PANDEGLANG – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Deni Kurnia meminta kepada para nelayan untuk tidak melaut. Hal itu seiring dengan tingginya gelombang di wilayah perairan Pandeglang.
“Ketinggian gelombang, sekitar satu sampai dua setengah meter. Kalau nelayan memaksakan mencari ikan ke laut, khawatirnya tenggelam, akibat terhantam ombak,” katanya, Minggu (11/8).
Deni menyarankan, kepada nelayan yang memaksakan diri tetap pergi melaut, agar membawa alat keselamatan, seperti pelampung, lampu, radio komunikasi, dan alat keselamatan lainnya. “Kalau pun ada nelayan yang tetap pergi ke laut, sebaiknya membawa alat keselamatan dan alat komunikasi. Apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, bisa langsung menghubungi petugas BPBD, dan kami akan langsung menjemput ke tengah laut,” katanya.
Deni menerangkan, dari informasi yang diperolehnya, ombak tinggi di semua perairan Pandeglang diprediksi akan terjadi selama satu pekan ke depan. “Untuk prakiraan sendiri masih akan terjadi selama satu pekan ke depan. Makanya, kita tak bosan-bosan mengimbau kepada para nelayan agar terus berhati-hati. Apabila ombak di laut tinggi, sebaiknya jangan dulu pergi mencari ikan, tunggu sampai ombak kembali normal. Karena kalau dipaksakan khawatir mengancam keselamatan,” katanya.
Dihubungi terpisah, Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Operasi Badan Search and Rescue (Basarnas) Banten Hairoe Amir Abyan meminta agar nelayan di wilayah Kabupaten Pandeglang waspada, karena ombak besar yang bakal terjadi bisa menenggelamkan perahu nelayan yang berukuran kecil.
“Kita selalu imbau kepada nelayan dan wisatawan untuk hati-hati. Kalau bisa sebaiknya jangan dulu melaut, khawatirnya perahu mereka diterjang ombak. Kan repot juga kalau begitu,” ujarnya.
Hairoe menyarankan kepada para nelayan agar membawa alat keselamatan kerja, seperti pelampung, radio komunikasi, dan alat keselamatan lainnya. Tujuannya, agar para nelayan bisa menyelamatkan diri apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. “Jangan sampai melaut tanpa membawa alat keselamatan. Kalau terjadi hal yang tidak diinginkan, segera komunikasikan dengan instansi terkait agar bisa membantu proses penyelamatan,” katanya. (dib/zis)











