua Trofi untuk Indonesia

Next Post

Diguncang Gempa, Warga Rangkasbitung Berhamburan Keluar Rumah

Gempa di Bayah Terasa hingga Serang

Gempa 7,4 SR, Warga Kota Serang Panik

Indeks Reformasi Birokrasi Cilegon Baik

Indeks Reformasi Birokrasi Cilegon Baik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kasus Korupsi Minyak Goreng Rp20,4 Miliar, Mantan Bos BUMD Banten Divonis 6 Tahun

Kasus Korupsi Minyak Goreng Rp20,4 Miliar, Mantan Bos BUMD Banten Divonis 6 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 06:46
Sewa Kendaraan Dinas Tangsel Alihkan Beban Perawatan, Tak Lagi Ditanggung APBD

Sewa Kendaraan Dinas Tangsel Alihkan Beban Perawatan, Tak Lagi Ditanggung APBD

Selasa, 14 Juli 2026 06:33
Direktur PT Mega Bara Mandiri Didakwa Rugikan Rekan Bisnis Rp1,27 Miliar, Kuasa Hukum Sebut Sengketa Perdata

Direktur PT Mega Bara Mandiri Didakwa Rugikan Rekan Bisnis Rp1,27 Miliar, Kuasa Hukum Sebut Sengketa Perdata

Selasa, 14 Juli 2026 06:28
Jual Sabu ke Rekan Kerja, Oknum Karyawan Pelindo Divonis Tujuh Tahun Penjara

Jual Sabu ke Rekan Kerja, Oknum Karyawan Pelindo Divonis Tujuh Tahun Penjara

Senin, 13 Juli 2026 20:26
Kemarau, Sembilan Desa di Lebak Krisis Air Bersih

Kemarau, Sembilan Desa di Lebak Krisis Air Bersih

Senin, 13 Juli 2026 19:02
Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD Kabupaten Serang: Tak Ada Potensi Tsunami

Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD Kabupaten Serang: Tak Ada Potensi Tsunami

Senin, 13 Juli 2026 17:55
Kasus Korupsi Minyak Goreng Rp20,4 Miliar, Mantan Bos BUMD Banten Divonis 6 Tahun

Kasus Korupsi Minyak Goreng Rp20,4 Miliar, Mantan Bos BUMD Banten Divonis 6 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 06:46
Sewa Kendaraan Dinas Tangsel Alihkan Beban Perawatan, Tak Lagi Ditanggung APBD

Sewa Kendaraan Dinas Tangsel Alihkan Beban Perawatan, Tak Lagi Ditanggung APBD

Selasa, 14 Juli 2026 06:33
Direktur PT Mega Bara Mandiri Didakwa Rugikan Rekan Bisnis Rp1,27 Miliar, Kuasa Hukum Sebut Sengketa Perdata

Direktur PT Mega Bara Mandiri Didakwa Rugikan Rekan Bisnis Rp1,27 Miliar, Kuasa Hukum Sebut Sengketa Perdata

Selasa, 14 Juli 2026 06:28
Jual Sabu ke Rekan Kerja, Oknum Karyawan Pelindo Divonis Tujuh Tahun Penjara

Jual Sabu ke Rekan Kerja, Oknum Karyawan Pelindo Divonis Tujuh Tahun Penjara

Senin, 13 Juli 2026 20:26
Kemarau, Sembilan Desa di Lebak Krisis Air Bersih

Kemarau, Sembilan Desa di Lebak Krisis Air Bersih

Senin, 13 Juli 2026 19:02
Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD Kabupaten Serang: Tak Ada Potensi Tsunami

Gunung Anak Krakatau Siaga, BPBD Kabupaten Serang: Tak Ada Potensi Tsunami

Senin, 13 Juli 2026 17:55

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kasus Korupsi Minyak Goreng Rp20,4 Miliar, Mantan Bos BUMD Banten Divonis 6 Tahun

Kasus Korupsi Minyak Goreng Rp20,4 Miliar, Mantan Bos BUMD Banten Divonis 6 Tahun

by Fahmi
Selasa, 14 Juli 2026 06:46

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Mantan Plt Direktur Utama PT Agrobisnis Banten Mandiri (PT ABM), Yoga Utama divonis 6 tahun penjara oleh...

Sewa Kendaraan Dinas Tangsel Alihkan Beban Perawatan, Tak Lagi Ditanggung APBD

Sewa Kendaraan Dinas Tangsel Alihkan Beban Perawatan, Tak Lagi Ditanggung APBD

by Syaiful Adha
Selasa, 14 Juli 2026 06:33

KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID - Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyewa kendaraan dinas pada 2026 dinilai mampu mengurangi beban...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak